Sukses

Hormati Orang Lain Dahulu, Jika Ingin Dihormati

Figur tokoh kesehatan kali ini menghadirkan Dr. dr. Ratna Sitompul, SpM(K), seorang perempuan bersahaja yang memiliki kemampuan intelektual luar biasa hingga diberikan tanggung jawab mandat sebagai Dekan di sebuah universitas terkemuka di Indonesia.

Figur tokoh kesehatan kali ini menghadirkan Dr. dr. Ratna Sitompul, SpM(K), seorang perempuan bersahaja yang memiliki kemampuan intelektual luar biasa hingga diberikan tanggung jawab mandat sebagai Dekan di sebuah universitas terkemuka di Indonesia.

Beliau menyampaikan keprihatainan atas ketidakberimbangan pemberitaan dunia medis di Indonesia, sebagaimana beliau utarakan dalam kesempatan acara Temu Wicara Kebersamaan, Kesejawatan, & Kesantunan di Antara Alumni FKUI, di Ruang Sena Gedung Pratista Sutomo Tjokronegoro, Departemen Patologi Anatomik FKUI Jakarta.

Beliau mengutarakan, bahwasanya profesi dokter adalah profesi yang sangat terhormat, tidak hanya di Indonesia tetapi di berbagai negara. Walaupun saat ini mendapat publikasi yang negatif, kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter mencapai 81%  di Inggris.

Demikian adanya, seluruh aset sumber daya manusia yang ditempa pada fakultas kedokteran di Indonesia seyogyanya diberikan keterampilan berkomunikasi terhadap sesama sejawat, senior maupun pasien.

Belum lagi pengalaman dalam menjalani proses pendidikan kedokteran yang berat melelahkan dan waktu senggang yang sempit menimbulkan tekanan-tekanan yang berat serta melelahkan pada mahasiswa. Bahkan, materi yang ‘dicekoki’ ke calon dokter barulah sekian persen bagian dari badan keseleruhan ilmu kedokteran. Mereka dituntut lagi aktif mengikuti seminar dan pelatihan medis lainnya untuk mengasah kompetensi mereka secara berkala.

Disinilah persoalan mengemuka, beliau sadar betul para calon dokter masih memiliki kendala dalam kurikulum komunikasi. Baik itu kepada pasien maupun sesama rekan sejawat kesehatan. Komunikasi yang kurang efektif inilah yag menyebabkan gangguan hubungan dokter dengan berbagai pihak.

Ibu yang dianugerahkan dua buah hati; Ravianda Firmanda dan Wibisono Firmanda dari perkawinannya dengan dr. Dody Firmanda, SpA. MA ini juga mengemukakan dari peran staf pengajar dalam memberikan perannya sebagai role model dalam berinteraksi selama pendidikan, yang tidak hanya menjalankan fungsi tugas di sebuah fakultas kedokteran.

Lebih lanjut beliau menyisipkan sebuah cerita yang menerbitkan rasa bangga. Juni 2009 lalu beliau mendapat surat bertuliskan tangan dari seorang mantan pasien yang dirawat oleh mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani proses co-as. Dalam suratnya tersebut, sang mantan pasien mengutarakan rasa terimakasih atas pelayanannya yang sangat memuaskan.

Dokter kelahiran 49 tahun silam ini langsung memerlihatkan kepada audiensi acara tersebut, surat yang ditulis tangan oleh pasien yang dimaksud dengan slide projector. Beliau menuturkan, betapa berartinya makna surat ini bagi dirinya. Tidak hanya menjadi sebuah aktualitas identitas jati diri bagi sebagian komunitas, namun bagi dunia kesehatan.

Karena menurut beliau, surat tersebut adalah sebagai bukti, hasil kerja yang ikhlas penuh pengertian menghargai dan menghormati posisi pasien, akan membuahkan buah positif pula.

Disinilah beliau mulai menghimbau, “Anda bisa cari dibukun teori kesantunan manapun, rumus sederhana untuk mendapatkan kehormatan adalah hormati orang lain dulu sebagaimana Anda ingin dihormati.[](DA)

Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K)

Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp. M(K)

Tanggal Lahir:
Jakarta, 6 - 2 – 1961

Agama:
Islam

Nama Suami:
dr. Dody Firmanda, Sp.A MA

Nama Anak:
Ravianda Firmanda
Wibisono Firmanda


RIWAYAT PENDIDIKAN
Lulus Pendidikan Dokter:
1990
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Lulus Pendidikan Spesialis Kedokteran:
1994
Program Pendidikan Dokter
Spesialis Mata
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

Lulus Doktor:
2005
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.

RIWAYAT PEKERJAAN
Dokter Umum
RSU Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah
(1987-1989)

Pengajar di FKUI / RSUPN-CM 
(1994 – sekarang)

Staf Sub Bagian Infeksi dan Imunologi
Bagian Ilmu Kesehatan Mata
FKUI / RSUPN-CM 
(1994 - sekarang)

Kepala Divisi Sub Bagian Infeksi dan Imunologi
Bagian Ilmu Kesehatan Mata
FKUI / RSUPN-CM 
(1999-2005)

Ketua Program Studi (KPS)
Ilmu Kesehatan Mata FKUI / RSUPN-CM 
(2005 – 2008)

Dekan FKUI
(2008 – sekarang)

0 Komentar

Belum ada komentar