Sukses

Knowledge is power but characteristic is more..!

Di ibaratkan sebagai sebuah berlian, berlian akan bertambah nilai jualnya ketika sudah melewati proses masa pembentukan dengan diasah, pemolesan dengan granit, hingga pemotongan bagian-bagian tertentu agar berbentuk semakin menarik nan indah serta semakin
Kalimat tersebut dilontarkan dengan tegas dari mulut pria paruh baya ini yang masih terlihat tegar ketika ditanya mengenai motto hidupnya.

Menurut beliau, pembentukan karakter sifat merupakan bagian penting dalam pengembangan mental seseorang. Seiring dengan proses pembelajaran yang menyerap pengetahuan, karakter seseorang semakin terasah. Di ibaratkan sebagai sebuah berlian, berlian akan bertambah nilai jualnya ketika sudah melewati proses masa pembentukan dengan diasah, pemolesan dengan granit, hingga pemotongan bagian-bagian tertentu agar berbentuk semakin menarik nan indah serta semakin memiliki nilai potensi yang mendatangkan manfaat.

Pengalaman di medan pertempuran ikut berperan besar dalam proses pendewasaan beliau. Proses pembentukan karakter diri beliau dikisahkan melewati masa-masa transisi yang dramatis dan penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan. Hingga tiada yang pernah menyangka, dibalik pria yang bersahaja ini memiliki tersimpan dua karakter kuat yang saling mendukung, yakni karakter seorang jenderal militer pemimpin pasukan di lapangan dan seorang karakter dokter telaten cekatan berspesialiskan bedah yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial kemanusiaan.

Kiprah beliau malang melintang di dunia militer dan dunia medis dimulai dari lulus kuliah fakultas kedokteran di Universitas Padjajaran, Bandung. Setelah mendapatkan gelar sarjana kedokteran, dikala itu bujang berdarah muda yang akrab disapa dengan panggilan Mardjo masih memiliki cita-cita menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Cita-cita mulia ini terpicu dari kekagumannya akan teladan hidup beliau, ayahnya sendiri.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Pada tahun 1977 beliau mendapatkan kesempatan mengawali meraih cita-cita yang disimpan dari masa kecilnya dengan cara bergabung program wajib militer (WAMIL).

Setelah selama tiga bulan menjalani kewajibannya di SEPAWAMIL, "pria yang akan genap berusia 59 tahun pada tanggal 1 September nanti", ditempatkan di Timor Timur selama 6 bulan bergabung dengan pasukan BATALYON INFANTERI 328/ KOSTRAD. Di kala itu Timor Timur yang kini telah menjadi Timor Leste masih dalam pangkuan ibu pertiwi, dalam situasi pemberontakan kaum fretilin Timor Leste.

Semasa inilah sang Mardjo muda mengalami proses pendewasaan diri melalui proses yang rumit. Kejadian demi kejadian yang memicu adrenalin dilalui di medan pertempuran melawan pemberontak fretilin. Desingan peluru tidak menciutkan nyalinya untuk menolong para pejuang pembela keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia yang terluka di medan perang. Pun, seiring dengan waktu berjalan, nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari pedoman hidupnya semakin terasah dan teruji. Pandangan beliau menatap kehidupan menjadi semakin luas dan bermakna.

Sepulang tugas negara dari Timor Timur, beliau menikahi seorang gadis bernama Nina Waltarina Harrison. Dari pernikahan ini, buah cinta mereka menghasilkan seorang  putri bernama Karina Yudithya dan dua putra kembar yang masing-masing bernama Yoga Fatur Rachman dan Yogi Fatur Rachim. Untuk urusan pembinaan keluarga, ayah tiga anak ini mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan pada keluarganya. Waktu yang ada di kala itu beliau manfaatkan untuk mengambil kuliah spesialis bedah di Universitas Padjajaran, Bandung.

Latar belakang kehidupan militer yang penuh kedisiplinan justru banyak membantu memudahkan beliau untuk menyelesaikan kewajibannya sebagai mahasiswa spesialis bedah. Dengan mengandalkan keterbukaan pikiran serta disiplin waktu, gelar spesialis bedah pun akhirnya diraihnya pada tahun 1983, bahkan, atas pertimbangan kualitas pengalaman dan pengetahuan keilmuan beliau,  dirinya sempat dipercaya menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Sariningsih, Jawa Barat.

Tak lama berselang, beliau diminta kembali untuk mendukung pasukan TNI di Timor Timur pada tahun 1983. Perintah tugas negara ini direspon dengan penuh tanggung jawab. Kali  ini dirinya diberikan tanggung jawab sebagai Komandan BATALYON Kesehatan DIVIF 1/KOSTRAD.

Kiprah malang melintang beliau di dunia kemiliteran berlanjut setelah menyelesaikan berbagai penugasan terjun ke  daerah dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan, dokter yang memiliki hobi bermain alat musik drum ini sempat mendapatkan tugas untuk menjadi bagian dari pasukan Persatuan Bangsa Bangsa representatif Indonesia di Bosnia Herzegovina.

Bersama Indonesia Medical Batalyon di Bosnia beliau berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan prestasi strategi pembinaan teritorial yang cemerlang. Dibalik gemilang prestasi tersebut, terdapat cerita yang menarik. Semula tugas beliau di Bosnia adalah sebagai tenaga medis khusus hanya untuk pasukan penjaga perdamaian PBB, meninjau di kala itu banyaknya korban yang jatuh dari pihak pasukan PBB akibat baku tembak. Di situasi inilah beliau sadar betul, dirinya terjebak didalam situasi perdebatan batin. Dirinya menemukan fakta, diluar teritori markas pasukan penjaga perdamaian PBB masih banyak manusia yang membutuhkan pertolongan medis, antara lain sipil rakyat Bosnia sebagai korban konflik atau bahkan tentara pasukan Serbia yang dikala itu berposisi kontra dengan negara Bosnia.

Brigjen TNI (Purn) dr. Mardjo Soebiandono, Sp.B

Brigjen TNI (Purn) dr.Mardjo Soebiandono, Sp.B
Tempat &Tanggal Lahir :
Purworejo, 1 September 1949
Agama :
Islam
Status Perkawinan :
Menikah
Isteri :
Nina Waltarina Harrison
Anak :
Dr. Karina Yudithya
Yoga Fatur Rachman, S.Ked
Yogi Fatur Rachim

RIWAYAT PENDIDIKAN MILITER
SEPAWAMIL (1978)
SUSSAR PARA (1979)
RAIDER (1979)
PACHIRLAP (1980)
SEKALIH PA (1982)
SUSLAPA (1989)
SESKOAD (1994)
AIRBORNE (1996)

 

JABATAN
Ketua Tim Dokter KePresidenan RI
Direktur Utama PT. Pertamina Bina Medika

RIWAYAT JABATAN
DOKTER YONIF LINUD 328/KOSTRAD
KARUMKIT SARININGSIH
DANYONKES DIVIF 1/KOSTRAD
WAKA RUMKIT DUSTIRA
DOKTER KELUARGA RI-1
KAKESDAM VII/WRB
KAKESDAM III/SLW
WAKA PUSKES TNI
KA  RSPAD GATOT SUBROTO
KETUA TIM DOKTER KEPRESIDENAN RI
DIREKTUR UTAMA PT.PERTAMINA BINA MEDIKA

PENUGASAN LUAR NEGERI
Bosnia Herzegovina (PEACE KEEPING FORCE)
Thailand
Timor Leste
Philipina
USA
Riyadh (Saudi Arabia)
RRC

PENUGASAN DALAM NEGERI
TIM-TIM (1978–1979)
TIM-TIM (1983–1984)
TIM-TIM (1990)
TIM-TIM (1991)
ACEH (1996–2007)
PAPUA (2003–2004)
AMBON (2004)

TANDA JASA
SL Seroja I
SL Seroja II
SL Santi Dharma
SL PBB (Bosnia Herzegovina)
SL Dwidja Sistha
SL Kesetiaan VIII tahun
SL Kesetiaan XVI tahun
SL Kesetiaan XXIV tahun
Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
Bintang Yudha Dharma Nararya

0 Komentar

Belum ada komentar