Sukses

Deteksi Penyebaran Sel Kanker Lebih Dini

Kekambuhan karena penyebaran sel-sel kanker dalam tubuh setelah terapi harus diwaspadai mengingat tingginya angka kematian karena penyakit tersebut

Sumber : Kompas - PDPI Malang - November 2008

Kekambuhan karena penyebaran sel-sel kanker dalam tubuh setelah terapi harus diwaspadai mengingat tingginya angka kematian karena penyakit tersebut. Untuk itu, deteksi penyebaran sel kanker perlu dilakukan lebih dini dan akurat.

”Dengan deteksi dini, respons terapi kanker bisa ditentukan,” kata Kepala Departemen Radiologi Rumah Sakit Gading Pluit dr Tjondro Setiawan, saat peresmian Pusat PET-CT Scan dan Cyclotron, Senin (17/11), di RS Gading Pluit, Jakarta. Peresmian itu dilakukan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dan Direktur Jenderal Bina Layanan Medik Departemen Kesehatan Farid Husein.

Farid berharap ada kerja sama antara RS Gading Pluit dan RS lain dalam penggunaan alat canggih itu, khususnya Cyclotron. Hal ini untuk meningkatkan akses masyarakat agar tidak pergi ke luar negeri.

Menneg Ristek menambahkan, tersedianya peralatan itu diharapkan bisa mendukung pengembangan pendidikan dan riset kedokteran nuklir di Indonesia. ”Tantangan yang dihadapi adalah menyiapkan tenaga-tenaga yang mampu mengoperasikan alat kedokteran yang canggih,” kata dia menegaskan.

Deteksi perubahan sel

Sejauh ini, banyak alat yang dikembangkan untuk mendeteksi dini kanker, gangguan saraf, dan kardiovaskular, di antaranya computed tomography (CT-Scan), Magnetic Resonance Imaging (MRI), Positron Emission Tomography (PET). ”Kini, ada PET-Scan dan Cyclotron yang merupakan fasilitas pertama di Indonesia,” kata Tjondro.

PET-CT Scan merupakan pencitraan tiga dimensi berwarna untuk mendeteksi perubahan atau aktivitas sel dalam tubuh dengan memakai zat radiofarmaka. Dengan teknologi kedokteran nuklir, PET-CT Scan bisa memberi gambaran tepat lokasi sel-sel tubuh yang berkembang tidak normal.

    0 Komentar

    Belum ada komentar