Sukses

Bekerja dengan ikhlas

Sebagai seorang ahli di bidangnya, ketua umum PERDALIN (Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia) ini banyak terlibat di berbagai penelitian.

 

Guru besar divisi penyakit tropik dan infeksi FKUI RSUPN-CM dengan segudang kesibukan ini masih terlihat bugar di usianya yang sudah memasuki dekade ke-6. Berbagai amanah jabatan yang dipegangnya saat ini, baik sebagai salah satu pengajar di bagian penyakit dalam sub tropik infeksi FKUI RSUPN-CM, ketua Dewan Guru Besar (DGB) FKUI, ketua Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia (PETRI), dan ketua PERDALIN (Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia) yang bergerak di bagian pengendalian infeksi terutama infeksi rumah sakit, cukup menggambarkan betapa besarnya kepercayaan rekan sejawat dan masyarakat kepada pria kelahiran Boyolali 1948 ini.

Sebagai seorang ahli di bidangnya, ketua umum PERDALIN (Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia) ini banyak terlibat di berbagai penelitian. Penelitiannya yang berjudul ‘Kebijakan Penggunaan Antibiotika Bertujuan Meningkatkan Kualitas Pelayanan pada Pasien dan Mencegah Peningkatan Resistensi Kuman’ mengantarkannya sebagai Guru Besar FKUI Januari 2005 kemarin. Sebagai salah satu staf pengajar, tentunya hal ini sejalan dengan tridharma yang menjadi tugas pokok divisi tropik infeksi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengembangan.

“Untuk menghilangkan suatu penyakit kita harus melakukan 3 hal, yaitu menghilangkan sumber kuman, memutus mata rantai penularan, dan meningkatkan daya tahan host atau masyarakat.”

Organisasi  PERDALIN sendiri bekerjasama dengan Departemen Kesehatan (DEPKES) berupa Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di dalam training untuk pengendalian infeksi, baik penyakit yang sudah lama beredar seperti malaria, demam berdarah, demam tifoid, sampai dengan penyakit yang sedang mewabah seperti Flu Burung (H5N1) dan Flu Babi (H1N1). Anggota PERDALIN sendiri sering diundang oleh Depkes sebagai pembicara di dalam seminar atau melakukan in house training untuk pengendalian infeksi.

“Untuk menghilangkan suatu penyakit kita harus melakukan 3 hal,

yaitu menghilangkan sumber kuman, memutus mata rantai penularan, dan meningkatkan daya tahan host atau masyarakat.” Menghilangkan infeksi tersebut dengan menghilangkan sumber yaitu dengan cara meningkatkan deteksi dini, memutus mata rantai penularan, seperti program 3M (menguras, menutup, mengubur) dan fogging untuk kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)

Dengan banyaknya infeksi di sekitar kita, tindakan pengendalian infeksi ini harus dilakukan guna mencegah meningkatnya penyebaran kasus infeksi. Pengendalian ini pun sebaiknya dilakukan secara serentak agar efektif, hal ini pulalah yang masih menjadi kendala.

“Memang mungkin ada beberapa alumnus yang terpengaruh dengan kehidupan atau lingkungan sehingga melupakan nilai-nilai luhur, namun semuanya akan kembali ke masing-masing individu,’ lanjutnya.

Ketika ditanyakan mengenai kurangnya soft skill alumnus FKUI yaitu antara lain adalah kesantunan, berkaitan dengan seminar yang baru saja diadakan 15 Juli kemarin dengan judul ‘Kebersamaan, Kesejawatan, dan Kesantunan di antara alumni FKUI dari sudut pandang multidimensi’ ini, suami dari Drg. Surini memberikan pandangannya yang cukup bijaksana.

Sebagai salah satu pengajar, beliau menekankan bahwa di dalam setiap pengajaran yang dilakukan selalu diselipkan berbagai soft skill, dari profesionalisme, kesantunan terhadap pasien, pengajar, dan juga empati. Hal ini terutama sudah diterapkan di dalam modul pengajaran saat ini yaitu sistim KBK atau Kurikulum Berdasarkan Kompetensi. “Memang mungkin ada beberapa alumnus yang terpengaruh dengan kehidupan atau lingkungan sehingga melupakan nilai-nilai luhur, namun semuanya akan kembali ke masing-masing individu,’ lanjutnya.

‘Yang paling penting adalah bekerja dengan ikhlas’.

Ketika ditanyakan tentang tips kebugarannya dengan kesibukan yang sangat tinggi ini, beliau tersenyum dan menjawab, ‘Yang paling penting adalah bekerja dengan ikhlas’. Dengan prinsip ini, pekerjaan sebanyak apapun akan dibawa ‘enjoy’ dan dinikmati bukan sebagai beban. Ayah dari 3 anak ini pun pandai membagi waktu untuk keluarganya sehingga baik pekerjaan maupun keluarga memperoleh waktu yang cukup. Guna menjaga staminanya, staf pengajar fkui ini pun selalu menyempatkan dirinya untuk berolahraga di sela-sela kesibukan. (TRH)

 

Prof. DR. Djoko Widodo, SpPD-KPTI

Prof. DR. Djoko Widodo, SpPD-KPTI
Tempat &Tanggal Lahir :
Boyolali, 13 Maret 1948
Alamat:
Pondok Bambu, Jakarta Timur
Agama:
Islam
Isteri :
Drg. Surini
Anak :
Ardhi Wibowo
Amalia Sani
Astrid Widorini

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

Pendidikan Kedokteran:
FKUI, tamat 1972
Spesialis Penyakit Dalam:
FKUI, tamat 1979
Subspesialis Tropiko Infeksiologis (Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi):
FKUI, tamat 1986
Pengukuhan Guru Besar:
FKUI, 2005

KEPENGURUSAN DALAM ORGANISASI PROFESI

Ketua Umum Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (PERDALIN) cabang Jakarta
Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (PERDALIN)
Ketua Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia (PETRI)

DAFTAR KARYA ILMIAH:
  • Hasil Penelitian yang dipublikasikan sebagai penulis utama :
-Kuman penyebab Infeksi Nosokomial dan Pola Kepekaannya Terhadap Antibiotik di RSUPN-CM (1998)
 
-Kasus Keracunan Akut di RSUPN-CM (1999)
 
-Hubungan Kadar Natrium dengN Hemokonsentrasi pada Penderita Demam Berdarah Dengue (2000)

Penggunaan Steroid pada Demam Tifoid Toksik (2000)

- The Clinical, Laboratory, and Microbiological Profile of Patients with Sepsis at the Internal Medicine Inpatients Unit of Cipto Mangunkusumo National General Hospital, Jakarta (2004)
 
- Surveillance of Nosocomial Infection in Dr. Cipto Mangunkusumo National General Hospital, Jakarta (2004)
  • Daftar karya ilmiah hasil penelitian yang dipublikasikan sebagai penulis pembantu : 3 Karya Ilmiah
  • Daftar karya ilmiah bukan hasil penelitian yang dipublikasikan sebagai penulis utama : 20 Karya Ilmiah
  • Daftar karya ilmiah bukan hasil penelitian yang dipublikasikan sebagai penulis pembantu : 15 Karya Ilmiah
  • Daftar karya ilmiah berupa buku : 5 Karya Ilmiah
Daftar karya ilmiah lain-lain : Penulis Utama (15 Karya Ilmiah), Penulis Pembantu (6 Karya Ilmiah)

TANDA PENGHARGAAN

Penghargaan atas dharmabakti pada KTT Gerakan Non Blok ke-10 sebagai staf kesehatan
Penghargaan atas dharmabakti pada APEC sebagai staf kesehatan
Piagam Karya Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI, atas dharmabakti 20 tahun berturut-turut sebagai pegawai negeri
Penghargaan Sudjono Djuned Pusponegoro dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia atas prestasi sebagai juara 1 Penulis Utama dalam kelompok Tinjauan Pustaka dengan judul : Perkembangan Diagnosis Laboratorium Demam Tifoid

 

0 Komentar

Belum ada komentar