Sukses

Ibu Hamil Jangan Sampai Kegemukan!

Bayi yang dilahirkan oleh perempuan dengan masalah obesitas ternyata berisiko lebih tinggi meninggal dunia, terutama pada minggu pertama setelah dilahirkan

Sumber : Kompas - PDPI Jatim - Februari 2009

Bayi yang dilahirkan oleh perempuan dengan masalah obesitas ternyata berisiko lebih tinggi meninggal dunia, terutama pada minggu pertama setelah dilahirkan, dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan perempuan dengan berat badan normal. Oleh karena itu, pencegahan obesitas ataupun pertambahan berat badan terlalu tinggi selama kehamilan perlu dilakukan.

Dengan membandingkan tingkat kematian bayi baru lahir di Amerika Serikat dengan negara-negara berkembang lain, tim peneliti menyatakan, jika hasil studi yang dipublikasikan dalam Epidemiology Januari 2009 itu dikonfirmasi, pencegahan obesitas sebaiknya dilakukan untuk mengurangi kematian bayi.

Menurut Dr Aimin Chen dari Fakultas Kedokteran Universitas Creighton, Omaha, Nebraska, kepada Reuters di New York, akhir pekan lalu, sejumlah bukti menunjukkan, angka kematian lebih tinggi pada bayi yang dilahirkan perempuan dengan obesitas.

Untuk menelusuri hubungan yang lebih rinci, para peneliti membandingkan rekam medik 4.265 bayi baru lahir yang meninggal dan 7.293 bayi yang selamat dengan memakai data Survei Kesehatan Ibu dan Bayi Nasional Tahun 1988. Dari total jumlah bayi yang meninggal, sebanyak 8,8 persen punya ibu kegemukan, dibandingkan dengan 5,9 persen pada bayi yang selamat.

Bayi yang lahir dari ibu kegemukan punya risiko kematian lebih tinggi pada tahun pertama kehidupan mereka, khususnya 28 hari pertama dilahirkan, dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan ibu berbobot normal.

Penelitian itu juga mengungkapkan, kasus kematian bayi tertinggi pada ibu hamil obesitas yang berat badannya bertambah 0,45 kilogram per minggu.

Tingkat kematian bayi pada ibu obesitas juga lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kematian bayi karena komplikasi kehamilan, bayi lahir prematur, atau bayi dengan berat badan lahir rendah.

Sayangnya, studi mereka dilakukan berbasis data yang termasuk tua, yakni tahun 1988. Padahal, sejak 1988, prevalensi obesitas dan rata-rata pertambahan berat badan selama kehamilan telah meningkat, sementara tingkat kematian bayi justru menurun hingga 20 persen.

Bagaimanapun, menurut catatan peneliti, kematian bayi terkait lahir prematur dan berat badan lahir rendah masih harus diwaspadai.  

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar