Sukses

Obesitas, Lalu Bagaimana?

Obesitas, Lalu Bagaimana?

Seseorang menjadi obese tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan justru terpicu dari berbagai macam aspek, termasuk faktor diet, faktor gaya hidup, faktor kebudayaan, faktor genetik, faktor jenis kelamin, dan faktor pola kebiasaan.

Namun faktor yang paling banyak memiliki substansi pemicu adalah pemilihan gaya hidup. Makanan siap saji (fast food), peralatan yang mempermudah kerja hingga menciptakan kebiasaan pola kerja yang inaktif dapat juga membuat tubuh kita menjadi gemuk.

Para ahli setuju bahwa di kehidupan masyarakat yang modern-stress dan pola makan gaya hidup modern seperti halnya mengkonsumsi makanan siap saji ataupun tidak mempunyai waktu berolah raga dan lainnya memicu terjadinya penumpukan lemak tubuh secara berlebihan.

Terapi tingkah laku adalah suatu metoda yang digunakan untuk mangatur ataupun memodifikasi pola makan dan aktifitas fisik dengan olahraga pada pasien obese.

Dengan demikian, terapi tersebut diharapkan dapat mengatasi hambatan-hambatan terhadap kepatuhan pasien pada pola makan sehat dengan menempuh cara terapi diet dan ataupun olahraga.

Strategi-strategi terapi ini adalah sebagai berikut: penilaian diri sendiri atau self-monitoring, kontrol stress, kontrol rangsangan (stimulus), pemecahan masalah, penatalaksanaan darurat  atau contingency, perombakan kognitif (cognitive restructuring), dan dukungan sosial. Satu hal yang perlu diingat adalah strategi-strategi tersebut harus dibuat personal yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien bersangkutan yang menyangkut strategi untuk diet dan olah raga. 

Perubahan yang drastis pada seorang pasien dengan pola makan normal memang sangat sulit, perasaan terhadap perampasan kesenangan yang pada akhirnya dapat menimbulkan frustasi. Pada kebanyakan kasus dapat menimbulkan peningkatan kembali berat badan.

Berikut petunjuk membantu solusi obesitas:

  1. Makan lebih sedikit lemak maksimal 30 % dari keseluruhan jumlah kalori yang dikonsumsi. Mengurangi lemak akan mengurangi asupan kalori dan memperbanyak turunnya berat badan. Hal itu juga dapat membatasi atau mencegah timbulnya ‘efek salah makan’. Karena lemak adalah sumber kalori terbesar.

    Menu makanan sekarang jelas jauh berbeda dengan menu makanan pada era terdahulu. Jika era dulu makanan lebih banyak mengandung karbohidrat  seperti halnya kue-kue dengan bahan utama hanya dari tepung, era modern sekarang selain tepung, juga banyak dinambahkan margarine, minyak dan jenis lemak lainnya.

    Seperti telah diketahui, lemak merupakan penghasil kalori terbesar tiap gramnya, dibandingkan sumber nutrisi lainnya seperti halnya karbohidrat dan protein.

    Maka tidak heran, bila asupan lemak yang tinggi merupakan penyebab terjadinya kelebihan asupan energi, yang bila tertimbun dapat menimbulkan kelebihan berat badan.

    Dari hasil pengamatan terlihat bahwa seseorang dengan kelebihan berat badan sangat suka makanan berlemak. Rata-rata konsumsi lemak mereka berada di atas 50% dari total kalori.

    Proses pencernaan dimulai di mulut, dimana makanan dirubah menjadi bentuk yang lebih kecil, kemudian diteruskan ke lambung. Dengan bantuan enzim, makanan di lambung dipecah menjadi komponen-komponen penyusunnya, seperti protein, karbohidrat, dan lemak.

  1. Kurangi asupan kalori per hari dari pola makan biasanya (kurang lebih 600 kkal). Tubuh selalu memerlukan asupan nutrisi dasar, tidak selalu dari kuantitas asupan yang banyak. Namun lebih efektif didapat dari pola makan yang berkualitas.

    Zat gizi utama yang dibutuhkan oleh tubuh adalah protein, karbohidrat, dan lemak. Zat-zat gizi tersebut menempati porsi vital yang dibutuhkan untuk metabolisme, membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh, dan untuk mendapatkan energi.

    Selain zat gizi utama tadi, tubuh juga memerlukan mineral dan vitamin untuk mengatur cairan (elektrolit) tubuh, pertumbuhan tulang, pembentukan sel-sel darah, membantu proses metabolisme dan membentuk hormon / enzim

  1. Mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, paling sedikit 3 kali sehari. Memilih makanan dan minuman secara hati-hati akan membantu anda mengontrol kalori dan jumlah lemak total, lemak jenuh, kolesterol, garam, gula dan minuman beralkohol.
  1. Perbanyak aktifitas. Sebelum anda melakukan perubahan apapun pada diri anda, pastikan bahwa hal itu akan bermanfaat. Meningkatkan aktifitas fisik secara umum seperti berolahraga selama 20 menit dapat menurunkan tekanan darah, mengontrol diabetes, menurunkan kadar kolesterol serta mengurangi komplikasi kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kelebihan berat badan. Jelas lebih baik daripada anda menghabiskan 2 jam menunggu di salon atau di bengkel.

    Dengan latihan secara teratur umumnya lebih berhasil menurunkan berat badan dan mempertahankannya dibandingkan dengan orang yang tidak berlatih secara teratur. Serta tak luput konsultasikan dengan dokter atau pakar-pakar terkait terlebih dahulu sebelum anda memulai program olah raga.

    Satu hal yang perlu dan penting diingat, satu-satunya jalan untuk menurunkan berat badan adalah untuk penggunaan energi yang lebih banyak daripada energi yang dikonsumsi.

  1. Dan yang terakhir adalah kebulatan tekad. Diperlukan kegigihan usaha dari pelaksanaan niat yang ditanamkan. Bulan puasa ini adalah momentum tepat untuk mengimplementasikan usaha ini. [] (DA)

Dikutip dari berbagai sumber.

    0 Komentar

    Belum ada komentar