Sukses

Fisrt Thing First : Kejujuran

Seorang jurnalis senior pengamat politik dan penggila olahraga bola bertemu Klikdokter.com dan membahas seputar perkembangan performa pelayanan kesehatan di Indonesia

Seorang jurnalis senior pengamat politik dan penggila olahraga bola bertemu Klikdokter.com dan membahas seputar perkembangan performa pelayanan kesehatan di Indonesia.

Budiarto Shambazy, tulisannya sering menyihir para pembacanya hanyut dalam sudut pandang yang segar. Ulasan pengamatan situasi politik nasional maupun internasional sering mewarnai kolom Politika pada harian Kompas.

Ketertarikan pria kelahiran 52 tahun silam ini pada bidang wawasan politik sudah ada sejak muda. Hal inilah yang membuatnya mengambil langkah menempuh pendidikan akademis bidang ilmu sosial dan politk di Universitas Indonesia 33 tahun silam.

Ketika ditanya apa yang membuatnya tertarik untuk mendalami ilmu ini, beliau mengakui tidak ada motif khusus pada saat itu. Setidaknya diperlukan momen beberapa jeda sekian detik bagi beliau untuk menemukan jawaban paling tepat dalam menjelaskan motif kecintaannya kepada bidang ilmu sosial & politk. Kami pun berasumsi ketertarikan tersebut merupakan manifesto sebuah ungkapan klasik mengenai alasan kecintaan kepada suatu hal : “If you need to ask why, then you will never understand.”

Selain bidang sosial dan politik, kecintaan beliau kepada suatu bidang lainnya adalah olahraga. Pada khususnya sepak bola. Dirinya mengakui, semenjak pertengahan 1980-an beberapa kesempatan meliput berita seputar Piala Dunia membuat kecintaannya kepada bidang olahraga sepak bola semakin berlarut ke dalam hati.

Satu hal yang unik dari beliau adalah hasil karya tulisannya. Selain acapkali melontarkan sebuah sudut pandang yang segar ketika melempar opini dalam meninjau masalah,  beliau juga selalu menyentil sisi humor dalam tinjauan pembahasan wacananya. Tak ayal penggemar karya tulisan beliau tersebar dalam skala nasional maupun internasional.

Menyoal seputar isu prrkembangan performa layanan kesehatan di Indonesia, dengan ekspresi sedikit skeptis beliau menyampaikan keprihatinannya meninjau situasi terakhir layanan kesehatan di Indonesia yang masih belum optimal.

Beliau pernah mengutarakan kekecawaannya akan performa layanan kesehatan di Indonesia yang ternoda oleh oknum-oknum medis yang sudah terkontaminasi orientasi materi dalam sebuah tulisan yang termuat dalam harian Kompas beberapa waktu lalu.

Namun dibalik kekecawaannya, dirinya masih menaruh harapan akan kebangkitan layanan kesehatan di Indonesia sehingga dapat memiliki kualitas yang bersaing dalam jangkauan pasar internasional.

Diakhir perjumpaan, Klikdokter.com sempat menanyakan motto dan prinsip hidup yang senantiasa ia pegang teguh. Sejenak beliau berkontempelasi sedetik, lalu beliau pun menjawab, “Yang pertama, kejujuran! Pokoknya hidup gak  usah neko-neko, syukuri aja yang sudah dimiliki. Yang kedua, hindari orientasi duit deh, itu aja.” Jawabnya singkat.

Setuju pak Baz![](DA)

Budiarto Shambazy

Budiarto Shambazy
Tanggal Lahir:
Padang, 28 Juni 1957

RIWAYAT PENDIDIKAN

1976 - 1983
Fakultas Ilmu
Sosial & Politik
Universitas Indonesia,
Jakarta, Indonesia.

1986 - 1987
Master of Arts,
Faculty of Political Science,
University of Hawaii,
Honolulu, Hawaii

RIWAYAT KARIR

1980
Jurnalis Lepas
di majalah mingguan Mutiara,
Jakarta

1982
Jurnalis Lepas
Di koran harian Kompas

1984—sekarang
Jurnalis
Di koran harian Kompas

1984—1986
Wartawan Biro Olahraga
Di koran harian Kompas

1988—1990
Wartawan Biro Internasional
Di koran harian Kompas

1990—1993
Dewan Redaksi
Biro Internasional
Di koran harian Kompas

1993—2000
Dewan Redaksi Penulis &
Dewan Redaksi Senior
Urusan Luar Negeri
Di koran harian Kompas

2000—2003
Dewan Redaksi
Biro Olahraga
Di koran harian Kompas

2003—sekarang
Kolumnis Politika
Di koran harian Kompas

1989—2000
Dosen Pengajar
Fakultas Ilmu
Sosial & Politik
Universitas Indonesia,
Jakarta, Indonesia.

 

0 Komentar

Belum ada komentar