Sukses

Enaknya Jadi Dokter

Perkataan itulah yang meluncur dari Harmani kecil ketika melihat beberapa dokter sedang bermain tenis di dekat rumahnya. Bisa seru bermain tenis, tidak perlu bersusah payah mengambil dan mencari bola, semuanya ada yang melayani. “Aah, enaknya jadi dokter.

Perkataan itulah yang meluncur dari Harmani kecil ketika melihat beberapa dokter sedang bermain tenis di dekat rumahnya. Bisa seru bermain tenis, tidak perlu bersusah payah mengambil dan mencari bola, semuanya ada yang melayani. “Aah, enaknya jadi dokter..” ujarnya lugu.

Agaknya momen ketika itu sangat membekas di benak dan pikirannya, sehingga dengan teguh dirinya hendak mewujudkan ambisinya untuk bercita-cita menjadi seorang dokter.

Nah, sekarang gimana Prof? Enak ngga jadi dokter?
Pribadi yang humoris ini tersenyum manis dan melempar jauh pandangannya. Belum sempat terjawab, tamu yang lain di ruangan itu sudah berseloroh memecah suasana.

Senyum berlangsung sekian detik itu memiliki makna yang sangat dalam, ditambah lagi tatapan jauh, lebih jauh dari yang kita bayangkan. Seolah menatap jauh ke masa lalu perlahan, dan lahirlah sebuah senyum bak manifesto sebuah kepuasan.

Pengabdian dirinya kepada ilmu medis agaknya memberikan kepuasan tersendiri kepada dirinya. Sedikit sekali orang yang dapat mencapai tingkatan moksa seperti demikian tersebut. Diperlukan pemahaman makna hidup dan implementasi secara konsisten sebuah pemikiran.

Bicara soal kardiologi, kita seolah bicara sosok Prof. Harmani. Dalam berbagai kesempatan dirinya sering dijadikan narasumber yang berkompetensi dalam bidangnya.

Pesan beliau dalam suatu kesempatan pada rekan media, himbauannya untuk tetap mengimplementasi gaya hidup dan perilaku hidup bersih dan sehat selalu ditekankan oleh dirinya.

Sesibuk apa pun kita pada usia produktif, tetap harus menjaga kesehatan. Jika hanya berjuang mengejar karir tanpa memperhatikan kesehatan, maka usaha tersebut akan sia-sia bila kemudian di puncak karir terkena serangan stroke.

Karena hal tersebut akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Jadi, jangan tidak peduli akan ancaman stroke, melainkan hadapi dengan mulai menjalankan gaya hidup yang sehat..[](DA)

 

Prof. dr. Harmani Kalim, MPH, Sp.JP(K), FIHA

RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI
Nama:
Prof Dr Harmani Kalim, MPH, SpJP(K), FIHA


RIWAYAT PENDIDIKAN
Lulus Pendidikan Dokter:
1968
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Lulus Pendidikan Strata-2:
1972
Tulane University, New Orleans,
Los Angeles, Amerika Serikat

Lulus Pendidikan Spesialis:
1983
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.


KEANGGOTAAN SOSIAL

Anggota Indonesian Heart Association

ASEAN Congres of Cardiology.


PUBLIKASI KARYA

Sebuah Terobosan Pada Terapi Penghentian Merokok
2007

1 Komentar