Sukses

Cendekiawan yang Senantiasa Berkarya

Cikal bakal sang cendekiawan ini diawali oleh pertemuan sepasang astronom Belanda, suami-istri van Albada di Observatorium Bosscha. Hingga memasuki tahun kedua kuliah, dirinya dipercaya menjadi asisten pengamatan bintang ganda dengan teropong Zeiss.

Dirinya adalah seorang astronom generasi awal. Dirinya adalah seorang sosok intelektual. Dia adalah pendiri dasar perkembangan ilmu langit di Indonesia. Dan dia, hidup sehat.

Cikal bakal sang cendekiawan ini diawali oleh pertemuan sepasang astronom Belanda, suami-istri van Albada di Observatorium Bosscha. Hingga memasuki tahun kedua kuliah, dirinya dipercaya menjadi asisten pengamatan bintang ganda dengan teropong Zeiss.

Kiprah penitian pendidikannya diselesaikan secara bertahap dan konsisten  dari membuahkan hasil kelulusan sarjana pada tahun 1960, hingga dianugerahi gelar doktor atas bimbingan Prof. Sydney McCusky dari Case Institut of Technology, Amerika Serikat.

Kecintaannya pada dunia astronomi ditunjukkan dengan pengabdian kepada dedikasi ilmu pengetahuan astronomi selama hidupnya. Pendidik, ilmuwan, serta juga anggota masyarakat, beliau telah mengabdikan dirinya dalam sebuah periode waktu yang merentang panjang.

Perkembangan ilmu astronomi di Indonesia telah berumur lebih dari sepuluh abad. Lepas masa perkembangan astronomi Belanda, peralihan keilmuan kemudiannya dipelopori oleh ilmuwan putra bangsa Indonesia.

Observatorium Bosscha, -fasilitas vital dan ujung tombak perkembangan ilmu astronomi yang berdiri di Lembang tersebut- dapat diistilahkan merupakan rumah keduanya.

Dimana Bosscha sendiri merupakan salah satu dari sedikit observatorium yang berdiri di bumi belahan selatan. Beliau meneruskan kepemimpinan observatorium Bosscha selepas kepemimpinan Prof. The Pik Sin yang pindah ke Universiteit van Amsterdam.

Beliau dikenal sebagai sosok rendah hati. Walau banyak riset mengenai temuan fakta struktur galaksi dalam galaksi Bima Sakti yang dilakukannya dan tak lain merupakan manifestasi dedikasi kecintaannya pada astronomi.

Sifat kegigihannya-lah yang membawa hingga seperti saat ini. Karena tidak mudah untuk mendalami ilmu medis. Perlu dedikasi, integritas, serta disiplin yang tinggi.

Sebagai pemilik jiwa yang haus pengetahuan, dirinya sadar akan pentingnya peran kejelian indera dan sensitivitas pikiran. Dimana hal ini sangat terkait oleh status kesehatan yang dimiliki seseorang. Sementara dalam sosok Prof. Dr. Bambang Hidayat, dapat dilihat, memasuki masa adiyuswa kini, dirinya sama sekali tidak mengalami penurunan produktivitas.

Pemikirannya dituangkan dalam tulisan-tulisan yang kini ikut memperkaya pengetahuan bangsa. Salah satunya, pada kesempatan berkorespondensi dengan beliau, Klikdokter.com diperkenalkan isu Kosmophobia 2012 menyoal paranoia masyarakat terhadap isu kiamat pada 2012 berkenaan berakhirnya kalender suku maya.

 

Beliau mengaku tidak memiliki resep khusus dalam menjaga hidup sehat. “Saya ngga ada kiat khusus untuk menjaga tubuh tetap sehat, palingan disiplin waktu makan selalu saya jaga. Makan pagi jam tujuh, makan siang jam 12, makan siang jam 7 malam. Sambil menjaga sedikit gerak mengurusi keperluan rumahtangga sepeninggalan istri saya sejak 15 tahun yang lalu.”

Sebagaimana kita mensyukuri anugerah Tuhan kepada umat manusia dengan memberikan akal pikiran, beliau secara tidak langsung mewujudkan rasa syukurnya dengan tidak berhenti belajar dan mengembangkannya serta mengamalkannya demi hajat orang banyak. Tanpa pamrih.

“Saya bukan siapa-siapa, saya hanya mau membantu meletakkan pondasi pijakan untuk kemudahan para generasi selanjutnya demi menentukan arah masa depan yang lebih baik,” ujarnya merendah.[](DA)

Prof. Dr. Bambang Hidayat

RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI
Nama:
Prof. Dr. Bambang HIdayat
Tanggal Lahir:
Kudus, 18 September 1934
Istri :
(alm) Prof. Estiti Harti Sujono Ph.D

RIWAYAT PENDIDIKAN
Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indonesia
1953

Astronomi, Fisika, dan Matematika
(Thesis : Contribution From the
Bosscha Observatory)
Institut Teknologi Bandung
1960

Case Western Reserve University
(dh : Case Institute of Technology-RED)
Cleveland, Ohio, Amerika Serikat
1961

RIWAYAT PEKERJAAN
Asisten Pengamatan Bintang Ganda Visual
Observatorium Bosscha, Lembang
1954

Kepala Observatorium Bosscha
1968-1999

Ketua Departemen Astronomi
Institut Teknologi Bandung
1968 - 1978

Guru Besar Departemen Astronomi
Institut Teknologi Bandung
1976

Guru Besar Emeritius
Departemen Astronomi
Institut Teknologi Bandung
2004

KIPRAH INTERNASIONAL
Awal 1970an mendapat penugasan dari International Astronomical Union sebagai anggota komisi inti Astronomical Photography dan anggota 3 komisi lainnya yaitu Double Star, Interstellar Matter dan Education in Astronomy.

Dari telaah bintang ganda, dipercaya oleh IAU menjdi SOC dalam pertemuan Physical Property of Binary Star di Lembang, tahun 1983.

Membidani beberapa pertemuan astronomi di Indonesia :
IAU Symposium 143 tentang bintang Wolf-Rayet di Bali tahun 1990.

IAU Colloqium 148 dengan topik Future Utilization of Schmidt Telescope di Bandung tahun 1994.

Tahun 1994 hingga 2000, Bambang Hidayat dipilih menjadi salah satu dari enam Vice President IAU.

Fellow of the Islamic Academy of Science, Amman, Yordania, tahun 1992.

Anggota Royal Commission of the Al-al Bait University atas penunjukan keluarga Hasemit, Yordania.

Anggota kehormatan Indian Institut of Science.

Fellow of the Royal Astronomical Society of England, Inggris.

Fellow of the American Association for the Advancement of Science.

0 Komentar

Belum ada komentar