Sukses

Memilih Terapi Herbal Yang Rasional

Terapi herbal merupakan salah satu dari terapi alternatif yang sejak beberapa tahun lalu sangat menyita perhatian masyarakat kita.

Sumber : www.kiatsehat.com

 

Terapi herbal merupakan salah satu dari terapi alternatif yang sejak beberapa tahun lalu sangat menyita perhatian masyarakat kita. Banyak alasan yang menyebabkan terapi ini menjadi pilihan pengobatan dan sarana penyembuhan penyakit, diantaranya biaya pengobatan yang semakin mahal, dipercaya sejak zaman dahulu kala telah menjadi obat, harga yang murah, bahan yang relatif mudah didapat, pembuatan yang sederhana, efek sampingnya tidak ada, dan masih banyak lagi. Bahkan hampir semua terapi herbal diklaim bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit sampai HIV/AIDS pun bisa diatasi.

Hal diatas merupakan salah satu faktor eksploitasi oleh beberapa kelompok yang mencoba mengeruk keuntungan dari masyarakat dengan menjual terapi herbal, padahal didalamnya masih banyak campuran lain yang membahayakan organ tubuh. Sehingga tak jarang dijumpai penyakit yang disebabkan karena penggunaan terapi herbal. Dan untuk mengatasinya diperlukan biaya yang jauh lebih besar.

 

Terapi herbal merupakan salah satu terapi dengan memanfaatkan tanaman obat / produk hewani yang mengandung zat berkhasiat untuk melawan suatu penyakit. Diantaranya yang cukup terkenal antara lain bawang putih, mahkota dewa, susu kuda liar, madu, mengkudu dan yang terakhir buah merah. Untuk efek terapeutiknya memang diakui bahwa hampir semua tanaman memiliki khasiat untuk kesehatan hanya saja belum banyak penelitian yang komperhensif untuk menentukan seberapa besar kandungan zat berkhasiatnya atau bahkan mencemari hasil akhirnya. Selain itu juga harus dipahami ada beberapa tanaman yang tidak bisa tumbuh disemua tempat dan menghasilkan kualitas yang sama. Terapi ini memang memiliki keuntungan terutama dari segi ekonomi tetapi dari keamanan masih harus kita teliti lebih lanjut. Adanya anggapan bahwa terapi ini sangat aman dan tanpa efek samping harus dikoreksi. Beberapa diantaranya ada yang memicu reaksi alergi (Propolis madu, Echinacea), Diare dan memicu reaksi perdarahan (Garlic, Ginkgo biloba) bahkan ada yang dikontraindikasikan bagi mereka dengan penyakit tertentu seperti Saw Palmento untuk ganguan prostat. Selain itu juga masih banyak efek samping yang lain tetapi tidak pernah dipublikasikan secara  terbuka. Apalagi jika didalamnya ditambahi zat diluar tanaman obat, ini semakin membahayakan kesehatan kita.

 

Sebagai konsumen kita dituntut untuk lebih kritis dan pandai memilih penggunaan terapi herbal bagi kesehatan mengingat sampai saat ini sangat banyak terapi herbal yang telah ditarik oleh pemerinta karena pencampuran obat konvensional seperti ibuprofen, piroksikam, dexametason, fenilbutason, diazepam.

 

Tips untuk memilih terapi herbal yang rasional :

  • Terapi herbal pada dasarnya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghasilkan efek terapi karena sifatnya yang natural. Apabila ada yang memberikan kesembuhan dalam aktu singkat, bisa jadi sudah dicampur zat lain atau obat konvensional
  • Manfaatkan terapi herbal untuk tindakan preventif mengingat mekanisme kerjanya yang bertahap.
  • Perhatikan kemasan karena tidak sedikit terapi herbal yang dikemas tidak higienis sehingga memungkinkan kontaminasi bakteri, jamur, dan parasit.
  • Jangan abaikan komposisi yang tercantum pada kemasan. Waspadai bila terdapat bahan lain dalam prosentasi cukup besar, bisa jadi efek sampingnya. Ini merupakan salah satu trik untuk membuat konsumen percaya dengan khasiat yang dipromosikan.
  • Hati-hati bila ada efek samping atu gejala keracunan yang timbul karena pemakaian terapi herbal yang tidak rasional
  • Jangan mudah terpedaya oleh promosi yang berlebihan, jika perlu tanyakan pada pihak ketiga yang menguasai tentang terapi herbal.

Pengobatan bisa datang dengan berbagai metode, tetapi kita dituntut untuk kritis dan rasional terhadap pilihan kita. Selamat menggunakan Terapi Herbal...

    0 Komentar

    Belum ada komentar