Sukses

Vaksin IPD Cegah Kecacatan dan Kematian

Vaksin IPD Cegah Kecacatan dan Kematian

Sumber : kiatsehat.com

 

Bayi dan anak-anak rentan tertular berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang ditakuti terserang pada bayi dan anak adalah IPD. IPD atau Invasive Pnemococcal Disease adalah sekelompok penyakit yang terdiri dari : radang paru (pnemonia), radang selaput otak (meningitis), infeksi darah (bakteremia), dan sepsis (kelanjutan infeksi darah yang dapat mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh). Penyakit-penyakit ini ditakuti karena dapat mengakibatkan cacat dan kematian.

IPD menyerang bayi dan anak-anak baik di negara berkembang maupun di negara maju.

Di Philipina, melalui Research Intitute Of Tropical Medicine (RITM) pada akhir 1990-an melaporkan bahwa 35% bayi dan anak yang terkena infeksi pneumokokus meninggal dunia. Di Hong Kong, dr. Susan Chiu meneliti 1.978 anak usia 2-6 tahun di 79 tempat penitipan anak sebesar 19,4% (383) membawa bakteri pneumokokus (carrier) di dalam saluran pernafasan mereka.

Di Singapura, Chong CY pada tahun 2003 mengkonfirmasikan bahwa bakteri pneumokokus menyebabkan infeksi pada anak di bawah 5 tahun. Tingkat kesakitan (morbiditas) meningkat dari 0 pada tahun 1988 menjadi 10,5% pada tahun 1999.

Dan di Malaysia melalui National Morbidity Survey kedua pada tahun 1996 menunjukkan bahwa Infeksi Saluran afas Akut(ISPA) adalah penyakit utama yang diserita balita dengan tingkat fatalitas sebesar 3,1%. Setidaknya 1/3 dari kasus ISPA yang meninggal disebabkan oleh infeksi bakteri pneumokokus. Sementara tingkat kejadian bakteremia (infeksi darah) adalah 30 per 100.000 balita dan untuk meningitis (radang otak) 750 kasus per tahun dengan angka kematian 15-20 anak per tahun.

IPD disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (pnemokokus) yang menyebabkan kematian utama satu juta bayi dan balita setuap tahunnya di seluruh dunia. IPD terbanyak menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun.

Gejala IPD berbeda di setiap tipe penyakitnya. Pada radang paru (pnemonia) biasanya disertai demam tinggi, nyeri dada saat bernapas, batuk berdahak, denyut nadi cepat, lemah, lemas, sesak nafas. Kadang-kadang disertai mual, muntah dan nyeri kepala. Pada bayi biasanya ditandai dengan rewel dan kurang nafsu makan. Pada Radang selaput otak (meningitis), gejala yang nampak yakni demam tinggi, kejang, gelisah, lesu, muntah, nyeri kepala, gangguan kesadaran hingga koma. Pada Infeksi darah (bakteremia) gejalanya lebih berat karena merupakan komplikasi dari pneumonia dan dapat mengakibatkan meningitis. Sedangkan pada Sepsis dapat mengakibatkan syok septik, kegagalan fungsi organ tubuh dan kematian.

IPD sebenarnya dapat menyerang siapa saja dan dimana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan. Dapat menjadi ganas pada kelompok umur yang rentan yaitu bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun. Penularan IPD melalui percikan ludah, ketika orang yang sudah terinfeksi kuman S. Pneumoniae batuk, bersin atau berbicara. IPD dapat diobati dengan pemberian antibiotika dosis tinggi tetapi saat ini banyak bakteri S. Pneumoniae yang sudah kebal terhadap beberapa antibiotika, sehingga semakin mempersulit pengobatannya. Namun mencegah datangya penyakit lebih baik daripada mengobatinya. Pencegahan IPD  menurut dr. Connie Untario, SpA dari RS Mitra Keluarga Surabaya adalah dengan hidup sehat dan pemberian vaksinasi untuk mencegah berkembangnya bakteri Streptoccocus Pneumoniae di tubuh anak-anak.

Pemberian vaksin untuk anak-anak ini tujuannya adalah untuk menyebabkan kekebalan terhadap 7 stereotip kuman Streptoccocus Pneumoniae. Tujuan akhirnya adalah menimbulkan kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan kuman s khususnya IPD (Pneumoniae, bakteremia, dan Meningitis). Diberikan pada usia kurang dari 7 bulan mandapatkan 4 kali vaksinasi (3 dasar dan 1 booster) usia 7-12 bulan mendapat 3 kali, 12-24 bulan mendapat 2 kali dan kurang dari 2 tahun cukup mendapatkan 1 kali saja. Diberikan mulai usia 2 bulan sampai 9 tahun.

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar