Sukses

Ciptakan Budaya; Peningkatan Kualitas & Kerjasama

Semenjak mendapatkan pengalaman sebagai pelaku kesehatan di masa awal karirnya, beliau sangat memerhatikan aspek dalam perihal pembinaan mengelola sebuah instansi kesehatan. Karena kini, ilmu yang didapat dari pengalamannya diimplementasikan dalam menjala

Banyak yang perlu diteladani dari dokter kelahiran Palembang 50 tahun silam ini.

Semenjak mendapatkan pengalaman sebagai pelaku kesehatan di masa awal karirnya, beliau sangat memerhatikan aspek dalam perihal pembinaan mengelola sebuah instansi kesehatan. Karena kini, ilmu yang didapat dari pengalamannya diimplementasikan dalam menjalani kewajibannya sebagai Direktur dalam membina kelola Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta.

Dokter yang dianugerahi 3 anak dari perkawinannya ini memperkenalkan konsep ‘Lintas Ilmu Disiplin’ pada penatalaksanaan manajemen rumah sakit. Dimana konsep ini menekankan esensi komunikasi kerjasama sehat pada setiap bidang ilmu kedokteran dalam menangani pasien.

Sebagai contoh kasus, seorang wanita mengadukan nyeri pada bagian perutnya. Hasil diagnosa menyimpulkan pasien menderita usus buntu. Dimana dalam perihal pengobatannya langsung ditangani oleh dokter spesialis bedah digestif. Namun pada saat tengah operasi, ditemukan tidak adanya masalah usus buntu dan malah baru teranalisa yang menyimpulkan indikasi derita sang pasien merupakan indikasi dari kehamilan diluar kandungan (ectopic pregnancy). Yang terjadi malah sang dokter spesialis bedah digestif ‘melepaskan’ masalah dan mengalihkan masalah kepada departemen kedokteran spesialis kebidanan & kandungan dengan alasan diluar yurisdiksi bidangnya.

Alhasil, pasien semakin menderita, biaya yang dikeluarkan menjadi berkali lipat, derita tak kunjung selesai, masalah kian membias hingga mengancam kredibilitas dokter serta instansi yang memayunginya tersebut.

Dengan konsep ‘Lintas Ilmu Disiplin’, dimana semua departemen dari setiap ilmu kedokteran bekerjasama dalam menangani pasien. Intinya komunikasi. Diperlukan interaksi komunikasi antar jaringan ilmu kedokteran.

“Dengan demikian, yang diuntungkan adalah pasien. Pasien lebih cepat sembuh, biaya lebih efisien, kinerja dokter pun lebih efektif dan tepat guna”, ujar beliau.

Perlu diketahui, konsep tersebut merupakan terobosan baru dalam bidang ilmu kedokteran. Karena selama ini masing-masing ilmu kedokteran begitu kekal berdiri sendiri-sendiri. Walau sudah banyak yang mewacanakan dari dahulu, namun belum ada yang mengimplementasikan secara sistematis dan konsekuen.

Secara bertahap konsep “Lintas Ilmu Disiplin” diaplikasikan ke berbagai departemen kedokteran di RSPP. Dimana pengaplikasian konsep tersebut merupakan bagian dari usaha peningkatan kualitas pelayanan RSPP kepada masyarakat.

Baliau mengakui, ditengah era kompetisi global ini, sudah saatnya RSPP untuk mengembalikan ‘track’ RSPPsebagai rumah sakit yang bertaraf internasional. Dengan demikian, rumah sakit yang tengah beliau kelola dapat memberikan layanan yang terbaik dan dapat bersaing dengan rumah sakit di luar negeri. Semoga.[](DA)

Dr. Musthofa Fauzi, Sp. An

Dr. Musthofa Fauzi, Sp. An.
Tanggal Lahir:
Palembang, 9  Februari 1958
Status  :
Menikah, dianugerahi 3 anak.

RIWAYAT PENDIDIKAN

Lulus dokter:
1985
Fakultas Kedokteran
Universitas Sriwijaya,
Palembang.

1994
Program Pendidikan
Dokter Spesialis I,
Anestesiologi & Intensice Care Unit
Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada

1997
Cardio-Thoracic Anastesia,
RS Harapan Kita, Jakarta.

1998
Cardio-Thoracic Anastesia,
Onze Lieve Vrouwe Gasthuis,
Amsterdam.

2006
Magister Manajemen Rumah Sakit,
Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada.

RIWAYAT PEKERJAAN

1985 – 1988
Dokter Umum dan Dokter ICU,
RS Pertamina Plaju.

1988 – 1990
Dokter Umum
dan Dokter Hiperkes,
RS Pertamina Plaju.

1990 – 1993
Kepala RS Petamina,
Bajubang, Jambi.

1998 – 1999
Kepala Instalasi
Gawat Darurat
RS Pertamina Balikpapan.

1999 – 2000
Kepala Instalasi
Anestesiologi & ICU,
RS Pertamina Balikpapan.

2000 – 2003
Dokter Spesialis
Anestesiologi ,
RS Pusat Pertamina,
Jakarta.

2003– 2004
Kepala Instalasi
Gawat Darurat,
RS Pusat Pertamina,
Jakarta.

2004– 2006
Kepala Instalasi
Anestesi & ICU,
RS Pusat Pertamina,
Jakarta.

2006– 2008
Dokter Spesialis
Anestesiologi,
RS Pusat Pertamina,
Jakarta.
2006– 2008
Ketua Komite
Keselamatan Pasien,
RS Pusat Pertamina,
Jakarta.

2006– 2008
Ketua Sub-Komite
Peningkatan Mutu Layanan
dan Audit Medik,
RS Pusat Pertamina,
Jakarta.

2008 – sekarang
Direktur RS Pusat Pertamina,
Jakarta.

 

0 Komentar

Belum ada komentar