Sukses

Pakar Kardiolog yang Religius

Dia adalah pakar bidang kesehatan jantung kawakan yang memiliki perawakan serius sekaligus santai.

Dia adalah pakar bidang kesehatan jantung kawakan yang memiliki perawakan serius sekaligus santai.

Kesempatan temu Klikdokter.com dengan beliau belum lama ini, diawali dengan tutur cerita masa lalu hal ihwal apa yang membuatnya memilih terjun ke bidang kedokteran.

Jadi, kenapa pilih jadi dokter, Prof.?
Saya awalnya daftar di Institut Teknologi Bandung, karena ketertarikan saya dalam bidang teknik dan elektro. Ketika saya sudah diterima posisi sebagai mahasiswa di ITB, rekan-rekan saya ada yang tidak berhasil lulus ujian penerimaan disana (ITB-Red), kemudian oleh salah satu rekannya, diajak untuk mendaftar kembali di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ternyata saya keterima, berikut juga rekan saya. Lalu kemudiannya saya mulai mendalami bidang kedokteran.

Menariknya sebuah kinerja jantung yang berperan sebagai motor sirkulasi darah manusia, merupakan analogi ketertarikan dirinya kepada bidang kesehatang jantung, agaknya hal tersebutlah yang membuat dipilihnya program spesialisasi jantung setelah menyelesaikan pendidikan dokter.

Sekilas Mengenai Prof. Dede.
Ketika diangkat sebagai Guru Besar UI pada tahun 2003, dedikasi pada pengayaan ilmu kedokterannya diilanjutkan dengan menjadi konduktor ilmu kedokteran kepada mahasiswa dan mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Kardiologi Fakultas Kedokteran Uniersitas Indonesia (PPDS-FKUI), disamping suksesnya yang telah mepromotori maupun menjadi ko-promotor 6 Doktor dan 5 calon Doktor yang masih dalam bimbingan sejak akhir 2008 lalu.

Pada tahun 1978 beliau mendirikan Klub Jantung Sehat kemudian bersama beberapa koleganya mendirikan Yayasan Jantung Indonesia (Dewi Sartika) pada tahun 1984 bersama alm dr. Sukaman, alm dr. Luthfi Oesman, alm dr. Burman, dan dr. Lily Rilantono. Hingga saat ini masih menjadi sebagai Pembina Yayasan Jantung Indonesia.

Sedikitnya sudah sebanyak 26 karya ilmiah penelitian (penulis utama), lebih dari 30 sebagai penulis pembantu telah dipublikasikan, 90 buah karya ilmiah bukan penelitian, 14 karya ilmiah berupa buku dan puluhan karya ilmiah lainnya, lebih dari 100 kali mengikuti pertemuan internasional (Amerika Serikat, Jepang, Italia, Swiss, Pakistan, Iran, Saudi Arabia, Venezuela, Canada, Taiwan), regional (Negara Asean) maupun nasional sebagai pembicara, panelis, poster, maupun moderator serta peserta aktif.

Mengenai pandangan beliau melihat dunia ini berjalan, pria ramah nan tegas ini lebih suka mengikuti rencana Allah Swt. dan bergantung secara total kepada-Nya adalah kunci keberhasilan kita.[](DA)

Prof. Dr. dr. Dede Kusmana Sp.JP, FACC

RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI
Nama:
Prof. Dr. dr. Dede Kusmana Sp.JP, FACC
Tanggal Lahir:
Bayongbong, Garut, 10 Januari 1943

RIWAYAT PENDIDIKAN
Lulus Pendidikan Dokter:
1968
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Lulus Pendidikan Spesialis Kedokteran:
1975
Program Pendidikan Dokter
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

Training Bidang Rehabilitasi Jantung
1984
di Benedikt Kreutz Rehabilitationszentrum für Herz- und Kreislaufkranke, Bad Krozingen, Jerman.

FiveDays Asian Pacific Teaching Seminar
1993
On The Epidemiology and Prevention of Cardiovascular Disease, Fukuoka, Japan.

Cum-laude Doktor
Program Studi Ilmu Kedokteran
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia
2002

Informal Meeting on the implementation &
Evaluation of the WHO CVD – Risk Management Package
2003
WHO, Geneva.

RIWAYAT PEKERJAAN
Menjabat sebagai Ketua Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI 2002- 2006

Guru Besar Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia
2003

Anggota Tim Pemeriksa Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden PB IDI
2004

PENGHARGAAN
Peneliti Terbaik III FKUI
1984

Lencana Tanda Jasa Utama
Pendiri Yayasan Jantung Indonesia
1986

Satya Lencana Utama PB IDI
1997

Tanda Penghargaan di Bidang Olahraga;
Adimanggala Krida, dari Menpora sebagai PembinaOlahraga Masyarakat
1999

Satya Lencana Karya 30 tahun dari Presiden Republik Indonesia
2002

 

0 Komentar

Belum ada komentar