Sukses

Menjadi Orang yang Jujur dan Disiplin!

Tidak sulit untuk membuka sebuah percakapan dengan tokoh kesehatan satu ini. Perawakannya yang supel, multi-dimensi, dan berwawasan luas tak ayal membuatnya diterima diberbagai lapisan masyarakat.

Tidak sulit untuk membuka sebuah percakapan dengan tokoh kesehatan satu ini. Perawakannya yang supel, multi-dimensi, dan berwawasan luas tak ayal membuatnya diterima diberbagai lapisan masyarakat.

Pilihan untuk mendalami dunia medis merupakan pilihan terakhirnya ketika diawal-awal tahun pendaftaran pendidikan akademisnya. Ketika itu, dimana pilihan utama pendidikan akademi yang dicita-citakannya ialah Teknik Pertambangan.

Alasan utama untuk menghindari pilihan pendidikan akademis kedokteran bukan berarti tidak memiliki alasan yang kuat. Dengan bergurau beliau mengungkapkan, satu-satunya hambatan yang dirasa untuk mendalami medis adalah dirinya kurang mahir dalam mata pelajaran Biologi walau memiliki prestasi terbilang baik pada Matematika, Fisika (d/h ilmu ukur-red), dan mata pelajaran lainnya.

Namun kenyataan menentukan lain, keadaan pada saat itu mau tidak mau membuatnya menjatuhkan pilihan untuk mendalami ilmu kedokteran. Pilihan pun jatuh pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Diakui oleh dirinya, walau sempat kesulitan diawal tahun pembelajaran, tidak membuatnya patah semangat. Dengan kemauan keras dan kedisiplinan tinggi, Prijo muda pada saat itu berusaha keras untuk maju. Sebagaimana yang diamanatkan oleh sang ibunda kepada dirinya, sebagai sulung dari 8 bersaudara, dirinya harus menjadi teladan yang baik kepada semua adiknya.

Sifat kegigihannya-lah yang membawa hingga seperti saat ini. Karena tidak mudah untuk mendalami ilmu medis. Perlu dedikasi, integritas, serta disiplin yang tinggi.

Untuk urusan lingkungan sosial, ayah dari dua anak ini menerapkan implementasi nilai-nilai kejujuran dalam berinteraksi dengan orang lain.

“Karena dengan kejujuran kita bisa mendapatkan kepercayaan orang lain” ungkapnya.

Dimana nilai-nilai kepercayaan menjadi sebuah barang yang mahal dan sulit didapat pada masa kini. Jelas sekali, unsur ini sangat mengambil peran penting dalam urusan interaksi sosial manusia.

Pun nilai-nilai tersebut telah membuka pikirannya akan pentingnya integritas profesi seorang dokter. Menjadi seorang dokter jelas sekali membutuhkan nilai-nilai konsistensi dan integritas yang tinggi. Tanpa dua nilai ini, maka akan sulit ilmu medis yang sangat berharga dapat diimplementasikan secara sempurna.

Setiap kepercayaan demi kepercayaan yang diberikan beliau jalani dengan penuh disiplin. Tidak perlu heran lagi, Klikdokter.com langsung dapat menilai betapa keseriusan beliau dalam menegakkan nilai-nilai kejujuran dan disiplin dalam setiap jabatan yang diembannya. Simak saja kiprah karir beliau di berbagai lembaga kesehatan. Salah satunya di Ikatan Dokter Indonesia, tidak sedikit bobot kepercayaan yang diberikan kepada dirinya, pada tahun 1992 beliau pernah dipercaya menjabat Sekjen IDI Jak-Pus, kemudian dilanjuti pada tahun 1996 beliau diberikan mandat untuk menjadi Presiden IDI wilayah DKI, hingga akhirnya beliau dipercayakan menjadi Presiden Terpilih Pengurus Besar IDI.

Ketika ditanyakan mengenai hambatan dan tantangan terbesar pada saat ini di dunia kesehatan pada khususnya skala nasional, dengan serius beliau mengemukakan bahwasanya sistem kesehatan bangsa ini masih perlu konsistensi dalam usaha penegakkan dan mutlak tidak bisa tidak harus diwujudkan.

Menurutnya, sistem kesehatan yang kita miliki pada saat ini hanya tinggal proses eksekusi untuk diimplementasikan pada praktek kesehatan sehari-hari semua pelaku medis. Tidak hanya pelaku kesehatan swasta, namun juga harus didukung penuh dari pihak otoritas kesehatan Indonesia.

Karena peran pihak otoritas kesehatan dalam hal ini banyak mengambil porsi yang paling penting. Seperti halnya penyuluhan edukasi informasi, faktanya, masih banyak pihak yang belum menyadari akan eksistensi sistem kesehatan Indonesia, kita masih perlu keseriusan dalam merealisasikan sistem kesehatan yang ada. Karena jika sistem kesehatan dapat terwujudkan dengan baik, maka pelayanan kesehatan di Indonesia dapat berjalan dengan efektif dan terpadu.

Besar harapan beliau bagi generasi penerus bangsa ini terutama para pelaku kesehatan muda, rintangan tantangan bidang medis dapat dihadapi dengan kegigihan dan integritas yang kuat.[](DA)

Dr. Prijo Sidipratomo, Sp.Rad.

dr. Prijo Sidipratomo, Sp Rad

Tanggal Lahir:
Jakarta, 11 Maret 1958

Status:
Menikah,
dianugerahi 2 anak.

RIWAYAT PENDIDIKAN

Lulus Pendidikan Dokter:
1983
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia,
Jakarta.

Lulus Pendidikan
Spesialis Kedokteran:
1989
Program Pendidikan Dokter
Spesialis Radiologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

SEMINAR

Angiography University
of Tokyo Hospital,
Japan , 1992

Interventional Radiology
Toranomon Hospital Tokyo,
Japan, 1994

Interventional Neuroradiology
Iizuka Hospital,
Japan, 1997

Neuroradiology Fujita
Health Center Toyoake,
Japan, 2000

RIWAYAT PEKERJAAN

Kepala Puskesmas
Kapuas Tengah Pujon,
Central Kalimantan
(1984-1985)

Kepala Departemen Radiologi
di RSU  Zaenoel Abidin,
Banda Aceh
(1989-1991)

Pengajar di FKUI / RSUPN-CM  
(1992 – sekarang)

Asisten Kodik S1
FKUI / RSUPN- CM
(1992 – 1994)

Sekretaris Program Studi (SPS)
Radiologi FKUI
(1994 – 1999)

Ketua Program Studi (KPS)
Radiologi FKUI (1999 – 2002)

Kepala Departemen Radiologi
RSUPN-CM  ( 2002 – 2004 )

Wakil Dekan FKUI
Bidang non Akademik
(Maret 2004 – April 2008)

RIWAYAT ORGANISASI

Anggota
Ikatan Dokkter Indonesia
(1984 – sekarang)

Anggota Perhimpunan
Dokter Spesilis Radiologi Indonesia
(PDSRI)
(1989 – sekarang)

Sekretaris Jenderal
IDI Jakarta Pusat  
(1992 – 1995)

Presiden IDI Wilayah DKI
(1996 – 2002)

Sekretaris Jenderal PDSRI Jaya  
(1996-2000)

Sekretaris Umum
Pendidikan Kolegium PDSRI
(2000-2004 )

President Asean
Interventional Radiology
(2002-2006)

Presiden PDSRI Pusat
(2005-2009)

Presiden Terpilih Pengurus Besar
Ikatan Dokter Indonesia
( 2006 – 2009 )

 

0 Komentar

Belum ada komentar