Sukses

Menatap Jauh ke Masa Datang

Gelar tertinggi dalam pencapaian akademis di dunia kedokteran ini diberikan kepada Prof. Dr. dr. Soegiharto Soebijanto SpOG (K), karena dedikasi dan kontribusinya terutama dalam bidang Imunoendokrinologi Reproduksi dan Fertilisasi In Vitro.

Hari Sabtu pagi (05/06) kemarin, Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) terlihat ramai dipenuhi hadirin yang ingin menyaksikan pengukuhan dua guru besar bidang obstetri dan ginekologi dari fakultas tertua di UI itu. Salah satunya adalah Prof.Dr.dr. Soegiharto Soebijanto SpOG (K) yang dikukuhkan dalam Sidang Senat terbuka UI hari itu.

Gelar tertinggi dalam pencapaian akademis di dunia kedokteran ini diberikan kepada Prof. Dr. dr. Soegiharto Soebijanto SpOG (K), karena dedikasi dan kontribusinya terutama dalam bidang Imunoendokrinologi Reproduksi dan Fertilisasi In Vitro.

Dedikasi Berbuah Manis
Dalam pidatonya siang itu, Prof. Dr. dr. Soegiharto Soebijanto SpOG (K) menyatakan bahwa problem infertilitas telah menjadi kebutuhan global. DiIndonesia sendiri, dari sekitar 40 juta pasangan usia subur, terdapat 6 juta pasangan yang infertil dan 30% atau dua juta dari kasus infertil tersebut memerlukan layanan Teknik Reproduksi Berbantu (TRB = bayi tabung = In vitro fertilization). Langkah tersebut diambil jika cara penanganan yang lain tidak diperoleh hasil.

Di Indonesia sendiri, TRB telah dikenal sejak Beliau dan timnya dikirim ke Woman Hospital, Australia untuk belajar teknik bayi tabung tahun 1984. “Sepulangnya dari Australia, kami membuat proposal pendirian pusat pelayanan bayi tabung. Proposal kami tawarkan ke berbagai pihak, akan tetapi tidak ada yang berminat, karena saat itu program utama negara kita adalah Keluarga Berencana. Namun kami tetap bersemangat, dan  akhirnya mendirikan Pusat Pelayanan Bayi Tabung dengan mengusahakan dana sendiri walaupun dengan cara cicilan.,” tutur Beliau.

Usaha dan dedikasi Prof. Soegiharto dan teman-teman sejawatnya kemudian berbuah manis. Kelahiran pertama hasil TRB di Indonesia dipelopori oleh Beliau dan teman sejawatnya pada tahun 1987 di Makmal Terpadu Imuno Endokrinologi Reproduksi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Buah yang lebih manis lagi dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Saat ini, Indonesia telah bertumbuh dari 2 menjadi 10 Pusat Pelayanan TRB di 5 kota besar.

Tingkat keberhasilan di Indonesia dengan TRB sebesar 35% dengan angka kelahiran hidup mencapai 25%. Namun harganya memang tidak murah, tiap pasangan harus membayar 50 juta rupiah. ”Namun, jika dibandingkan dengan biaya di luar negeri yang mencapai ratusan rupiah, biaya di Indonesia masih lebih murah.,” penjelasan Beliau

Bermanfaat dan Siap Saing
“Tanpa bantuan semua pihak, dan tanpa bantuan Allah SWT tentulah saya tidak akan dapat berdiri di sini dan memangku jabatan yang sangat terhormat ini,” tutur pria yang pernah meraih gelar dosen teladan FK UI di tahun 1994 ini.

Dalam pidatonya. Prof Soegiharto menyisipkan banyak pesan bermakna. Beliau dengan rendah hati menjelaskan bahwa Ilmu Kedokteran  merupakan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan dalam sehingga tidak mungkin diarungi sendiri. Kerja sama, dukungan, motivasi, kepercayaan dan penghargaan dari orang tua, keluarga, teman sejawat dan pihak-pihak lainlah yang membuat Beliau seperti sekarang ini. Bahwa, Beliau belajar dari keluarga, para pendahulu dan para gurunya sejak ia kecil mengenai teladan nilai dan jalan hidup yang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di akhir pidatonya, Prof. Soegiharto mengumandangkan satu motivasi besar. Motivasi untuk mengajak kita semua memberikan sumbangsih nyata guna meningkatkan mutu manusia Indonesia agar dapat menjadi sumber daya manusia yang bermanfaat, dan siap saing di kancah dunia global.[](JF)

Prof. Dr. dr. Soegiharto Soebijanto, SpOG (K)

RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI
Nama:
Prof. Dr. dr. Soegiharto Soebijanto, SpOG (K)
Tanggal Lahir:
Trenggalek, 26 Maret 1946
Agama:
Islam
Status:
Menikah, dianugerahi 6 anak

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL
Program Pasca Sarjana Strata 3:
Jurusan Kedokteran Universitas Indonesia
1994
Program Pendidikan Dokter Spesialis:
Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
1983
Lulus Pendidikan Kedokteran:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
1965 -1972

RIWAYAT PENDIDIKAN NON-FORMAL
Third Advanced Course on Micromanipulation and Co-culture (“Hands-on” Practical and Lectures), Dept. of Obstetrics & Gynaecology National University of Singapore,
 13-16 May 1997

Course on Management of Infertility, and In Vitro Fertilization. Flinders Medical Center, Adelaide, Australia, 1987

In Vitro Fertilization Workshop. American Association of Gynaecologic Laparoscopists. Melbourne, Australia, 1987

In Vitro Fertilization Workshop. Pre Congress Scientific Programmes, XII World Congress on Fertility and Sterility. Singapore 1986
Training on Radioimmunoassay, chemiluminesence assay, and fluorescence immunoassay. Reproductive Endocrinology Research Clinic, Karolinska Hospital, Stockholm, Sweden, 1986

Devoted to the Promotion of Knowledge in Fertility and Allied Fields Certifies that

Training on hCG extraction, purification, labelling, and Peptide radio receptor assay. Jakarta, Department of Obstetrics and Gynaecology, University of Indonesia, Kobe University, 1984

Training on Infertility Management. King George V Hospital, Sydney, Australia, 1984

Training on Radio-immunoassay, Tissue Culture, Infertility and In Vitro Fertilization. Royal Woman Hospital/University of Melbourne, Australia, 1984


RIWAYAT JABATAN FUNGSIONAL
Koadminkeu, Makmal Terpadu Imunoendokrinologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1986-sekarang

Ketua Pelaksana Program Fertilisasi in Vitro, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1987-sekarang

Kepala Subbagian Immunoendokrinologi reproduksi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Ketua Kolegium Periode 2009-2012

Ketua Perkumpulan Fertilisasi in Vitro Indonesia (OERFITRI), 2008-sekarang

Ketua Pokja Fertilitas Endokrinologi Reproduksi – Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, 2000-sekarang

Wakil Ketua Kolegium POGI, 2006-2009
Ketua Komisi Ujian Nasional Kolegium Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, 2003-2006

Koordinator Program Pendidikan Konsultan Fertilitas Endokrionologi Reproduksi, Juli 2000, ditetapkan di Jakarta, 16 Februari 2000

0 Komentar

Belum ada komentar