Sukses

Ngga ngerokok. Ngga minum alkohol. Ngga begadang.

Diusianya menginjak umur 63 pada tahun 2010 ini, seorang prajurit yang telah mengantongi lebih dari 8.000 jam terbang ini, Chappy Hakim masih terlihat gagah sebagaimana pemuda 20 tahunan. Beliau mengakui beruntung bergabung di kesatuan TNI. Karena dirinya

Diusianya menginjak umur 63 pada tahun 2010 ini, seorang prajurit yang telah mengantongi lebih dari 8.000 jam terbang ini, Chappy Hakim masih terlihat gagah sebagaimana pemuda 20 tahunan. Beliau mengakui beruntung bergabung di kesatuan TNI. Karena dirinya mendapatkan pelajaran berharga kesehatan yang berguna di masa Adiyuswa kini.

Apa rahasia tampak bugar dan sehat di usia Anda sekarang?
“Saya beruntung masuk tentara, saya dapat pelajaran berharga mengenai kedisiplinan. Bagaimana saya teratur ngga begadang malam, ngga merokok, dan ngga miras (meminum minuman keras-Red). Ditambah lagi di ketentaraan saya akrab dengan aktivitas fisik yang konsisten dilakukan. Dimana seluruhnya berkaitan dengan aspek kesehatan, dan kini saya merasakan manfaatnya sekarang,” jelas beliau.

Mantan Kepala Staff Angkatan Udara periode 2002-2005 ini mengaku semasa mudanya tidak pernah membayangkan menjadi tentara. Ambisi masa kecil dan masa mudanya hanya satu, menjadi penerbang.

Ambisi ini berawal dari kekaguman dirinya ketika melihat pesawat dakota DC-3 mengudara di Lapangan Udara Kemayoran pada semasa kecilnya. “Pada saat itu Bapak saya yang menemani saya melihat pesawat dakota di Kemayoran,” imbuhnya.

 

Kekaguman berangkat menjadi motivasi, motivasi yang membawanya untuk menelusuri ilmu penerbangan. Pengetahuan penerbangannya semakin diperkaya karena kecintaannya kepada buku-buku penerbangan.

Memasuki karir sebagai penerbang, Chappy muda dihadapi situasi ajakan rekannya untuk bergabung di TNI AU. Hingga momentum tersebut, seolah jalan hidupnya memang sudah digariskan di udara.

Ditemui Klikdokter pada kesempatan peluncuran bukunya yang berjudulkan “Awas Ketabrak Pesawat Terbang” di Istora Senayan belum lama ini, Chappy Hakim menuturkanbetapa banyak sekali unsur keterlibatan aspek kesehatan dengan keselamatan penerbangan.

“Jelas sekali aspek kesehatan menjadi faktor paling pertama. Status kesehatan penerbang mempengaruhi keselamatan penerbang. Ada kedisiplinan mengenai kesehatan, dimana si pilot selalu melalui tes kesehatan 6 bulan sekali, jika tidak lulus tes kesehatan, maka izin untuk menerbang ditunda hingga kesehatannya kembali kesediakala. Karena risikonya besar sekali. Maka standard requirement seorang penerbang sangatlah ketat,” tukas beliau menjelaskan hubungan penerbangan dengan aspek kesehatan dan keselamatan penerbangan.

Sungguh, nilai kesehatan sangat penting bagi siapapun yang ingin selamat. Sukses peluncuran bukunya Pak![](DA)

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Chappy Hakim

RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI
Nama:
Marsekal TNI Chappy Hakim
Lahir:
Yogyakarta, 17 Desember 1947
Jabatan:
Kepala Staf TNI Angkatan Udara 2002-2005
Isteri:
Pusparani Hasjim
Anak:
Dua orang

PENDIDIKAN
Akademi TNI AU (AAU) angkatan 1971
Sekolah Penerbang (1973)
Sekolah Instruktur Penerbang (1982)
Sesko TNI AU (1987), Instrukur Hercules C-130 H/HS (1985)
Sesko ABRI (1997)
Lemhanas (1998)
Sarjana Universitas Terbuka (UT)

KARIR
Skadron 2 Halim Perdanakusuma (1973)
Komandan Skadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma (1989)
Komandan Wing Taruna AAU (1992)
Komandan Lanud Sulaiman Bandung (1995)
Direktur Operasi dan Latihan (Diropslat) TNI AU (1996)
Gubernur AAU (1997)
Asisten Personel (Aspers) Kasau (1999)
Danjen Akademi TNI sejak tahun 2000
Kasau 2002

PENGHARGAAN
Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya
Satyalencana Kesetiaan VIII, XVI, XXIV
Satyalencana GOM VIII Kalbar, GOM IX Raksaka Dharma (Papua)
Satyalencana Dwiwidya Sista
Satyalencana Seroja

0 Komentar

Belum ada komentar