Sukses

Ahli Ginekolog Muda Bicara Soal Pentingnya Kualitas Hubungan Dengan Ilahi

VSetiap orang pasti pernah memiliki impian dalam hidupnya, begitu pula dengan dr. Iwan. Berangkat dari cita-citanya yang sederhana, yaitu ingin menolong orang yang sakit, dr. Iwan akhirnya memutuskan untuk menekuni jalur medis menjadi seorang dokter. Menu
PROFIL
Setiap orang pasti pernah memiliki impian dalam hidupnya, begitu pula dengan dr. Iwan. Berangkat dari cita-citanya yang sederhana, yaitu ingin menolong orang yang sakit, dr. Iwan akhirnya memutuskan untuk menekuni jalur medis menjadi seorang dokter. Menurutnya, menjadi dokter adalah lebih dari sekedar profesi, melainkan juga merupakan salah satu cara untuk beramal sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. ”Ketika kita melihat orang yang sakit, kita menjadi lebih bersyukur atas kesehatan yang kita miliki. Dan selama saya menjadi dokter, tentunya saya juga pernah mendapati beberapa pasien yang tidak selamat dan mencapai ajalnya, itu semua membuat saya menjadi lebih mensyukuri dan menghargai kehidupan yang saya miliki dengan menjalaninya sebaik mungkin”, ujarnya bijak.

Selain itu, dr. Iwan juga memiliki impian yang besar untuk ikut berperanan demi kepentingan bangsa dan negara. Hal ini tampak dari kekhawatirannya terhadap tingginya angka kematian serta kesakitan ibu hamil dan bayi di Indonesia, yang kemudian telah membulatkan tekadnya untuk mengambil pendidikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Menjalani hari-hari selama pendidikan maupun setelah menjadi dokter spesialis kebidanan dan kandungan sebenarnya tidaklah mudah, selalu sibuk hingga tidak kenal waktu karena persalinan dapat terjadi kapan saja, terutama untuk keadaan gawat darurat. Namun, ketika melihat wajah pasien, bayi dan keluarga pasien yang ia tolong, rasanya semua usaha yang telah dilakukan sangatlah sepadan.

Kiat Sehat untuk Tetap Tampil Prima
Memiliki peranan ganda sebagai pengajar dan klinisi, tentunya membuat dr. Iwan sangatlah sibuk, tetapi ia tetap saja terlihat prima setiap saat. Mengenai hal ini dr. Iwan mengatakan bahwa ia tidak memiliki kiat khusus, hanya menyempatkan diri untuk berolahraga sedikitnya 2-3 kali dalam seminggu, berusaha makan tepat waktu dengan makanan yang bergizi, konsumsi multivitamin, istirahat yang cukup, serta tidak lupa untuk sholat dan berdoa. ”Bagaimanapun, kita tidak dapat melakukan aktivitas kita secara optimal apabila kesehatan kita juga tidak terjaga dengan baik. Oleh sebab itu, sesibuk apapun aktivitas kita, sempatkanlah waktu untuk melakukan hal-hal tersebut, janganlah ragu untuk meluangkan sedikit waktu untuk melakukan berbagai hal yang menyenangkan, sambil tetap berusaha untuk tidak menunda apa yang dapat kita kerjakan saat ini”, himbau dokter yang memiliki hobby olahraga, nonton, dan jalan-jalan ini.

Target untuk Masa Depan
Ketika ditanya mengenai target yang belum dan ingin dicapai, dokter penggemar musik Jazz dan R&B ini mengungkapkan minatnya untuk mengambil subspesialis onkologi (kanker). Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001, penyakit kanker merupakan penyebab kematian ke–5 di Indonesia dan mengalami peningkatan secara bermakna. Kanker leher rahim (serviks) menempati urutan kedua tertinggi setelah kanker payudara sebagai penyakit kanker penyebab kematian perempuan Indonesia. Dan hingga saat ini masih dapat ditemukan 40-45 kasus baru kanker leher rahim (serviks) setiap harinya dengan tingkat kematian mencapai satu orang setiap jamnya. Sebuah fakta yang begitu memprihatinkan. Dengan mengambil subspesialis onkologi, dr. Iwan berharap dapat ikut berperanan dalam membantu memperbaiki angka tersebut.

Selain target terkait profesinya sebagai dokter, dr. Iwan juga masih memiliki target dalam hidupnya. Selama ini dokter penggemar masakan Sunda ini selalu berpegang erat pada motto hidupnya, yaitu selalu mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepadanya. Kini, setelah memperoleh berbagai nikmat yang berkecukupan, dr. Iwan berharap dapat membina sebuah keluarga kecil dalam waktu dekat. “Karena dengan demikianlah kebahagiaan ini akan terasa lebih lengkap”, ungkap dr. Iwan dengan senyum sederhana.[]SO

Dr. Iwan Kurnia Effendi, Sp.OG

RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI
Nama:
dr. Iwan Kurnia Effendi, Sp.OG Tanggal Lahir:
Jakarta, 1 Januari 1979
Agama:
Islam
Status:
Belum Menikah

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL
Program Pendidikan Dokter Spesialis:
Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
2009
Lulus Pendidikan Kedokteran:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
2003

RIWAYAT PENDIDIKAN NON-FORMAL
Principal of Gynaecologic Surgical Technique; HOGI Palembang
April 2010

Kegawat Daruratan dibidang Obstetri Ginekologi dan Penanganan Cairan
dengan Komplikasinya
November 2008    :

Pertemuan Ilmiah Tahunan XVIII
POGI Balikpapan
Juli 2008   

Management of Bulky Cervical Cancer and Ovarian Cancer, Borobudur Hotel
September 2003

Kursus Advanced Cardiac Life Support, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia
(PP PERKI)
Juli 2003
Simposium Penanganan Psoriasis dan Ulkus kronis, Bandung
Agustus 2002


RIWAYAT KEPEGAWAIAN
2009 – sekarang     :

  • Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi RSUD Tangerang
  • Staf Pengajar (Konsulen Muda) Luar biasa OBGYN FKUI
  • Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi RSIA Prima Medika
  • Dosen AKBID Bakti Pertiwi Jagakarsa
  • Dosen AKBID Karya Husada Bintaro
  • Dosen AKBID Stikes Banten Tangerang
  • Dosen AKBID RS. Marinir Cilandak


2003-2005
Dokter Emergency RS. Siaga Raya, Jakarta

2004-2005
Dokter Umum di :
-    Hotel Four Seasons Jakarta
-    Hotel Grand Melia, Jakarta
-    Hotel Grand Mahakam, Jakarta
-    Hotel JW Marriot, Jakarta

2003
Dokter Umum Klinik Prima Husada, Jakarta Timur

ORGANISASI PROFESI
•    Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
•    Perhimpunan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Tangerang

0 Komentar

Belum ada komentar