Sukses

Jangan merugikan orang lain. Lebih baik mengulurkan tangan kepada orang lain karena pasti akan dibalas lebih baik

Guru besar dari bagian ilmu penyakit kulit dan kelamin ini sejak SMA memang bercita-cita ingin masuk kedokteran. Mewujudkan cita-citanya, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) merupakan tempatnya menuntut ilmu selama 6 tahun berikutnya selepas

Hal tersebut merupakan pandangan hidup yang dianut oleh Prof. Dr. dr. Benny Effendi Wiryadi, Sp.KK (K). Moto hidup yang diucapkannya dengan lantang tanpa ragu tersebut telah membawanya sebagai salah satu konsultan penyakit kulit dan kelamin yang banyak dicari oleh pasiennya.

Guru besar dari bagian ilmu penyakit kulit dan kelamin ini sejak SMA memang bercita-cita ingin masuk kedokteran. Mewujudkan cita-citanya, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) merupakan tempatnya menuntut ilmu selama 6 tahun berikutnya selepas SMA. Selesai kedokteran, tanpa tedeng aling minatnya langsung ke arah Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ketika ditanyakan mengapa memilih bidang tersebut beliau berkata, “Saya tertarik dengan penyakit-penyakit kulit yang aneh dan kasusnya banyak, seperti psoriasis, bukan jenis-jenis penyakit kosmetik.”

Makalah pertamanya mengenai Lepra memang membawanya mendalami penyakit yang masih dibilang aneh oleh masyarakat. Dari lepra sampai psoriasis, jenis penyakit yang lama, sulit, dan membuat pasien depresi adalah minat yang digelutinya sampai sekarang.

Ayah 2 anak yang merupakan ahli penyakit psoriasis di Indonesia ini memang tertarik dan mendalami penyakit psoriasis sejak awal beliau masuk kulit sampai menjadi Konsultan di Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI/RSCM. “Kasihan orang-orang tersebut dikucilkan,” lanjutnya menjelaskan mengenai psoriasis. Anehnya, saat ini memang tidak ada yang tertarik mengenai psoriasis, hal ini juga yang mendorongnya menjadi ahli psoriasis Indonesia.

“Dari yang miskin sampai yang kaya, dari sabang sampai merauke, semua suku bangsa bisa terkena psoriasis.  Memang penyakit yang aneh.” ujarnya.

Pria kelahiran Jakarta, 1943 ini merasakan suatu tantangan dari penyakit psoriasis karena sulitnya pengobatan, seringnya kambuh, dan dapat membuat depresi sampai keinginan bunuh diri pada pasiennya karena frustasi berat terhadap penyakitnya. Psoriasis dapat menyerang segala usia, segala kalangan. “Dari yang miskin sampai yang kaya, dari sabang sampai merauke, semua suku bangsa bisa terkena psoriasis. Memang penyakit yang aneh,” lanjutnya.

Psoriasis di dalam penatalaksanaannya masih banyak ‘unmet clinical need’, dalam artian perlu suatu strategi pengobatan jangka panjang. Mahalnya pengobatan untuk penyakit ini banyak membuat pasien frustasi dan putus pengobatan.

Pengobatan psoriasi yang terbaik saat ini adalah sinar, remisinya paling panjang, dan memiliki efek samping menjadi hitam.

Konsultan yang pandai berdansa dan bernyanyi ini memiliki cita-cita untuk mendirikan suatu pusat yang menangani psoriasis secara holistik. Pusat psoriasis nasional ini penting untuk pasien, pendidikan, dan penelitian. Untuk ini butuh dukungan dana besar subsidi pemerintah dan donatur.

Pengajar dan penguji mahasiwa maupun PPDS FKUI di bagian kulit dan kelamin ini banyak menghabiskan waktu senggangnya dengan berdansa dan beryanyi. Mengaku jarang pergi kemana-mana, suami dari Susanne Dharmawan ini memang  memiliki suara yang cukup bagus yang menunjang hobi karaokenya.
 
Pidato Purnabakti Guru Besar yang baru dilakukan oleh Ketua Kelompok Studi Psoriasis Indonesia ini jumat kemarin memang menjabarkan mengenai penyakit psoriasis di Indonesia, kesulitannya, dan cita-cita mulianya yaitu pendirian pusat psoriasis nasional.

Pandangan hidup yang sangat mendidik, keseriusan dan kesungguhannya di dalam bidang yang saat ini digelutinya mengantarkan sosok Benny E Wiryadi menjadi teladan bagi kita semua. Cita-cita mulianya dapat memberikan harapan baru bagi kesembuhan seluruh penderita psoriasis se-Indonesia.[] (TRH)

Prof. Dr. dr. Benny Effendi Wiryadi, Sp.KK (K)

Prof. Dr. dr. Benny E. Wiryadi, SpKK(K)
Tempat & Tanggal Lahir:
Jakarta, 28 Mei 1943
Isteri:
Susanne Dharmawan
Anak:
Eva Angeline Wiryadi
Michael Abraham

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

SD , 1950 – 1956
SMP ,1956- 1959
SMA , 1959-1961
Fakultas Kedokteran UI, 1962-1969
PPDS Dep. IK Kulit dan Kelamin
di FK-UI RSCM Jakarta, 1969-1974
Pendidikan S3 bidang Kulit dan Kelamin FKUI, 2004

RIWAYAT PENDIDIKAN NON-FORMAL

The First South-East Asian Workshop on Photobiology in the tropics, 1998

Kursus Peningkatan Profesionalisme dalam Ilmu Dasar Kanker, 2000

Pelatihan analisis survival, 2004

Kursus analisis data dengan menggunakan stata, 2004

Pelatihan Konseling HIV/AIDS, 2005

Dermatology course, 2005

Kursus Laser V-Beam, 2005

Training session in the use of the Daavlin phototherapy system, 2006

Kursus pelatihan botoks dalam dermatologi, 2007

Kursus pelatihan peeling, 2007

Pelatiham pemeriksaan pasien penyakit lepara, 2007

Pelatihan liposuction, lipodiling, dan lases lipolysis, 2007

RIWAYAT KEPEGAWAIAN

Asisten Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI, 1969-1974,
Staf Departemen I.K. Kulit dan kelamin FKUI, 1974-sekarang
Kepala Subbagian Dermatologi Umum di Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI RSCM

KEPENGURUSAN DALAM ORGANISASI PROFESI

Sie Ilmiah Perdoski Jaya 1989-1992
Ketua Kelompok Studi Psoriasis Indonesia 1996-sekarang
Pengurus Pusat PERDOSKI 2002-2000
 Pengurus Seminat Diabetic Limb Indonesia-IDI

BUKU & KARYA ILMIAH

DAFTAR KARYA ILMIAH HASIL PENELITIAN YANG DIPUBLIKASIKAN SEBAGAI PENULIS UTAMA BERJUMLAH 24 KARYA ILMIAH

DAFTAR KARYA ILMIAH HASIL PENELITIAN YANG DIPUBLIKASIKAN SEBAGAI PENULIS PEMBANTU BERJUMLAH 46 KARYA ILMIAH

DAFTAR KARYA ILMIAH BUKAN HASIL PENELITIAN YANG DIPUBLIKASIKAN SEBAGAI PENULIS UTAMA BERJUMLAH 16 KARYA ILMIAH

DAFTAR KARYA ILMIAH HASIL PENELITIAN YANG DIPUBLIKASIKAN SEBAGAI PENULIS UTAMA BERJUMLAH 24 KARYA ILMIAH

DAFTAR KARYA ILMIAH BERUPA BUKU BERJUMLAH 4 BUKU
MEMBIMBING SKRIPSI/TESIS/DESERTASI BERJUMLAH 8 TESIS

 

0 Komentar

Belum ada komentar