Sukses

Ketika Penuaan Hanya Masalah Angka

roses bertambahnya usia merupakan hal yang normal, tetapi menjadi tua secara fisik dan mental dapat diperlambat. Seperti disebutkan dalam tujuan organisasi anti-penuaan internasional

Oleh : dr. Anggilia Stephanie

Klikdokter.com - Proses bertambahnya usia merupakan hal yang normal, tetapi menjadi tua secara fisik dan mental dapat diperlambat. Seperti disebutkan dalam tujuan organisasi anti-penuaan internasional (World Society of Anti-Aging Medicine): untuk meningkatkan terapi medis yang mengoptimalkan kualitas hidup, kesehatan fisik dan mental, serta memperlambat penyakit terkait usia.

Ilmu anti penuaan di dunia kedokteran Indonesia pun telah cukup berkembang, ditunjukkan dengan kongres internasional pertama di Indonesia yang baru saja berlangsung pada 28-30 Mei lalu, di Jakarta. Sehingga berbagai penyakit degeneratif yang mulanya diterima sebagai hal yang wajar terjadi pada orang tua, kini dapat diperlambat, bahkan dicegah. Tiga aspek penting yang akan dibahas disini beserta gangguannya pada penuaan adalah fungsi otak (demensia), fungsi otot (sarkopenia), dan fungsi psikologis (penuaan emosional)

Demensia
Demensia berasal dari kata latin dementare, atau deprived of mind, yang berarti berkurangnya kemampuan berpikir. Alzheimer’s Disease International (ADI) memperkirakan pada tahun 2008, 30 juta orang mengalami demensia di seluruh dunia, dengan 4,6 juta kasus baru setiap tahunnya. Demensia bukan hanya berarti pikun, tetapi sekumpulan gejala yang disebabkan gangguan pada otak. Gejala yang banyak terjadi adalah sering lupa / pikun, tetapi tidak semua pikun disebut demensia, hanya jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Mereka biasanya juga mengalami kehilangan kemampuan menyelesaikan masalah dan mengontrol emosi, perubahan kepribadian, dan kadang gangguan lain seperti adanya agitasi / mudah marah. Diagnosis demensia akan ditegakkan bila terjadi gangguan pada 2 atau lebih fungsi otak berikut: daya ingat, kemampuan berbahasa, persepsi, atau kemampuan kognitif termasuk pengambilan keputusan.

Penyebab demensia

  1. Penyakit degeneratif/penuaan progresif. Diantaranya Alzheimer’s Disease (AD) dan Parkinson’s Disease Dementia (PDD). Penyakit Alzheimer adalah penyebab demensia terbanyak, sekitar 70% dari seluruh demensia. Gambaran khas dari penyakit ini adalah ditemukannya (1) plak amiloid diantara sel saraf yang rusak, dan (2) protein tau yang membentuk benang kusut di dalam saraf, sehingga bila berlanjut akan menyebabkan kematian sel saraf. 
  2. Demensia vaskuler/pembuluh darah. Penyebab kedua terbanyak, dan merupakan kerusakan saraf karena masalah pembuluh darah, biasanya stroke. Gejalanya lebih sering muncul tiba-tiba, pada penderita yang berisiko tinggi mengalami strok, di antaranya tekanan darah tinggi, penyakit pembuluh darah lain, atau riwayat serangan jantung dan strok sebelumnya.
  3. Penyakit otak lainnya, seperti infeksi dan trauma.

Banyak pengobatan telah terbukti mengurangi gejala, dan memperlambat proses perburukan. Diantaranya untuk mempertahankan berbagai neurotransmitter (zat yang penting untuk hubungan antar saraf) di otak. Tetapi untuk sepenuhnya menghentikan proses belum ada.

Kopi juga disebut sebagai salah satu obat alami untuk demensia. Tahun 2010 ini, Journal of Alzheimer’s Disease menerbitkan sebuah penelitian yang membuktikan asupan kopi dalam jumlah sedang sekitar 3 cangkir perhari dapat melindungi otak dari penyakit Alzheimer, bahkan diperkirakan untuk mengobatinya.

 

Berbagai pencegahan demensia diantaranya :

  • Stimulasi otak
  • Dapat dilakukan dengan banyak membaca, mengisi teka teki silang, memainkan alat musik, dan aktif bersosialisasi, walau hanya sekedar obrolan ringan dengan tetangga.
  • Tidur yang cukup
  • Tidur dapat menurunkan hormone stress, yang akan merelaksasi dan menyegarkan seluruh tubuh. Saat tidur yang dalam, memori di otak seakan dirapikan kembali.
  • Makan buah dan sayur berwarna
  • Para ahli menekankan bahwa tidak ada istilah ‘brain food’ atau makanan otak, tetapi antioksidan yang banyak terdapat pada buah dan sayur dapat mencegah kerusakan sel.
  • Tidak melakukan pekerjaan bersamaan dalam satu waktu
  • Salah satu penyebab terbesar mengapa orang lupa, adalah karena tidak benar-benar memperhatikan. Seiring bertambahnya usia, waktu yang dibutuhkan untuk menerima pesan hingga memprosesnya sedikit bertambah lama, sehingga untuk menerima beberapa input sekaligus semakin sulit.
  • Mempertahankan kadar homosistein, kolesterol dan tekanan darah yang normal Homosistein merupakan salah satu zat dalam darah yang bila ditemukan dalam jumlah banyak meningkatkan risiko banyak penyakit, diperkirakan asam folat, vitamin B12 dan B6 dapat menurunkan kadarnya.
  • Mengontrol peradangan. Banyak studi membuktikan pada penderita Alzheimer terdapat peninggian protein peradangan pada darah.

Pengurangan Massa Otot (Sarkopenia)
Sarkopenia adalah hilangnya massa dan fungsi otot. Kondisi ini sangat berpengaruh pada kekuaran otot dan mobilitas seseorang, termasuk juga pada banyaknya kejadian jatuh dan patah tulang pada lansia. Sebuah penelitian di AS telah membuktikan efektifitas dan keamanan latihan ketahanan pada lansia, untuk membalikkan proses sarkopenia.

Mekanisme yang diduga terlibat, termasuk hormon, sistem imun, latihan fisik dan diet. Dengan latihan fisik derajat sedang yang teratur, dalam jangka waktu minimal 6 bulan terbukti mengalami perbaikan fungsi fisik. Selain itu, karena hormon ikut terlibat dalam penyusunan massa otot, kini terapi hormon terutama testosteron mulai berkembang, untuk mempertahankan otot dan bentuk tubuh seperti usia yang lebih muda.
Saran:

  •  Mulai sedikit dan sebentar, untuk mengawali masa latihan, cukup sedikit demi sedikit , sampai waktu yang optimal adalah 30 menit sebanyak minimal 3 kali seminggu.
  • Aktivitas dapat dipilih dan bergantian, antara aerobic (jalan, renang, bersepatu roda, berdansa), kekuatan (mengangkat dumble ringan, mengangkat belanjaan, berkebun) atau fleksibilitas (meregangkan tubuh, yoga, tai chi).
  • Terus gunakan otot anda. Jika tidak, sama seperti otak, akan terus berkurang dan mengalami kemunduran.

Penuaan Emosional
Sebenarnya vitalitas emosi dan mental sangat terkait erat dengan vitalitas fisik. Gangguan pada pikiran dapat berpengaruh pada kondisi tubuh, begitu juga sebaliknya. Para pakar anti-aging dunia, selalu menekankan “the most powerful anti-aging medicine that we have, is our mind” dengan kata lain, pikiran adalah obat anti penuaan paling hebat yang kita sendiri miliki. Jadi seberapa jauh kita merasa tua, itulah yang akan mempengaruhi fisik kita. Kuncinya ada tiga, aktivitas fisik, aktivitas sosial, dan aktivitas mental.

  • Aktivitas fisik

Mungkin kita tidak dapat se aktiv dulu, tapi menggantikan kegiatan dengan kegiatan lain yang kita bisa, akan membangun rasa positif dalam diri. Sebaliknya, kondisi yang tidak aktiv meningkatkan risiko depresi, kecemasan dan stress.

  • Aktivitas sosial

Hubungan sosial dengan teman, keluarga, dan komunitas lebih luas dapat memperbaiki kesehatan emosi kita. Hal ini termasuk pada lansia yang mengalami sakit hingga dirawat di rumah sakit, mereka yang memiliki hubungan dengan orang lain akan lebih cepat pulih, atau bertahan lebih lama.

  • Aktivitas mental

Beberapa kegiatan untuk mencegah demensia seperti disebut di atas juga dapat memperbaiki keadaan mental anda, seperti bermain puzzle atau tebak kata. Selain itu anda perlu menyesuaikan dengan kekurangan yang sudah ada, seperti mencatat nama, tanggal, atau informasi penting lain.

Jadi, menjalani hari tua tidak perlu dengan merasa tua. Tiga aspek kesehatan yang penting dan telah disebutkan disini, apabila dipelihara memang tidak akan memperpanjang usia anda, tetapi memperpanjang hidup yang berkualitas. Kini, usia hanya masalah angka bukan?[](AS)

    0 Komentar

    Belum ada komentar