Sukses

Hidup Itu Adalah Untuk Memberi

Matahari senja berangsur kembali ke peraduan, namun alih-alih tampak lelah beliau justru terlihat segar dan ceria. Prof.dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono, Sp.MK, PhD merupakan seorang guru besar dari bagian mikrobiologi FKUI yang sejak tahun 2007 telah re

Oleh: dr. Salma Oktaria

Matahari senja berangsur kembali ke peraduan, namun alih-alih tampak lelah beliau justru terlihat segar dan ceria. Prof.dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono, Sp.MK, PhD merupakan seorang guru besar dari bagian mikrobiologi FKUI yang sejak tahun 2007 telah resmi menjabat sebagai wakil dekan FKUI.  Di sela kesibukannya beliau menyempatkan hadir di kantor redaksi klikdokter.com untuk berbagi sedikit pengalaman dan cerita kepada para pembaca klikdokter.com. Sosoknya yang ramah dan keibuan membuat wawancara sore itu terasa amat menyenangkan. Setiap pertanyaan dijawab dengan rendah hati sambil sesekali diselingi canda dan tawanya yang renyah.

Menurut ibu yang dianugerahi seorang putra bernama Pandito Aji Basuki ini, beliau  awalnya bercita-cita menjadi seorang pianis alih-alih dokter. Sejak usia 4 tahun beliau tumbuh dengan mempelajari permainan piano dan musik klasik sehingga tak terbesit sama sekali keinginan untuk berprofesi menjadi seorang dokter. Barulah setelah prestasi yang berhasil diraihnya dalam kejuaraan biologi tingkat SMA, beliau menjadi tertarik untuk mendalami ilmu kesehatan.

Banyak suka dan duka selama menjalani proses pendidikan di Fakultas Kedokteran, terutama dalam hubungan dokter dan pasien. Dengan berpegang pada motto “hidup adalah untuk memberi”, tentunya sulit untuk tidak melibatkan emosi dengan pasien. Pasien seringkali menganggap dokter sebagai pelabuhan terakhir untuk menyelesaikan segala masalahnya. Jiwa sosial beliau tidak bisa tinggal diam yang pada akhirnya memaksa beliau untuk bersikap simpati alih-alih empati. Hal ini justru dapat menjadi bumerang untuk dokter tersebut. Dengan alasan yang sama akhirnya beliau memutar haluan dari klinisi menjadi ahli mikrobiologi. “Sebenarnya banyak profesi yang bisa dipilih oleh dokter selain menjadi klinisi, karena banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh dokter di ruang prakteknya, seperti penyakit infeksi yang harus melalui riset terlebih dahulu. Contohnya demam berdarah, semasa saya masih kuliah dulu di buku kuliah saya cuma ada 3 baris tulisan mengenai demam berdarah, sekarang sudah lebih banyak, tetapi sebenarnya masalah demam berdarah ini masih belum dapat teratasi dengan baik”, seru Prof yang gemar makan mi jawa ini.

Mungkin banyak pihak yang iri ataupun bangga dengan kesuksesan yang didapat Prof. Pratiwi hingga saat ini, namun ternyata masih ada harapan beliau yang belum terwujud. Berangkat dari kebesaran jiwanya, Prof. Pratiwi ternyata memiliki cita-cita ingin membangun rumah sakit yang pelayanannya dikhususkan untuk pasien menengah ke bawah. “Dengan liberalisasi sistem kesehatan saat ini sebenarnya akses pada pelayanan kesehatan menjadi semakin mudah, tetapi tetap penghalang terbesarnya adalah kemampuan pasien membayar fasilitas yang didapat”, ujar beliau menambahkan. Sungguh sebuah cita-cita yang sangat mulia. Semoga banyak pihak yang tergerak membantu agar harapan beliau dapat segera direalisasikan dengan baik.[]

Prof. dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono, Sp.MK, PhD

Prof.dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono, Sp.MK, PhD
Tanggal Lahir:
Bandung, 31 Juli 1952

RIWAYAT PENDIDIKAN

Fakultas Kedokteran:
1976
Universitas Indonesia
Pengakuan sbg.
Spesialis Mikrobiologi Klinik:
1992
PhD Course
Medical Faculty:
1984
Osaka University, Japan,
PhD dalam Molecular
Microbiology

RIWAYAT KEPEGAWAIAN

Asisten Ahli Madya gol. III/a
1 Maret 1979
Asisten Ahli gol. III/b
1 April 1982
Lektor Muda gol. III/c
10 Oktober 1984
Lekto Madya gol. III/d
1 April 1987
Lektor gol. IV/a
1 April 1994
Guru Besar gol. IV/a
31 Agustus 2007

JABATAN SEKARANG

Wakil Dekan
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia (FKUI)
2008 – sekarang

Ketua Dewan Riset
Daerah DKI Jakarta
2006 – sekarang

Anggota Komisi Nasional
Etik Penelitian Kesehatan
Departemen Kesehatan
2007 – sekarang

National Programme &
Indonesia Country
Representative for
Microbiology & Biotechnology,
UNESCO
2003 – sekarang

Anggota Tim Teknis
Keamanan Hayati & Keamanan Pangan,
SK Tiga Menteri,
Menteri Pertanian, Menteri Pangan &
Menteri Lingkungan Hidup
2000 – sekarang

0 Komentar

Belum ada komentar