Sukses

Otak Tak Mampu Bedakan Sumber Rasa Sakit Gigi, Mengapa?

Seseorang yang sedang sakit gigi ternyata tidak selalu bisa menunjukkan lokasi yang tepat dari sumber rasa sakitnya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pernahkah merasa sakit gigi rahang atas, tapi setelah disuruh tunjuk lagi oleh dokter gigi, Anda malah menunjuk gigi yang bawah? Ya, sering kali seseorang kesulitan mengidentifikasi sumber sakit gigi. Mengapa bisa begitu?

Sebagai contoh, saat ditanya oleh dokter gigi mana gigi yang sedang sakit, pasien menunjuk gigi bagian atas. Padahal, bisa jadi yang sakit adalah gigi bagian bawah, atau bahkan bisa saja sumber sakitnya bukan berasal dari gigi.

Sebelum menjawab apa yang membuat pasien tak bisa membedakan sumber sakit yang dirasakan, rasanya perlu diketahui dulu penyebab sakit gigi.

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Sakit Gigi

Berikut ini adalah beberapa penyebab yang membuat seseorang sakit gigi:

Artikel lainnya: Mengapa Sakit Gigi Bisa Memicu Sakit Kepala?

  1. Gigi Berlubang

Gigi berlubang bisa dialami di bagian akar maupun permukaan gigi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kebersihan gigi yang kurang baik, baik dengan cara sikat gigi maupun pembersihan karang gigi, serta seringnya konsumsi makanan dan minuman yang manis.

Gigi yang sudah tumbuh bisa berlubang yang lama-lama jika dibiarkan akan merusak gigi, mulai dari lapisan email hingga ke lapisan dentin (tulang gigi), dan akhirnya sampai ke bagian saraf gigi.

Dengan adanya lubang pada gigi ini, maka saraf gigi di dalamnya bisa berkontak dengan makanan atau minuman yang panas, dingin, maupun manis. Saat adanya kontak itulah saraf akan memberikan respons rasa sakit gigi.

  1. Gangguan Sendi Rahang atau Temporomandibular Disorder (TMD)

TMD adalah gangguan yang terletak pada sendi yang menghubungkan antara kepala dan rahang bawah. TMD dapat menimbulkan sensasi seperti sakit gigi.

Artikel lainnya: 4 Cara Mengatasi Pipi Bengkak Akibat Sakit Gigi

Gangguan sendi rahang dapat disebabkan karena kebiasaan menggemeretakkan gigi, makan makanan yang keras, mengunyah pada satu sisi, atau berhubungan dengan tumbuhnya gigi geraham ketiga.

  1. Abses Gigi

Abses gigi biasanya terjadi apabila lubang gigi sudah sampai saraf gigi, tetapi tidak dilakukan perawatan. Akibatnya, terjadi infeksi yang menyebabkan gusi bengkak bernanah. Sudah tentu keadaan ini menimbulkan sakit gigi yang luar biasa.

  1. Gigi Sensitif

Rasa sakit atau ngilu karena terkena minuman atau makanan dingin, manis, atau asam bisa disebabkan karena gigi sensitif. Salah satu penyebabnya bisa karena terbukanya sebagian akar gigi akibat kesalahan dalam teknik menyikat gigi, atau bisa juga karena penumpukan karang gigi.

Lebih jelasnya lagi, penyebab sakit gigi lainnya bisa secara lengkap dibaca di sini.

Artikel lainnya: Sakit Gigi Bisa Sembuh Sendiri?

2 dari 3 halaman

Mengapa Otak Tidak Mampu Bedakan Sumber Lokasi Sakit Gigi?

Seluruh gigi manusia terdiri dari saraf-saraf yang berhubungan. Gigi-gigi atas dan saraf dipersarafi oleh cabang dari saraf trigeminal, yaitu cabang maksila untuk gigi atas dan cabang mandibula untuk gigi bawah.

Rasa sakit yang dibawa oleh kedua cabang tersebut ternyata direspons dengan cara yang sama oleh beberapa wilayah otak. Itulah kenapa pasien sering kali kesulitan dalam membedakan sumber rasa sakit.

Menurut para peneliti, wilayah-wilayah di korteks serebral (meliputi korteks somatosensorik, korteks cingulata, dan korteks insula) memberi respons yang serupa terhadap sakit pada gigi atas maupun  bawah.

Padahal wilayah-wilayah otak tersebut diketahui memiliki peranan yang penting untuk memproyeksikan rasa sakit.

Namun, karena wilayah-wilayah tersebut teraktivasi secara bersamaan, akibatnya  pasien bisa salah saat mengidentifikasi gigi mana yang sebetulnya menjadi sumber keluhan.

Oleh karena itu, sebelum melakukan tindakan gigi, dokter gigi biasanya memerlukan waktu yang lebih lama untuk menemukan sumber rasa sakitnya. Dokter gigi juga tidak bisa langsung memberikan tindakan hanya berdasarkan keterangan dari pasien. Dibutuhkan pemeriksaan penunjang seperti rontgen.

Jadi, pasien diharap bersabar saat dokter gigi berusaha untuk menemukan sumber sakit gigi, agar perawatannya tepat dan akurat. Sebelum kunjungan rutin ke dokter gigi tiap enam bulan sekali, Anda juga bisa tanya-tanya seputar kesehatan gigi lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter. Sehat itu mudah!

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar