Sukses

Selalu membuat orang senang

Dokter lulusan FK UKI tahun 1978 ini baru saja memperoleh gelar Doktornya dalam bidang Ilmu Biomedik tanggal 7 Januari 2009 kemarin. Melalui disertasinya yang berjudul “Mekanisme Molekuler Gagal Jantung pada Tikus yang Diinduksi Hipoksia Sistemik Kronik:

Dokter lulusan FK UKI tahun 1978 ini baru saja memperoleh gelar Doktornya dalam bidang Ilmu Biomedik tanggal 7 Januari 2009 kemarin. Melalui disertasinya yang berjudul “Mekanisme Molekuler Gagal Jantung pada Tikus yang Diinduksi Hipoksia Sistemik Kronik: Peran Hypoxia-Inducible Factor-1 dalam Regulasi Ekspresi Gen B-Type Natriuretic Peptide-45”, pengajar Biokimia di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara ini memperoleh gelar Doktor dengan predikat Sangat Memuaskan.

Tidak lepas peran serta dari istri tercintanya dan didukung penuh oleh keluarganya, penelitian yang dilakukan selama 5 tahun dengan berbagai halang-rintang ini terbayar lunaslah dengan dicapainya gelar Doktor rabu kemarin. Judul disertasi ini dipilihnya demi membuktikan bahwa teori dapat dibuktikan di dalam dunia nyata.

Peloper yang mencoba menjembatani antara biomedik dengan gejala klinis penyakit ini menyatakan bahwa ilmu biokimia pun dapat menyumbang di dalam dunia nyata bukan hanya sekedar teori. Dedikasinya pada ilmu pengetahuan membuatnya ingin memberikan sumbangan yang dapat diaplikasikan dan bermanfaat di dalam dunia kedokteran.

Ayah dari 4 orang anak ini membuktikan bahwa dalam usia lewat separuh bayapun seseorang masih mampu berprestasi. Bukan ketumpulan yang didapatkan apabila otak selalu dilatih di usia senja. Dokter ini adalah contoh nyata dari pepatah yang mengatakan “Long life learning” bagi dunia kedokteran.

Ketertarikannya di dalam bidang biokimia pun adalah untuk mengurai misteri hidup ini. Dibanding rekan-rekannya yang memilih menjadi klinisi, tanpa gentar Lektor Kepala Biokimia dan Biologi Molekular Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara ini memilih biokimia sebagai jalan hidupnya.

Biokimia dianggapnya sebagai “Chemistry of Life”. “Semua yang terjadi di dunia ini adalah reaksi biokimia, dan semua fenomena dalam tingkat molekul dapat dijelaskan dengan biokimia,” lanjut beliau.

Dokter yang memiliki prinsip hidup “Selalu membuat orang senang” ini berpegang teguh pada prinsipnya dengan cara tidak ingin menyusahkan orang lain serta tidak pamrih.

Bersikap fleksibel, termasuk dengan mahasiswa yang beliau ajar merupakan salah satu sifat yang patut diteladani dari pria kelahiran Bukit Tinggi 1946 ini. “Janganlah berprinsip terlalu kaku dan bersikaplah fleksibel di dalam menghadapi mahasiswa,” urainya.

Hobi berolahraga yang dilakoninya sejak muda membuatnya masih tampak terlihat segar di awal usia 60-an ini. “Dulu waktu muda saya suka berolahraga apa saja, sedikit-sedikit semuanya,” kata beliau. “Saat ini saya suka membaca, apa saja, sebelum tidur saya selalu menyempatkan diri untuk membaca,” lanjutnya.

Membaca adalah suatu kebutuhan baginya. Pria yang sudah banyak mempublikasikan berbagai jurnal ilmiah di dalam bidang biokimia ini memang menekankan bahwa membaca merupakan kegiatan yang sangat berguna.

Membaca dapat membuka wawasan dan memperluas pengetahuan. Beliau menyarankan terutama bagi yang muda-muda untuk banyak membaca. “Dan ingat agar selalu konsisten dengan profesi kita sebagai ilmuwan.”

Semangatnya, prinsip hidupnya, dan sifatnya yang pantang menyerah di dalam berbagai keadaan merupakan suri teladan bagi para peneliti-peneliti muda yang akan mengikuti jejaknya. Teruslah belajar, meneliti, dan berikan sumbangan terbesarmu untuk ilmu pengetahuan. (TRH)

Transduksi Sinyal dalam Gagal Jantung:
Peranan Protein Kinase C, MAPK,
dan GATA4. Eber Papyrus 2004

Lintasan Transduksi Sinyal
dalam Hipertrofi Kardiomiosit:
Peranan Faktor Transkripsi
dan Protein Kinase. 2004

Regulasi ekspresi gen
peptide natriuretik
sebagai respon terhadap
beban berlebih jantung. PBBMI 2004.

Enzim: Peranan Biologik,
Transformasi Ganas
dan Transduksi Sinyal,
Eber Papyrus 2005

Pengaruh Hipoksia Sistemik Kronik
terhadap Ekspresi Gen HIF-1α
dan Kematian Sel Terprogram
pada Jantung Tikus, PBBMI 2008

DR.dr. Frans Ferdinal, MS

DR.dr. Frans Ferdinal, MS
Tempat&Tanggal Lahir:
Bukit Tinggi,
21 November 1946
Alamat:
Jl. Pati Unus No. 75,
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Agama:
Islam
Status Perkawinan:
Menikah

RIWAYAT PENDIDIKAN

Fakultas Kedokteran 
Universitas Indonesia, 1978

Magister Biokimia PPS
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia
1993

Program Doktoral/S3-Program
Studi Biomedik
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia 2009

PEKERJAAN

Dosen PNS FK UNTAR
Pangkat:
Pembina Utama Muda/IVC
Jabatan:
Lektor Kepala Biokimia
dan Biologi Molekuler
FK Untar

PELATIHAN

Course:
Biochemistry Education for
the Millenium University California
of San Fransisco (UCSF) 1996 Course:
Current Technique
in Protein Research,
University California
of San Fransisco (UCSF) 1997

TUGAS LAIN

Staf Pengajar Luar Biasa
Program Pascasarjana
Ilmu Biomedik FKUI,
dalam pengantar mata kuliah
Bioteknologi Kedokteran

ORGANISASI PROFESI

Pengurus Perhimpunan
Biokimia dan Biologi
Molekuler Indonesia
 
Anggota ASBMB
(American Society for
Biochemistry and Molecular Biology)

PUBLIKASI DAN PRESENTASI ILMIAH

The effects of stem bromelain
immobilization by covalent attachment
onto CNBr-sepharose 4B toward
enzymatic activities
and stabilities.
FASEB Journal 1997

Cancer in Biochemistry Perspectives:
Oncogene and Signal Transduction.
The 6th Course & Workshop
Basic Sciences in Oncology, 2003

0 Komentar

Belum ada komentar