Sukses

Rintangan Dihadapi, Bukan Dihindari!

Dibalik seluruh atribut serta kepangkatan militernya, seorang Mayjen dr. Heridadi M.Sc merupakan pribadi yang down to earth, sangat bersahaja.

Dibalik seluruh atribut serta kepangkatan militernya, seorang Mayjen dr. Heridadi M.Sc merupakan pribadi yang down to earth, sangat bersahaja.

Pun, kekakuan suasana akibat telah melalui serangkaian pemeriksaan keamanan dari prosedur tetap yang ketat di Gedung Adisucipto, Markas Besar TNI, Cilangkap, menguap dalam hitungan waktu yang detik.

Ketika ditemui di ruang kerjanya, suami dari dr. Meffida ini menceritakan awal karirnya dalam dunia kesehatan. Pada kala itu yang memotivasi beliau untuk mendalami ilmu kedokteran hanyalah untuk menunaikan bakti kepada kedua orangtua yang menginginkan salah satu dari putranya untuk menjadi seorang dokter.

Namun jiwa petualang sang Heridadi muda semakin berkobar. Untuk memuaskan minatnya, beliau memutuskan untuk bergabung dengan kesatuan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada tahun yang sama lulus dokter dari FKUI, 1977.

Dengan bekal ilmu kedokteran yang ia miliki, beliau ditempatkan di divisi kesehatan TNI. Serta merta kiprah karir beliau malang melintang dibidang kesehatan militer diiringi peraihan prestasi yang gemilang.

Walau tidak mudah, tantangan demi tantangan beliau tekuni dan diatasi dengan kegigihan dan kesabaran. Hingga kerja kerasnya membawanya kepada posisi strategis pada ruang lingkup kesehatan TNI saat ini.

Sebagai insan yang terlibat langsung dengan napak tilas sejarah kesehatan TNI, dalam usahanya mengimplementasi ruang lingkup prinsip dasar Tri Matra Darat, beliau berbagi cerita pengalaman berharga beliau ketika pernah menjabat sebagai Komandan Kontingen Garuda XIV-A yang diberangkatkan ke Bosnia Herzegovina pada tahun 1994.

Dibawah kepemimpinan beliau, kerja keras dedikasi pasukan Kontingen Garuda XIV-A yang sempat didera kejamnya iklim musim dingin yang bersalju di Bosnia, sukses meninggalkan kesan mengharumkan nama bangsa atas prestasi terbaik program Bina Teritorial dari seluruh kontingen pasukan PBB yang berasal dari negara lainnya.

Suatu kebanggaan tersendiri ketika keberhasilan yang dicapai mengharumkan nama bangsa dan negara. Namun beliau tidak segera berbesar kepala, justru beliau mengharapkan dimasa depan para generasi penerus bangsa harus meraih prestasi yang lebih baik dari saat ini.

Ketika ditanya mengenai pandangan masa depan Pusat Kesehatan TNI dalam sudut pandang pribadinya, beliau banyak menaruh harapan besar pada generasi penerus untuk dapat berprestasi lebih baik.

Beliau akui, selama mendedikasikan ilmu kedokterannya di Pusat Kesehatan TNI merupakan suatu pengalaman yang tidak dapat ditukar dengan apapun yang ada dunia ini.

Menanggapi hal tersebut,  satu hal fenomena yang beliau sayangkan yang terjadi pada dunia kedokteran 10 tahun terakhir ini. Banyak yang terjadi akhir-akhir ini semakin sedikit ditemui dokter muda yang mau mendedikasikan ilmu kedokterannya pada TNI.

“Sekarang, semenjak para dokter muda tidak diwajibkan lagi untuk berpraktek di daerah,  banyak sekali yang langung mengambil studi spesialis. Memang benar, secara ilmu keahlian mereka lebih canggih. Tetapi masalahnya, mereka butuh pengalaman. Di TNI, mereka akan mendapatkan suatu pengalaman berharga yang tidak dapat di tempat lain. Pun, kami bisa menyalurkan minat mereka (dokter yang baru lulus-Red.) jika mereka ingin menjalani studi spesialis.”  Jelasnya beliau.

Padahal, kalau ditilik lebih jauh lagi, pengalaman jelas merupakan guru yang terbaik. Pun, pengalaman Klikdokter.com bertemu dengan sosok tokoh kesehatan yang satu ini sangatlah berharga.

Sungguh banyak yang dapat diteladani dari beliau, dirinya menyimpan harapan di masa depan pada generasi mendatang untuk bisa lebih baik dari sekarang.[] (DA)

 

 

Mayor Jenderal dr. Heridadi M.Sc

Mayor Jendral dr. Heridadi M.Sc
Jabatan:
Kepala Pusat Kesehatan TNI
Tanggal Lahir:
24 Juli 1952
Istri :
Dr. Meffida
Jumlah Anak:
2 (Dua)

RIWAYAT PENDIDIKAN UMUM

Lulus dokter:
1976
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Lulus Program Pasca Sarjana
Manajemen Kesehatan:
1987

RIWAYAT PENDIDIKAN MILITER:

Sekolah Perwira Wajib Militer (SEPAWAMIL):
1977-1978
SEKALIH:
1982-1983
Pendidikan Lanjutan Perwira II (DIKLAPA II):
1988-1989
Sekolah Staf Komando Angkatan Darat
(SESKOAD):
1988-1989
Lembaga Ketahanan Nasional
(LEMHANAS):
1988-1989


KEPANGKATAN MILITER:

Letnan Satu (LETTU):
1978
KAPTEN:
1983
MAYOR:
1990
Letnan Kolonel (LETKOL):
1994
KOLONEL:
1997
Brigadir Jenderal (BRIGJEND):
2004
Mayor Jenderal (MAYJEND):
Aktif sekarang

RIWAYAT JABATAN

PAMA Kesdam II/Swj:
1 April 1978
Dokter Puslatpur Dam II/Swj:
1978
Dan Denkesdim 0403/BS:
1979
Pama Ditkesad (Dlm rangka S-2):
1985
Dan Sat Susba Pusdikkes Ditkesad:
1988
Kasi Proggar Ubad Bag Rikkes Ubad Subditbinkesmil Ditkesad:
1989
Wadan Yonkes Divif-1 Kostrad:
1990
Pamen Kostrad (dlm rangka Dik Seskoad):
1992
Dan Yonkes Divif-1 Kostrad:
1 Juni 1993
Dan Kontingen Garuda XIV-A:
1994-1995
Kabagbinsat Subditbincab Ditkesad:
1 Juni 1995
PS Kakes Kostrad:
15 Oktober 1995
Kakes Kostrad:
1 Februari 1997
Karumkit Tk. II MRM Kesdam Jaya:
1989
Kakesdam Jaya:
15 April 1999
Kasubditbincab Ditkesad:
1 Mei 2000
Danpusdikkes Kodiklatad:
1 Desember 2000
Wadirkesad:
15 Agustus 2003
Direktur Kesehatan Angkatan Darat:
16 Februari 2004
KAPUSKES TNI:
sekarang

TANDA JASA MILITER

Bintang KEP Nararya
SL Kesetiaan VIII Tahun
SL Kesetiaan XVI Tahun
SL Kesetiaan XXIV Tahun
SL Swidya Sistha
SL Shanti Dharma
UN MEDAL

PENUGASAN MILITER

Komandan Kontingen Garuda XIV A/Bosnia

1994
Indopura, Singapura
1996
Internationa Committee of Military Medicine (ICMM), Beijing
1996
Asia Pacific Defence Forum (APMMC),
New Zealand
1997
Officer Exchange, Singapura
2000
Comparative Study, Boston USA
2002
Asia Pacific Defence Forum (APMMC),
Bangkok
2003

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar