Sukses

Teman adalah yang terpenting

Salah satu pelopor pendirian Klinik Kardiovaskular RS Hospital Cinere ini masih terlihat bugar di usianya yang memasuki 62 tahun. Usia bukanlah penghalang baginya untuk tetap aktif dan berperan di dalam bidang kesehatan. Buktinya, tanggung jawab sebagai K

Salah satu pelopor pendirian Klinik Kardiovaskular RS Hospital Cinere ini masih terlihat bugar di usianya yang memasuki 62 tahun. Usia bukanlah penghalang baginya untuk tetap aktif dan berperan di dalam bidang kesehatan. Buktinya, tanggung jawab sebagai Kepala Klinik Kardiovaskuler Hospital Cinere pun masih sanggup disandangnya.

Diawali dari penghargaannya yang sangat besar dalam bidang kemanusiaan, fakultas kedokteran menjadi pilihan hidupnya. Sebagai anak ke-3 dari 7 bersaudara, hubungan antara manusia dan pertemanan merupakan hal terpenting yang dipelajarinya di dalam keluarga.

Prinsip hidupnya adalah selalu menjalin pertemanan tanpa memandang status sosial. “Teman adalah yang terpenting,” ujarnya, “Kita tidak akan pernah tahu siapa yang membantu kita di kemudian hari nanti.” ujar pria yang tidak pernah segan untuk berteman dengan siapa saja ini.

Sosok sang ayah yang bergabung di dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) memberikan banyak pedoman dan panutan bagi pria kelahiran Tulung Agung ini. Sifat disiplin, rendah diri, dan penanaman jiwa kemanusiaan yang luar biasa tertanam dan menjadi pedoman hidupnya hingga saat ini.

Peristiwa jatuh sakitnya sang ayah yang diperkirakan karena penyakit jantung menjadi titik balik hidupnya untuk mempelajari organ jantung lebih dalam lagi. Hal ini pulalah yang mendorong ayah 3 putri ini mengambil spesialisasi jantung di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Pria kelahiran 4 Desember 1947 ini merasakan dukungan penuh dari keluarganya. “Saya tentunya tidak akan berhasil tanpa dukungan dari istri dan anak-anak,” terangnya. Istri yang memiliki profesi yang sama namun memilih bekerja di bidang struktural pun sangat memahami kesibukan dan selalu mendukung setiap langkah yang diambilnya.

Karirnya diawali sebagai salah satu staf medis di PN Timah, Jakarta. Selepas jabatannya sebagai dokter perusahaan, pada tahun 1992, beliau mendirikan RS Hospital CInere. Saat ini beliau menjabat sebagai Kepala dari Klinik Kardiovaskular RS. Hospital Cinere yang meskipun baru berdiri 3 tahun terakhir, namun mampu menampilkan pelayanan, tenaga medis, dan teknologi yang tidak kalah dengan RS di luar negeri.

Sebagai Kepala dari Klinik Kardiovaskular, beliau mencoba membuat visi dan misi ‘pelayanan plus’ untuk penyakit jantung dan pembuluh darah. Sudah saatnya menurut beliau, Indonesia bangkit di bidang kesehatan. Dalam hal ini sebagai percontohan adalah pelayanan penyakit jantung dengan standar Internasional. “Dokter di Indonesia pun tidak kalah dibandingkan dokter luar negeri.” ujar beliau.

Para dokter spesialis jantung yang dipersiapkan oleh dr. Parmono pun tidak main-main, tim mereka terdiri dari 7 dokter spesialis jantung full timer yang telah mengambil berbagai kursus intervensi, elektrofisiologi, dan MSCT di luar negeri. Ditunjang dengan pelayanan 24 jam sehari, 7 hari seminggu dokter spesialis jantung siaga, beliau mengatakan tidak takut untuk menyongsong era globalisasi tahun 2010.

Menyambut AFTA 2010, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan lebih baik menyiapkan sumber daya terlatih dengan teknologi tercanggih, diagnosis tepat serta penanganan cepat. Dengan berbekal semua ini, Indonesia tidak akan kalah dengan tenaga medis dari luar.

Klinik kardiovaskular yang dibentuknya pun diharapkan akan menjadi percontohan penanganan yang holistik guna perbaikan pelayanan di Indonesia. Beliau juga mengatakan bahwa tentunya lebih penting untuk mencegah dibandingkan mengobati. Beliau menyarankan untuk selalu memperhatikan kesehatan dengan melakukan medical check-up rutin guna mendeteksi dini penyakit.[](TRH)

dr. Parmono, Sp.JP

 

Dr. Parmono, SpJP

Tempat &Tanggal Lahir :
Tulung Agung, 4 Desember 1947

Email:
parmono_tayib@yahoo.com

Agama:
Islam

Status Perkawinan :
Menikah dengan tiga puteri


RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

Pendidikan Kedokteran:
FKUI, tamat 1974

Spesialis Ilmu Jantung :
FKUI, tamat 1983

RIWAYAT PEKERJAAN

1992 - sekarang
Cardiologist di Klinik Kardiovaskular RS. Hospital Cinere

1994 - 1997
The Committee of the Indonesian Heart Association

1996 - 2000
Head of Medical Committee at RS. Hospital Cinere

2001 - present
Head of Staff Medic Functional of Cardiology at RS. Hospital

2006 - present
Head of Cardiovascular Clinic RS. Hospital Cinere

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar