Sukses

Kelumpuhan Wajah, Perlu Antivirus?

Kelumpuhan wajah akibat Bell's Palsy tak bisa sembarangan diobati, Bagaimana cara mengobati kelumpuhan wajah? Apakah harus pakai antivirus? Ini jawabannya:

Jika suatu hari Anda terbangun, kemudian menyadari sebelah dari wajah sulit digerakkan, kemungkinan besar muncul rasa panik. Lantas, Anda pun menduga sedang terkena stroke. Memang, kelumpuhan wajah sebelah sangat sering diasosiasikan dengan kondisi stroke.

Padahal, tidak semua kelumpuhan pada satu sisi disebabkan oleh stroke. Seperti pada kasus di atas, bisa jadi Anda sedang terkena Bell’s palsy, terutama jika keluhan hanya muncul pada muka.

Mengenal Bell's Palsy, Penyakit yang Melumpuhkan Wajah

Kondisi Bell’s palsy adalah salah satu penyebab satu sisi wajah lemah atau lumpuh. Walaupun menakutkan, namun seringkali sifatnya hanya temporer atau sementara. Penyebabnya adalah karena adanya kerusakan pada saraf wajah, tepatnya saraf kranial ketujuh yaitu fasialis.

Saraf kranial ketujuh fungsinya banyak mencakup pergerakan pada area wajah. Misalnya saja, gerakan menutup mata atau berkedip, ekspresi wajah tertentu (senyum, merengut, dsb). Saraf ini juga mengantarkan rangsangan pada beberapa kelenjar yang terletak di area muka, seperti kelenjar air mata dan ludah, serta pada tulang di dalam telinga.

Artikel Lainnya: Tiba-Tiba Sulit Bicara, Apa Penyebabnya?

Selain itu, saraf wajah juga berperan mengantarkan sensasi rasa dari lidah ke otak. Gejala klinis yang paling sering terjadi adalah otot wajah yang tidak dapat digerakkan dan terasa lumpuh, serta satu sisi wajah terlihat mencong atau miring.

Penderita umumnya mengalami kesulitan menutup mata dan mulut, tidak dapat mengangkat alis, serta sulit saat hendak makan dan berbicara kurang jelas. Tingkat keparahannya bervariasi seperti kesemutan hingga kelumpuhan total. 

Umumnya, hanya satu sisi wajah yang terkena dampak, walaupun pada kasus yang jarang bisa mengenai kedua sisi wajah. Secara lebih dalam, Bell’s Palsy dapat menyebabkan keluhan pada berbagai area wajah, yaitu:

  • Mata: kesulitan menutup mata, air mata berkurang atau berlebihan, iritasi mata karena kering. gangguan penglihatan
  • Telinga: nyeri, pendengaran berkurang atau malah sensitif terhadap suara, telinga berdenging
  • Mulut: gangguan pengecapan, kering, mengiler pada satu sisi
  • Wajah: kedutan, kelemahan atau kelumpuhan pada otot wajah, kesulitan melakukan ekspresi wajah, nyeri

Berbagai keluhan ini umumnya muncul tiba-tiba serta akan mencapai puncaknya dalam waktu 48 jam.

Penyebab dari berbagai keluhan di atas adalah gangguan pada saraf wajah, bisa karena bengkak, peradangan, ataupun penekanan. Kebanyakan ilmuwan mempercayai infeksi virus yang memulai gangguan tersebut.

Virus yang paling umum dianggap bertanggung jawab adalah Herpes Simplex Virus (HSV). Beberapa virus lain yang dikaitkan dengan kondisi ini adalah Epstein-Barr virus, cytomegalovirus, influenza, virus cacar air, dan virus HFMD atau flu singapura.

Selain itu, kelumpuhan wajah ini juga dikaitkan dengan penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah (seperti tekanan darah tinggi dan diabetes) dan peradangan saja tanpa infeksi. Lalu, adakah cara mengobati kelumpuhan wajah ini?

Artikel Lainnya: Cara Penanganan Stroke yang Tepat

1 dari 2 halaman

Cara Mengobati Bell's Palsy, Harus pakai Antivirus?

Pada kebanyakan kasus, penderita Bell’s palsy dapat sembuh dengan sendirinya. Umumnya, keluhan akan mulai membaik dalam 2 minggu. Namun, keluhan baru benar-benar hilang dalam beberapa bulan (sekitar 3-6 bulan). Pada kasus yang jarang, keluhan akibat kondisi ini dapat menetap.

Pengobatan Bell’s palsy yang disarankan adalah penggunaan steroid, yang berfungsi mengurangi peradangan dan pembengkakan. Walau demikian, berbagai studi menemukan terapi ini bermanfaat jika diberikan dalam 3 hari pertama setelah kemunculan gejala awal.

Artikel Lainnya: Kenali Pengaruh Stroke pada Seluruh Tubuh

Selain itu, untuk menjaga kesehatan mata seringkali diberikan tetes mata yang berisi air mata buatan untuk digunakan secara rutin. Pada kasus di mana sulit menutup mata secara sempurna, Anda disarankan menggunakan plester khusus saat tidur di malam hari, untuk menjaga agar mata tidak kering dan terluka.

Mengingat salah satu penyebab Bell’s palsy adalah infeksi virus, maka wajar jika dipikirkan perlu pengobatan dengan antivirus. Faktanya, berbagai penelitian menemukan tidak banyak manfaat dari antivirus. Pengobatan antivirus saja juga dinilai kurang bermanfaat jika dibandingkan dengan pemberian steroid.

Suatu studi meta-analisis yang dilakukan oleh peneliti dari Aristotle University of Thessaloniki Yunani menyebutkan bahwa menambahkan antivirus untuk perawatan Bell’s palsy tidak terlalu berpengaruh pada pemulihan fungsi pergerakan wajah.

Kecepatan waktu pemulihan fungsi motorik wajah setelah terapi 3 bulan antara kelompok yang diberi kortikosteroid dengan kelompok yang diberi terapi kombinasi kortikosteroid-antivirus ternyata tidak terlalu berbeda. Studi tersebut menyimpulkan, pasien cukup diberi obat kortikosteroid saja.

Selain dengan obat, Anda dapat melakukan latihan otot wajah sendiri di rumah. Misalnya, dengan duduk di depan kaca lalu melakukan latihan seperti mengangkat alis, mengerutkan hidung, tersenyum, dsb. Jika awalnya sulit, Anda dapat menggunakan bantuan jari untuk menggerakkan area yang ingin dilatih.

Saat Anda mengalami kondisi yang menyerupai gejala Bell’s palsy, berobat sesegera mungkin akan lebih bermanfaat. Tidak perlu bertanya-tanya apabila dokter anda tidak meresepkan antivirus setelahnya, karena memang tidak wajib diberikan.

(RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar