Sukses

Sustainable Dengan Kejujuran.

Tidak sulit untuk membuka topik pembicaraan dengan tokoh kesehatan yang satu ini. Kepribadiannya yang membuminan sangat bersahaja membuat suasana wawancara Klikdokter.com dengan beliau menjadi lebih santai namun tetap berbobot.

Tidak sulit untuk membuka topik pembicaraan dengan tokoh kesehatan yang satu ini. Kepribadiannya yang membuminan sangat bersahaja membuat suasana wawancara Klikdokter.com dengan beliau menjadi lebih santai namun tetap berbobot.

Banyak yang sudah mengenal sosok pribadi dr. Hermansyur Kartowisastro Sp.B-KBD sebagai figur pemimpin yang multi dimensi. Pola pikirnya komprehensif, meliputi berbagai aspek peninjauan dalam suatu masalah.

Pun karir yang dibina beliau telah melalui usaha kerja keras serta perjuangan tanpa kenal putus asa. Dari semasa menyambi sebagai supir kendaraan umum untuk sekedar menyambung biaya studi di institusi pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kemudian dipercayakan untuk menjadi anggota tim dokter kepresidenan Republik Indonesia hingga kini, hingga kini memimpin performa dua buah rumah sakit bergengsi di Indonesia, RS Pondok Indah dan RS Puri Indah. Penempaan mental dari setiap mengatasi persoalan demi persoalan sepanjang meniti karir di dunia kesehatan telah membantu proses pematangan karakternya.

Tidak sedikit tantangan yang dihadapi dalam usahanya mengembangkan personal leadership. Ketika ditemui Klikdokter.com diruangan kerjanya beberapa waktu lalu, beliau berbagi sedikit ilmu pengembangan diri yang didapatnya selama malang melintang didunia kepengelolaan perusahaan medika.

Rumah sakit yang anda bina cukup dikenal sebagai rumah sakit yang bergengsi, disamping beralasan memiliki kelengkapan fasilitas pelayanan, langkah apa saja yang anda tempuh hingga membesarkan lembaga kesehatan ini?

“Sustainable dan kejujuran. Dua hal ini yang sangat penting. Sebelum kita bicara kelengkapan fasilitas pelayanan, yang sangat pertama kali adalah penting perlu kita perhatikan rasa empati kepada pasien. Posisikan diri kita seolah kita pasien yang butuh pertolongan. Dengan demikian kita akan lebih mudah berkomunikasi dan memberikan pelayanan yang optimal kepada mereka.

Seperti halnya dalam berkomunikasi, kita perlu perhatikan, tidak semua pasien mengerti bahasa kedokteran, hingga ke persoalan yang krusiil yaitu pendiagnosaan penyakit. Kalau bukan usus buntu, ya jangan ditulis usus buntu.

Nah, dengan itu kita jadi semakin siap menghadapi persaingan. Persaingan kita sikapi dengan membuka mata, mata hati dan mata pikiran, kita perlu membuka segala sesuatu tentang perkembangan yang ada didalam maupun diluar negeri. Ini juga penting sekal.Nah, bagaimana kita bisa melakukan itu?

Caranya kita mengadakan studi keseluruhan yang berkaitan dengan peningkatan fasilitas. Sebuah feasibility study yang baik dan jujur. Dari hasil studi kita dapat memantau mana-mana yang kita perlukan.

Setelah itu kita juga berusaha memberikan pelayanan yang holistic kepada pasien. Dimana hal tersebut merupakan komitmen kami terhadap pasien, menjadi prioritas kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, where public health is our priority.

Untuk menjalaninya, ya itu dia, kita perlu sustainable – konsistensi dan kejujuran. Konsisten dengan komitmen dan semangat, serta jujur oleh diri sendiri dan kepada orang lain. Kedua unsur inilah yang sangat penting dalam proses menjaga kualitas ”

Menyoal leadership, dalam membina, hambatan apa saja yang anda temui?

“Ada beberapa hal yang membuat saya prihatin terhadap karakter sifat orang Indonesia, pertama terlalu santai, kedua mental kuli, masih perlu dimandori, dan ketiga yang terakhir adalah tidak konsisten.

Tiga inilah yang banyak menghambat orang-orang Indonesia untuk dapat menjadi orang hebat. Ditambah lagi kita masih banyak korupsi, budaya ini seolah tidak pernah bisa hilang. Padahal orang-orang kita (bangsa Indonesia-Red.) banyak yang pintar dan cerdas. Menghadapi itu semua tidak mudah, perlu kesabaran, keuletan, keterbukaan pikiran dan hati, dan juga terakhir yang penting adalah ilmu yang cukup.

Dalam kepemimpinan kita harus belajar terus menerus, membuka pikiran dalam setiap persoalan untuk dijadikan pembelajaran, dengan demikian intuisi kita semakin terasah, insting kita semakin tajam, ini diperlukan dalam perihal pengambilan keputusan, semakin banyak pengalaman dan tajam insting kita, semakin cepat pula kita mengambil keputusan dalam situasi kritis sekalipun.”

Dr. Hermansyur Kartowisastro,  Sp.B-KBD

Faktor apakah yang menjadi prinsip anda dalam menjalani karir?

“Pertama, iman atau keyakinan. Kita perlu meyakini akan adanya Yang Maha Pengatur. Kedua adalah ilmu. Jangan pernah berhenti belajar. Ketiga kejujuran, baik jujur pada diri sendiri maupun ke orang lain. Kemudian adalah sustainable, kita harus tawakal, tidak mudah putus asa. Dan yang terakhir adalah keikhlasan.”

Banyak sekali yang dapat dipetik pelajaran dari pertemuan singkat dengan beliau, sebagaimana yang diteladankan beliau, selama kita mau membuka hati dan pikiran, darimana pun dan kapanpun ilmu dapat kita serap dan membawa manfaat kepada hidup kita.[]

(DA)

Dr. Hermansyur Kartowisastro, Sp.B-KBD

dr. Hermansyur Kartowisastro, Sp.B-KBD

Tanggal Lahir:
Jakarta, 3 Maret 1941

Status:
Menikah dianugerahi
3 anak dan 3 cucu

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

Spesialis Bedah
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, 1974


RIWAYAT PENDIDIKAN NON-FORMAL

Disaster Medicine,
Japan, 1989

Colon Surgery,
St. Vincent’s Hospital,
Melbourne, Australia, 1984

Abdominal Surgery,
Leiden, Netherlands,
1979 – 1980

RIWAYAT KEPEGAWAIAN

Executive Director
Pondok Indah Healthcare Group:
Pondok Indah Hospital &
Puri Indah Hospital
2008 - sekarang

Executive Director
Pondok Indah Hospital, Jakarta
2001-2008

Director
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,
Jakarta, 1999 – 2001

Vice Director of Medical Services
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,
Jakarta 1995 – 1999

Chief of Emergency Department
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta1986 – 1995

KEGIATAN TAMBAHAN KEPROFESIAN

Dosen Pengajar
di Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia
1974 – 2003

Tim Dokter Kepresidenan
Republik Indonesia
1987 – sekarang

President
Persatuan Rumah Sakit
Seluruh Indonesia (PERSI)
2002 – 2003

 

0 Komentar

Belum ada komentar