Sukses

Amalkan Ilmu, Buka Cakrawala Baru

Jika Prof. Dr.dr. Soegiharto Soebijanto SpOG (K) merupakan salah satu guru besar dari dua ahli di bidang obstetri dan ginekologi yang dikukuhkan pada hari Sabtu pagi (05/06) kemarin, maka satu guru besar lagi adalah Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K).
Jika Prof. Dr.dr. Soegiharto Soebijanto SpOG (K) merupakan salah satu guru besar dari  dua ahli di bidang obstetri dan ginekologi yang dikukuhkan pada hari Sabtu pagi (05/06) kemarin, maka satu guru besar lagi adalah Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K).

Hari itu, Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K) mendapatkan kesempatan pertama untuk memberikan pidato pengukuhan. Dengan rendah hati dan penuh ucapan syukur, Beliau menyampaikan tentang peran vitamin A dalam pencegahan Mola Hidatidosa. Masyarakat awam lebih mengenalnya dengan sebutan hamil anggur. Prof. Andrijono menekankan bahwa yang Beliau maksud dengan pencegahan meliputi pencegahan primer, sekunder dan tersier. Pencegahan primer yaitu mencegah terjadinya hamil anggur. Pencegahan sekunder mencegah terjadinya keganasan setelah hamil anggur dan pencegahan tersier adalah mencegah keganasan setelah hamil anggur untuk meluas.

Sudut Pandang Berbeda
Menurut Prof. Andrijono, penyebab hamil anggur masih merupakan misteri. Telah banyak penelitian dilakukan untuk mencari penyebab hamil anggur, namun hanya beberapa saja yang dianggap dapat menjawab pertanyaan tersebut. “Padahal, pencegahan primer dapat dilaksanakan dengan tepat guna bila penyebab hamil anggur telah diketahui,” jelas Beliau.

Prof. Andrijono menjelaskan lebih lanjut bahwa penelitian yang telah lama dilakukan adalah penelitian sitogenetik. Beliau kemudian menambahkan, “Bila kita bersandar pada hipotesis penyebab hamil anggur disebabkan karena kelainan genetik, maka pencegahan primer hamil anggur sulit untuk dilakukan.”

Berangkat dari pemikiran tersebut, Beliau dan teman-teman sejawatnya mencoba melihat sudut pandang yang berbeda. Mereka menguji hipotesis penyebab hamil anggur yang lain, yaitu yang disebabkan karena kekurangan vitamin A. Mereka menemukan bahwa kadar vitamin A dalam darah penderita hamil anggur lebih rendah dibandingkan perempuan dengan hamil normal.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa risiko menderita hamil anggur pada perempuan dengan kadar vitamin A rendah adalah 6,29 kali dan risiko tersebut meningkat menjadi 7 kali bila kehamilan yang dialami adalah kehamilan pertama,” tegas Beliau.

 

Lebih dalam, Beliau memaparkan bahwa pemberian vitamin A dapat mencegah terjadinya keganasan yang disebabkan karena pertumbuhan berlebih sel-sel hamil anggur. Hal ini dapat dipandang sebagai salah satu langkah pencegahan sekunder hamil anggur.  Pria yang juga bekerja sebagai konsultan onkologi ginekologi di FKUI-RSCM ini lanjut menuturkan, “Pencegahan primer dan sekunder sangat penting, berikutnya adalah dengan melakukan pengamatan dan menemukan keganasan secara dini agar menurunkan angka kesakitan dan kematian penderita. Pencegahan tersier merupakan benteng terakhir yang sangat berarti.”

Prof. Andrijono menasihatkan agar para wanita yang merencanakan kehamilan, mempersiapkan kehamilannya dengan mengonsumsi vitamin A yang cukup sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan kehamilan yang terhindar dari hamil anggur.

Ilmu Padi
Sepanjang pidatonya, dari awal hingga akhir, Prof. Andrijono menyiratkan kerendahan hati yang luar biasa. Nampak bagi Beliau, bahwa ilmu yang Ia miliki diberikan oleh Penciptanya dan tiada yang lebih mulia dari pada orang yang mengamalkan ilmunya.

“Semoga saya dan keluarga selalu dilindungi-Nya dari sifat angkuh, sombong dan takabur, dan diberi kekuatan, kemampuan, kejernihan hati dan pikiran untuk meneruskan ilmu yang Allah berikan, kepada mahasiswa dan saudara-saudaraku yang lain,” tuturnya tenang berwibawa. Layaknya ilmu padi, makin berisi makin merunduk.

Mengakhiri pidatonya, Prof. Andrijono berharap agar kita terus mengamalkan ilmu, salah satu caranya dapat  diwujudkan dengan mengadakan  penelitian-penelitian lanjutan untuk terus membuktikan benang merah antara vitamin A dan hamil anggur dan terus membuka cakrawala baru. [](JF)

 

Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K)

RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI

Nama:
Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K)
Tanggal Lahir:
Jakarta, 7 Agustus 1953
Agama:
Islam
Status:
Menikah, dianugerahi 2 anak

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

Program Pasca Sarjana Strata 3:
Jurusan Kedokteran Universitas Indonesia
2005-2007
Program Pendidikan Dokter Spesialis:
Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
1982-1985
Lulus Pendidikan Kedokteran:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
1972 -1978

RIWAYAT PENDIDIKAN NON-FORMAL

- Kursus USG (Anggota HOGI), 2008 & 2006
- Kursus Patologi Serviks dan Kolposkopi, 2007 & 2005
- Kursus “The Management of Precancer Lesion of The Cervix”, 2003
- Pendidikan ahli Kolposkopi, 2002
- Kursus Patologi Serviks dan Kolposkopi, 2000
- Kursus Deteksi Dini Kanker Leher Rahim, 1999
- Kursus Penyegaran IV Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit Kanker, 1998
- Exposition and Workshop on Gynaecological Endoscopic Surgery, 1997
- 5th Instructional Course On Basic Neuro-Vascular Microsurgery, Singapore, 1997

RIWAYAT JABATAN FUNGSIONAL

- Koordinator Pendidikan Konsultan Ginekologi-Onkologi HOGI, 2000-2009
- Ketua Komite Medis RS. Medika Griya, 2003-2008
- Pembakuan Prosedur Standar Bagian, FKUI, 2002-2008
- Chief de Clinique, FKUI, 2002-2008
- Koordinator Pelayanan Masyarakat, FKUI, 2002-2008
- Konsultan Asuransi Kesehatan Allianz Indonesia Bidang Obstetri dan Ginekologi, 2004-2007
- Koordinator Tugas Luar Pelayanan Medik RS. Dharmais, 2002-2007
- Pimpinan Proyek Pengembangan Obs-Gin RSUPNCM bekerja sama dengan RS. Sunter Agung/RS Medika Griya, 2003-2007

KEPENGURUSAN DALAM ORGANISASI PROFESI

- Sekretaris Program Konsultan Onkologi Ginekologi Dept. Obstetri Ginekologi FKUI, 2001-sekarang
- Koordinator Pelayanan Masyarakat Dept. Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM, 2002-2008
- Ketua Bagian Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia, 2003-2007
- Tim Guidelines Kanker Onkologi dan Ginekologi, 2002-2006
- Wakil Ketua Panitia Komite Medik RSCM, 2001
- Sekretaris Program Studi Obstetri dan Ginekologi FKUI, 1996-2000
- Koordinator Kamar Operasi Obstetri-Ginekologi Bedah Pusat RSCM, 1996-2000

ORGANISASI PROFESI

- Ikatan Dokter Indonesia (IDI), 1978-sekarang
- Perhimpunan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), 1986-sekarang
- Perhimpunan Patologi Serviks dan Kolposkopi Indonesia, 1988-sekarang
- Perhimpunan Onkologi Ginekologi Indonesia, 1998-sekarang
- Indonesian Gynaecologic Endoscopy Society, 1997-sekarang
- International Gynaecologic Cancer Society, 1990-sekarang

0 Komentar

Belum ada komentar