Sukses

Lebih baik jadi kepala tikus daripada buntut macan

Tokoh betawi yang sebentar lagi genap berusia 65 tahun ini merupakan salah seorang dengan multitalenta di Indonesia. Meskipun memiliki latar belakang kedokteran namun beliau juga mampu menguasai bidang perekonomian dan teknologi.
Tokoh betawi yang sebentar lagi genap berusia 65 tahun ini merupakan salah seorang dengan multitalenta di Indonesia. Meskipun memiliki latar belakang kedokteran namun beliau juga mampu menguasai bidang perekonomian dan teknologi. Seperti layaknya pepatah “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit,” hal itulah juga yang dilakukan oleh dokter ahli kebidanan dan kandungan ini. Berdiri di puncak kepemimpinan Yayasan MH Thamrin bukan merupakan langkah mudah yang didapat sekejap mata. Perjuangan dan pengorbanan dilakukan sejak awal pendirian, bahkan jauh sebelum itu.

“Setiap orang memiliki internal drive, seperti cita-cita atau hasrat, ” kata beliau, ”Kalau internal drive saya adalah berorganisasi, bermasyarakat, dan berbisnis.” Ketajamannya di dalam berbisnis sudah terlihat sejak kecil. Berawal menjadi loper koran ketika duduk di Sekolah Rakyat (SR) sampai menjadi makelar tanah ketika kuliah. Jujur kepada diri sendiri, hemat, dan selalu melihat ke depan merupakan pegangan yang selalu beliau anut. “Setiap orang harus mengerti modal yang dimiliki oleh diri sendiri,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. “Otak adalah bagian terpenting yang diolah melalui pendidikan sehingga dapat menciptakan Sumber Daya Manusia yang baik,” lanjutnya.

Pernah mengikuti progran American Field Service (AFS) atau program pertukaran pelajar Indonesia-Amerika selepas SMA semakin menambah wawasannya. Di negeri Paman Sam ini beliau mendapat banyak pengalaman. Suatu negara besar yang demokratis, tertib, dan maju dengan cara hidup masyarakatnya yang religius, santun, serta jujur mampu mengubah paradigma ayah dari 4 anak ini.

Selepas keikutsertaannya dalam program AFS, Radjak melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1963. Di masa kuliah ini, Radjak muda mulai aktif di dalam organisasi Kemahasiswaan, diantaranya adalah KAMI. Lulus tahun 1969 lalu diterima di Departemen Kesehatan, anak ke-10 dan 11 bersaudara ini melanjutkan pendidikan spesialisasi kebidanan dan kandungan pada tahun 1970. Tak lama berselang dari kelulusannya, penugasan sebagai Direktur RSUD Bekasi sudah menantinya.

Rumah Sakit yang pada awal disebutnya mirip kandang kambing itu mampu digubahnya dengan renovasi dan pengembangan besar-besaran. Peningkatan jumlah tempat tidur dari 40 buah menjadi 110 buah, peningkatan listrik dari 2200 watt menjadi 220.000 watt merupakan hasil kerja kerasnya. Di sinilah dokter sekaligus pengusaha ini mendapatkan pengalaman berharga mengenai pengelolaan manajemen rumah sakit.

Berbekal pengetahuan, pengalaman, serta konsep-konsep yang dimiliki, ia kemudian membangun sebuah Rumah Bersalin di Tegalan, Jakarta Pusat pada tahun 1976. Abdul Radjak tercatat sebagai orang Betawi pertama yang memiliki rumah bersalin. Dikarenakan perlunya pengembangan, rumah sakit tersebut dipindahkan ke Jl. Salemba No.22 dan diberi nama RS MH Thamrin. Dalam waktu beberapa tahun saja, suami dari dr. Sudinaryati, MARS ini mampu mendirikan Yayasan RS MH Thamrin serta beberapa akademi STIE dan STMIK yang tersebar luas di Jakarta dan sekitarnya. Beliau juga mendirikan perusahaan asuransi kesehatan serta alat-alat kedokteran yang memiliki posisi strategis di dalam pembangunan rumah sakit.

Tidak berhenti sampai disitu saja, hobinya nge-break di ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia) sejak jaman kuliah dimanfaatkannya untuk sistim komunikasi medis menggunakan radio panggil untuk kepentingan penanganan gawat darurat. Konsep dan pengalamannya di bidang komunikasi kesehatan membuatnya diminta untuk menjadi konsultan WHO pada tahun 1986. Tulisannya yang berjudul The Application of Communication Technology In The Health Sector mampu menjadi guideline ahli dunia membuat konsep penggunaan komunikasi radio di bidang kesehatan.

Kepeduliannya terhadap orang lain tidak terlepas dari sosoknya yang religius, nasionalis, dan berwawasan luas. Asuhan orang tuanya, pasangan Haji Abdul Wahid dan Hajjah Asemah Aseni menanamkan prinsip keagamaan yang kuat, kejujuran, serta kerukunan di antara saudara. Kemandirian serta tekadnya yang kuat di dalam membantu sesama diperkuat dengan dukungan moral dari kedua orangtuanya.

“Kalau jadi dokter, jangan hanya jadi dokter saja, pelajari juga hal lain seperti ekonomi dan teknologi,” nasihat Direktur RS MH Thamrin Internasional Salemba ini. Hal ini juga yang membuat beliau memformulasikan suatu sistem rumah sakit yang terintegrasi, sistim yang belum pernah diterapkan di rumah sakit manapun di Indonesia. Konsep yang diterapkannya mampu membuat Microsoft tertarik dan membantunya menyempurnakan sistim informasi keuangan di MH Thamrin. Generik dari sistim keuangan yang beliau terapkan akan diluncurkan Agustus 2008 ini.

Kesibukan sehari-harinya tidak melunturkan perhatiannya ke keluarga. Komunikasi yang baik merupakan kunci utama di dalam keharmonisan hubungan keluarganya. Kakek dari 7 cucu ini menyempatkan dirinya berolahraga berenang dan golf di antara sela-sela waktu luangnya. Selain itu, bersama keluarganya, beliau bepergian ke Cipayung, Bogor. Tempat peristirahatan yang awalnya hanya untuk pribadi sekarang dikembangkannya menjadi camping ground, perikanan, peternakan, organic farming, manajemen sampah, dan manajemen air. Pemilik Yayasan Pendidikan MH Thamrin ini sangat menghargai dan mencintai alam. Tempat ini banyak dipakai untuk observasi mengenai alam dan lingkungannya.

Sosok Abdul Radjak saat ini mampu memberikan banyak pelajaran bagi kita. Rumah sakit maupun perusahaan yang didirikannya mampu menye$rap ratusan bahkan ribuan tenaga kerja. Akademi yang didirikannya mampu menghasilkan banyak tenaga kerja dengan kualitas terbaik. Pola hidup yang selalu berlandaskan ajaran agama yang kuat menjadikannya sosok yang berkualitas di masyarakat.  (TRH, MM)

Dr. H Abdul Radjak DSOG

Dr. H Abdul Radjak, SpOG
Tempat & Tanggal Lahir:
Jakarta, 13 September 1943
Suku Bangsa:
Betawi/Indonesia
Agama :
Islam
Isteri:
Dr. Sudinaryati, MARS
Anak:
Drg. Abdul Firman, Drg. Rini Adriani,
Abdul Barry, SE dan Abdul Chairi

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

SD Negeri Jakarta, 1956
SMP Negeri Jakarta, 1959
SMA Negeri Jakarta, 1962
SMA Noblesville, Indiana, USA, 1962-1963
Fakultas Kedokteran UI, 1963-1969
Dokter AHli Kebidanan – Penyakit Kandungan di
di FK-UI RSCM Jakarta, 1970-1975
Hospital Management Training di Jakarta, 1980
Course on Fertility Study di Johns Hopkins
Medical School, USA, 1982
Bermacam course, training dan seminar/conference
di dalam maupun luar negeri

PEKERJAAN

Direktur Rumah Sakit Umum Bekasi, 1976-1982
Team Master Plan Institut Kanker Nasional Indonesia, 1982-1984
Kepala Sub Direktorat Gawat Darurat
dan Evakuasi Departemen
Kesehatan RI, 1983-1996
Mendirikan RB MH. Thamrin (10 t.t.). 1976
Mendirikan Yayasan Rumah Sakit MH Thamrin, 1979
Mendirikan Rumah Sakit MH Thamrin, Jl. Salemba Tengah 26-28, Jakarta Pusat, 1981
Mendirikan Yayasan Pendidikan MH. Thamrin Mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer MH. Thamrin
Mendirikan Sekolah Perawat Kesehatan MH. Thamrin, Sekolah Bidan MH. Thamrin, Akademi Perawatan MH. Thamrin, Akademi Gizi MH. Thamrin, Akademi Analis Kesehatan MH. Thamrin, Akademi Teknologi Sanitasi MH. Thamrin,
Akademi Analis Farmasi dan Makanan
MH. Thamrin

USAHA

Mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan MH. Thamrin dan Akademi Manajemen Pelayanan Rumah Sakit MH. Thamrin
Mendirikan PT Thamrin Karya Husada/
PT. Hospital Corporation of Indonesia /PT. HCI yang bergerak dalam bidang Pembangunan rantaian rumah sakit (hospital chain)
dan waralaba (franchising) Indonesia
Mendirikan PT. Jaminan Kesehatan Indonesia,
(PT JAMKESINDO)
Bergerak dalam bidang pembiayaan kesehatan seperti asuransi kesehatan, Jaminan kesehatan, managed care dan sebagainya.
Mendirikan PT Alkeslab yang bergerak di bidang perdagangan dan industri alat kodokteran dan rumah sakit
Mendirikan PT Andalucia yang bergerak dalam konsultan rumah sakit dan pelayanan
kesehatan serta konstruksi sarana pelayanan kesehatan.

ORGANISASI

 

 

Ketua Senat Mahasiswa FKUI 1963 - 1967
Ketua III Dewan Mahasiswa UI 1967 - 1969
Vice President Asian Regional Medical Student Association 1969-1970 
Pimpinan Delegasi Mahasiswa Indonesia
ke Sidang ASEAUS (Association
of South East Asia Student) di Bandung 1970
Ketua KAMI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1966-1967
Ketua Dewan Kehormatan Persatuan
Masyarakat Jakarta (Permata MHT)
1977-Sekarang
Ketua Korpi Sub Unit RSU Bekasi 1978 – 1982
Anggota Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia 1980 – Sekarang
Anggota Perkumpulan Obstetri – Ginekologi Indonesia 1976 – Sekarang
Ketua dan Pendiri Yayasan Rumah Sakit MH. Thamrin
di Jakarta 1979 - Sekarang
Ketua dan Pendiri Yayasan Pendidikan MH. Thamrin
Mendirikan Badan Musyawarah Betawi (Bamus Betawi) dan Persatuan
Masyarakat Jakarta MH. Thamrin (Permata MHT)

 

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar