Sukses

Tips Ala dokter Tri Rejeki Herdiana

Wanita yang sebentar lagi genap berusia 62 tahun ini merupakan salah seorang ahli yang cukup disegani di dalam bidangnya.

Oleh : dr. Tri Rejeki Herdiana

Wanita yang sebentar lagi genap berusia 62 tahun ini merupakan salah seorang ahli yang cukup disegani di dalam bidangnya. Ketua Departemen Kardiologi & Kedokteran Vaskular FKUI ini memang sejak kecil tertarik akan ilmu kedokteran. Berawal dari jurusan Pasti Alam di Sekolah Menengah Atas, beliau memutuskan untuk melanjutkan ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Alasan utama yang dikemukakan adalah ketertarikannya di bidang kedokteran karena ilmu kedokteran mempelajari mengenai eratnya hubungan antara manusia.

Lulus dari kedokteran, Guru Besar Kardiologi & Kedokteran Vaskular FKUI ini melihat bahwa ilmu kardiologi saat itu sangat minim dan belum berkembang di Indonesia. Ilmu yang hanya diberikan secara singkat di bawah SMF Penyakit Dalam ini mengulik keingintahuannya mengenai ilmu kardiologi (jantung). Berbekal keingintahuan tersebutlah akhirnya beliau memutuskan untuk memperdalam karirnya di bidang penyakit jantung.

Setelah kurang lebih 5 tahun menempuh pendidikan sampai selesai, wanita kelahiran Pekanbaru ini diangkat menjadi staf di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita. Tidak putus sampai disana saja, salah satu anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) ini memperdalam kembali ilmunya di bidang penyakit jantung anak.

Ilmu jantung anak yang menurutnya memiliki perkembangan sangat pesat menjadi pilihan selanjutnya untuk memperdalam ilmu jantung yang dimilikinya. Terapi intervensi non bedah menjadi salah satu terapi pilihan untuk mengobati penyakit jantung pada anak saat ini.

Meskipun kesibukan selalu menghampirinya, wanita yang selalu terlihat segar ini tetap menyempatkan waktunya untuk selalu berkumpul dengan keluarga. Kemampuannya untuk mendidik anak-anaknya guna memahami kesibukan kedua orangtuanya yang bekerja menjadikan anak-anaknya terbiasa dan tidak pernah mengeluh. Tentu saja setelah pulang kerja ataupun akhir minggu merupakan waktu pilihan bagi dokter dengan hobi membaca buku cerita ini untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga baik dengan berjalan-jalan bersama atau pergi makan ke luar.

Wanita dengan prinsip hidup “Berusaha Sedapat Mungkin” ini selalu menjalani hidupnya dengan santai. Santai dalam artian tidak ngoyo dan selalu menikmati hidup. Meskipun tidak muda lagi, beliau selalu menjaga kesegaran tubuhnya dengan olahraga, tidur cukup, makan sehat, dan selalu santai. Olahraganya pun tidak tanggung-tanggung, berenang apabila sempat selalu diusahakannya setiap hari.

Tentu saja sebagai Ketua Departemen Kardiologi & Kedokteran Vaskular FKUI, Prof.dr. Ganesja M Harimurti, SpJP(K) memiliki harapan untuk para spesialis jantung. Menurut beliau, “Setiap spesialis jantung dan pembuluh darah harus memiliki pikiran untuk menurunkan angka kematian karena masalah gangguan kardiologi (jantung) di Indonesia dengan caranya masing-masing, baik itu merupakan penelitian, bekerja, atau dengan cara apapun.” Suatu harapan masa depan yang kita harapkan dapat terwujud guna mengurangi angka kematian di Indonesia.[]

Prof.dr. Ganesja M Harimurti, SpJP(K)

Prof.dr. Ganesja M Harimurti, SpJP(K) Tempat & Tanggal Lahir: Pekanbaru, 29 Mei 1947

Agama: Islam

Status: Menikah

Alamat rumah: Menteng, Jakarta Pusat

Alamat Kantor: Departemen Kardiologi & Kedokteran Vaskular FKUI Pusat Jantung Nasional Harapan KitaRIWAYAT PENDIDIKAN

Dokter Umum FKUI 1971

Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Jantung, FKUI, 1978

Tokyo Women’s College of Cardiology, 1985

ORGANISASI

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI)

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (The Indonesian Society of Interventional Cardiology)

Perhimpunan Gagal Jantung Indonesia (Indonesian Society of Heart Failure) World Heart Failure Society (WHFS)

0 Komentar

Belum ada komentar