Sukses

Pengorbanan Demi Asi Ekslusif Sang Buah Hati

Kehadiran sang buah hati semakin melengkapi kebahagiaan sang Puteri Indonesia 2004 ini, kini prioritas Artika adalah Sarah Ebiella Ibrahim yang akan menginjak usia genap 2 tahun pada 23 Agustus 2010 nanti.

Kehadiran sang buah hati semakin melengkapi kebahagiaan sang Puteri Indonesia 2004 ini, kini prioritas Artika adalah Sarah Ebiella Ibrahim yang akan menginjak usia genap 2 tahun pada 23 Agustus 2010 nanti.

Seiring dengan kesibukkannya, wanita yang akrab disapa Tika ini mengaku tidak pernah meninggalkan kewajibannya untuk memberikan asupan ASI eksklusif kepada sang buah hati.

Kemana dan dimana pun berada, Tika senantiasa memperhatikan kebutuhan gizi dan nutrisi sang buah hati sebagai prioritas utama. Tika mengerti betul apa-apa yang terbaik dibutuhkan Sarah.

Seperti ketika merampungkan film terbarunya, Roman Picisan yang bekerjasama dengan arahan sutradara Rako Prijanto, Artika ikut membawa serta Sarah ke lokasi syuting. Bahkan ketika adegan syuting dilakukan di luar kota sekalipun.

Sambil menjaga nilai profesionalitas yang dijunjung tinggi, Artika berusaha sebaik dan semampu mungkin tidak melupakan kebutuhan nutrisi ekskulsif Sarah. Namun tak berarti usahanya berjalan dengan mudah. Tantangan setiap rintangan demi kesehatan sang buah hati dilalui dengan penuh perjuangan.

Tika bertutur bagaimana perjuangannya dan menyikapi setiap tantangan yang ada demi sang buah hati. Ketika menyelesaikan adegan di suatu pantai di Bali, Artika harus menempuh ratusan meter untuk bertemu Sarah di hotel.  Dengan diantar motor, sesampainya di tujuan Tika langsung menyiapkan persediaan ASI untuk sang buah hati menggunakan breast pump untuk kemudiannya disimpan sebagai persediaan dalam keadaan darurat. Namun malang tak dapat ditolak, hotelnya tiba-tiba mati lampu. “Aku panik, karena alat berast pump untuk menyimpan ASI harus menggunakan listrik,” ujarnya.

Dengan mencari akal untuk menggantikan tenaga dengan baterai, Tika mencoba mencari toko yang menjual baterai di dekat lokasi. Rintangan tidak sampai disitu, ketika persediaan ASI sudah terpenuhi, Tika kembali dihadapi masalah es untuk menyimpan suhu ASI terancam meleleh karena ketiadaan tenaga listrik untuk menghidupi kulkas.

 “Alhamdulillah, lagi panik-paniknya, ada pertolongan dari ‘atas’, ada tukang cendol lewat, aku langsung panggil aja, aku beli esnya,” tuturnya mengenang kejadian tersebut.

Pemilik tinggi badan 168cm ini sangat peduli dengan kesehatan. Ditengah kesibukannya dengan profesinya saat ini, Tika sebisa mungkin menjaga kesehatan menjalani pola hidup sehat dengan menjaga pola makan dan olah tubuh.

“Sebisa mungkin aku menghindari sakit, karena aku takut, kalau aku sakit, hal ini akan mempengaruhi ke bayiku,” tutur Tika.

(DA)

Artika Sari Devi

2008
Fakultas Hukum
Universitas Islam  Indonesia,
Yogyakarta, Indonesia.

2008 - sekarang
Program Pasca Sarjana
Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta, Indonesia.

0 Komentar

Belum ada komentar