Sukses

Ramah, lugas, dan berwibawa

Begitulah kesan yang didapat Klikdokter.com dari perbincangan dengan beliau siang itu. Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili, Sp.KK(K), seorang pakar Infeksi Menular Seksual (IMS) sekaligus guru besar Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI yang kiprahnya

Begitulah kesan yang didapat Klikdokter.com dari perbincangan dengan beliau siang itu. Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili, Sp.KK(K), seorang pakar Infeksi Menular Seksual (IMS) sekaligus guru besar Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI yang kiprahnya sudah tidak perlu dipertanyakan. Ketertarikannya dalam bidang IMS sudah tampak sejak beliau lulus sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin dari FKUI pada tahun 1974.

Hal ini terbukti dengan banyaknya kursus dan kegiatan sosial dalam bidang IMS yang beliau ikuti. Bahkan hingga saat ini beliau masih aktif dalam organisasi dan kelompok studi dalam bidang IMS baik di dalam maupun di luar negeri.

Berangkat dari kecintaannya pada bidang IMS, beliau memutuskan untuk mengangkat topik mengenai “Infeksi Menular Seksual dan Permasalahannya” sebagai pidato Purnabakti Guru Besar beliau pada tanggal 20 November 2008 lalu. Topik ini sangatlah relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, mengingat masih banyaknya masalah yang dihadapi dalam kesehatan reproduksi, khususnya mengenai IMS.

“Sesungguhnya IMS bukan hanya masalah kesehatan tapi juga menyangkut masalah sosial, budaya, ekonomi dan politik”, ujar suami dari dr. Emmy Soedarmi Sjamsoe, Sp.KK(K) ini.

Dalam pidato siang itu, beliau juga mengatakan bahwa bila ditinjau dari segi usia, pasien IMS yang paling menderita adalah kelompok usia muda, karena perilaku dan kondisi biologisnya belum matang. Mengacu pada fakta tersebut, masalah komunikasi, informasi, dan edukasi mendapat tempat pertama dalam bidang kesehatan, mengingat pentingnya pendidikan seksual dalam perkembangan masalah IMS.

Terdapat fenomena dalam masyarakat Indonesia, dimana masalah seksual masih tabu untuk dibicarakan, padahal pendidikan seksual harus sudah dimulai sejak dini dalam keluarga. Kurangnya pengetahuan seksual yang baik menyebabkan anak cenderung mencari informasi dari banyak media cetak ataupun elektronik yang semakin mudah diakses sehingga masih banyak informasi yang keliru.

Yang tidak kalah memprihatinkan adalah masalah pencegahan. Berdasarkan hasil survey pada 17 kota besar di Indonesia, terlihat betapa usaha pencegahan yang dilakukan oleh para wanita penjaja seks (WPS) sangatlah minim. Hanya sebagian kecil di antara mereka yang pernah / selalu memakai kondom saat melayani tamunya dan sebagian besar melakukan penyucian alat kemaluan yang salah dan mengonsumi obat yang tidak rasional.

“Bahkan terkadang tamu mereka yang menolak menggunakan kondom sehingga diperlukan toleransi dan kesadaran baik dari WPS ataupun pasangan seksual mereka”, tambah ayah dari 2 putra dan 2 putri ini.

Belum selesai masalah IMS, Indonesia juga diramaikan dengan infeksi HIV dan penyalahgunaan narkoba. Mengenai hal ini, beliau yang menjabat sebagai sekretaris Pokdisus AIDS FKUI-RSCM berkomentar bahwa IMS, infeksi HIV dan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dipisahkan. Karena masalah seks bebas banyak dilatarbelakangi oleh penyalahgunaan narkoba itu sendiri.

Untuk itu dibutuhkan kesadaran penderita dan pemakai narkoba untuk bertoleransi dengan tidak melakukan hal yang dapat menularkan infeksi mereka kepada yang lain, begitupun sebaliknya. Stigma negatif masyarakat terhadap IMS, infeksi HIV dan narkoba juga perlu dibenahi untuk masa depan yang lebih baik. Bahkan jika memungkinkan, perlu dilakukan terapi psikososial untuk para penderita IMS, infeksi HIV ataupun pemakai narkoba.[] (SO)

Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili, Sp.KK (K)

Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili,
Sp.KK (K)
Tanggal Lahir:
Bukit Tinggi, 20 Juli 1943
Istri :
dr. Emmy Soedarmi Sjamsoe,
Sp.KK(K)
Anak:
2 putra
2 putri

RIWAYAT PENDIDIKAN

Lulus dokter:
1968
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

Lulus Spesialis:
1974
Brevet Ahli Ilmu
Penyakit Kulit dan Kelamin,
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

RIWAYAT PEKERJAAN

Staf bagian Ilmu
Kesehatan Kulit dan Kelamin
(IKKK) FKUI-RSCM

Staf sub.bagian IMS bagian
IKKK FKUI-RSCM, 1974-skrg.

Ka sub bagian IMS bagian
IKKK FKUI-RSCM, 1977-2002

Ka bagian IKKK FKUI-RSCM,
1990-2000

Pengajar mahasiswa FKUI
dalam bidang IKKK,
1976-skrg.

PENGHARGAAN

Juara harapan I
penelitian terbaik
FKUI, 1992.

Juara III
penelitian terbaik
FKUI, 1994.
Satyalancana Karya Satya 20 tahun.
Agustus 2004

Wirasista,
bidang pengembangan
ilmu penyakit menular seksual.
PERDOSKI, 2008.

ORGANISASI / PROFESI
  • Anggota IDI, 1968-skrg.
  • Anggota PADVI/PERDOSKI, 1968-skrg.
  • Bendahara PADVI Pusat, 1980-1989
  • Anggota dan Executive Committee Sexual Transmitted Disease, South East Asia (STD-SEA), 1990-skrg.
  • Anggota dan executive committee Herpes Study Group, South East Asia (HSG-SEA), 1992-skrg.
  • Ketua Dewan Pertimbangan Profesi PERDOSKI, 2005-2008
  • Ketua Komisi Ujian Nasional Kolegium IKKK, 2005-2008
  • Ketua Komisi Sertifikasi dan Kompetensi, 2008-2011
  • Ketua Dewan Pertimbangan Profesi PERDOSKI, 2008-2011
  • Pembimbing 27 tesis, editor 15 buku, penulis utama 36 artikel penelitian, penulis utama 70 seminar / buku, dan penulis pembantu 68 artikel.

 

0 Komentar

Belum ada komentar