Sukses

Seni Menemukan Western Medicine dengan Eastern Medicine

Ditemui ketika mengisi acara seminar kesehatan, perempuan berawakan supel ini mengenalkan metode pembelajaran yang di dapatnya selama menimba ilmu di negeri kincir angin, yakni selalu menanyakan “kenapa” dan selalu berusaha mampu untuk dapat menemukan jaw

Ditemui ketika mengisi acara seminar kesehatan, perempuan berawakan supel ini mengenalkan metode pembelajaran yang di dapatnya selama menimba ilmu di negeri kincir angin, yakni selalu menanyakan “kenapa” dan selalu berusaha mampu untuk dapat menemukan jawaban dari pertanyaan “kenapa” tersebut.

“Seperti contohnya saat ini, sudah ada 20 tahun lebih saya mengamati dan mendalami akupuntur, saya selalu menanyakan kepada ilmu tersebut, kenapa sebuah jarum metal dapat memberikan manfaat kesehatan dan tubuh manusia,” jelas perempuan yang terlihat jauh lebih muda dari usianya ini.

Agaknya hal tersebut yang menggerakkan motivasi beliau tertarik untuk menemukan sebuah pertemuan keindahan dan manfaat ilmu medis Barat dengan ilmu medis Timur.

Bagaimana awalnya Anda timbul ketertarikan kepada akupuntur?
Berawal sewaktu saya dalam keadaan darurat panik membawa ibunda saya ke rumah sakit karena kesulitan bernapas hingga hilang kesadaran akibat alergi yang dialaminya terhadap produk cat rambut. Di tengah kegelisahan saya melihat dokter yang menangani ibu saya dengan tenang menusukkan sebuah jarum di masing-masing telinga ibu saya. Lalu dalam kurun waktu kurang dari 2 menit, ibu saya sadar kembali. Pada saat itu saya tengah menjalani studi kedokteran, saya langsung bertekad untuk mempelajari ilmu akupuntur di China setelah menyelesaikan menyelesaikan pendidikan dokter.

Keinginan saya untuk mengamalkan ilmu akupuntur saya alami ketika pada saat saya praktik di bagian internis pada suatu rumah sakit bertahun yang lalu. Pada ketika itu saya melihat terdapat ketidakseimbangan antara keluhan penyakit dengan terapi pengobatan yang terlampau serius. Hasilnya, saya melihat efek samping yang ditimbulkan dari metode semacam itu pada pasien membuat saya frustasi. Akhirnya saya coba mengimplementasikan ilmu yang saya pelajari di China yang murni tidak menggunakan obat-obatan hingga aman dari efek samping.

 

Hingga saat inilah metode pertemuan ‘

Western Medicine

’ dan ‘E

astern Medicine

’ ini yang saya gunakan dalam pola diagnosa dan terapi penyembuhan pada klinik Centrum yang saya kelola.

Beliau sangat sadar, dengan berusaha mengilmiahkan ilmu akupuntur yang sudah ditemukan ribuan tahun lalu oleh bangsa China akan menjadi rupa kontribusi dalam proses pengayaan ilmu kedokteran yang dewasa ini sudah sangat modern.[](DA)

Dr. Lili Admodjo

0 Komentar

Belum ada komentar