Sukses

Pencegahan Dini Lebih Baik Dari Penyembuhan

Berawal cerita ihwal karirnya sebagai spesialis pada saat memutuskan untuk menjatuhkan pilihan untuk mendalami bidang telinga-hidung-tenggorokan (THT) pada tahun 2000 silam.

Kurang lebih demikianlah prinsip yang dianut tokoh kesehatan satu ini, Dr. Tri Juda Airlangga Hardjoprawito Spesialis THT.

Berawal cerita ihwal karirnya sebagai spesialis pada saat memutuskan untuk menjatuhkan pilihan untuk mendalami bidang telinga-hidung-tenggorokan (THT) pada tahun 2000 silam.

Berbagai langkah ditempuh untuk menambah kecintaannya pada bidang THT, diantaranya dengan banyak melakukan inisiatif di pengembangan kesehatan THT masyarakat

Kini, sebagai othorhinolaryngologist, beliau memiliki visi-misi yang mulia kepada masyarakat luas, dirinya sadar begitu banyak di berbagai lapisan masyarakat yang masih belum mengetahui pentingnya kesadaran pola hidup yang sehat dan bersih.

Visinya merupakan kesimpulan dari pengamatan dirinya terhadap gejala masyarakat yang dirasa masih belum aware akan pentingnya informasi kesehatan THT dibandingkan informasi kesehatan bidang – bidang kesehatan popular lainnya seperti halnya diabetes, jantung, osteoporosis dan lain sebagainya.

Berbagai cara ditempuh guna mencapai realisasi visi tersebut, diantaranya  melalui kampanye berkesinambungan dengan melibatkan tokoh masyarakat atau public figure, terutama yang berhubungan dengan intensifitas tinggi dengan dunia suara seperti musisi, pemain band serta tak ketinggalan masyarakat berprofesi yang kerap terekspos dengan kesulitan pendengaran lainnya seperti halnya polisi, supir, pekerja pabrik, dan lain sebagainya.

Namun proses tersebut bukanlah perkara yang mudah, acapkali kendala yang dihadapi yakni sensifitas bahwa si penderita sering malu apabila mereka mengalami gangguan pendengaran (budek), menyebabkan perawatan menjadi lebih sulit apabila telat terdeteksi

Fokus utamanya untuk mengupayakan deteksi dini pendengaran terhadap bayi & balita, karena menurutnya sangat sulit mengetahui apabila anak menderita gangguan atau tidak karena mereka masih belum bisa mengungkapkan.

Berkaitan dengan hal tersebut, dokter muda penggila masakan seafood ini ingin mengupayakan agar tes pendengaran dijadikan sebuah tahapan tes wajib terhadap pendengaran bayi dan balita, karena hingga saat ini belum semua pelaku kesehatan di bidang spesialisasi anak mengetahui mengenai informasi pendeteksian dini terhadap kerusakan pendengaran yang sudah dapat dilakukan sejak bayi berumur 2 hari.

Dengan demikian, seharapan dengan dokter yang biasa disapa Angga ini, tes tersebut dapat mengurangi tingkat kesulitan pendengaran anak, karena semakin cepat tindakan perawatan, makin besar kemungkinan pendengaran akan lebih baik.

Sebagaimana dengan prinsip yang dianut beliau, pencegahan dini lebih baik dari penyembuhan. [] (DA)

 

 

Dr. Tri Juda Airlangga Hardjoprawito, Sp.THT

Dr. Tri Juda Airlangga Hardjoprawito,
Sp.THT
Tempat & Tanggal Lahir:
Jakarta, 21 Februari 1972
Istri:
Mira Safira S.Sos
Anak:
Lutfi Airlangga
Irfansyah Airlangga

RIWAYAT PENDIDIKAN

Lulus SD:
1978 - 1984
Lulus SMP:
1984 - 1987
Lulus SMA:
1987 - 1990
Lulus Fakultas Kedokteran:
Fakultas Kedokteran Unversitas Indonesia Jakarta
1990 - 1996
Lulus Spesialis:
Program Pendidikan Dokter Spesialis THT FKUI Jakarta
2000 - 2005

RIWAYAT PEKERJAAN

Lembaga Swadaya Masyarakat kesehatan ”Budaya Sehat Mandiri”
• 1996 - 2002
   Kepala Puskesmas Tegal Parang Jakarta
• 2005 - Sekarang
RS Bunda Margonda Depok sebagai dr Sp THT
• 1997 - 2000
  Staff Pengajar Departemen THT FKUI-RSCM Jakarta
• 2006 - sekarang
Asisten Deputi Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta
• 2008 - Sekarang
RS Hospital Cinere sebagai dr. Sp THT
• 2008 - Sekarang
Humas Silent Mentor Project FKUI
• 2008 - Sekarang

PENELITIAN

Analisis suara pada perokok
• 2005
Skrining Pendengaran pada pekerja industri metal
dengan audiometer dan oto acoustic emmision
• 2007
Skrining pendengaran anak SD di Kec. Tambora
• 2008

ORGANISASI

Keanggotaan IDI
•  1996.
Perhati
•  2000
International Society of Audiology
•  2008

1 Komentar