Sukses

Sumbatan Usus Anak Oleh 1/2 Kg Cacing Gelang

Datang dengan keluhan tidak bisa buang air besar (BAB), seorang anak berusia 11 tahun yang berasal dari daerah Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,

Oleh : dr. Dissy Pramudita

Datang dengan keluhan tidak bisa buang air besar (BAB), seorang anak berusia 11 tahun yang berasal dari daerah Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terpaksa harus menjani operasi di RS Cibabat pada tanggal 27 April 2010. Saat dioperasi, didapatkan adanya gumpalan cacing besar-besar dalam jumlah banyak, hingga mencapai berat ½ kg, yang menghambat aliran hasil pencernaan di ususnya sehingga anak tersebut mengeluh sulit buang air besar.

Lebih lanjut diketahui bahwa ternyata ini bukanlah pertama kalinya anak tersebut menderita cacingan. Menurut pengakuan sang Ayah, diketahui bahwa anak tersebut memang sudah sering menemukan adanya cacing yang keluar dari lubang anusnya ketika buang air besar.

Hal ini sebenarnya dapat dihindari jika orangtua mau melakukan beberapa tindakan pencegahan terhadap cacingan pada anak.

Terdapat beberapa jenis cacing yang dapat meninfeksi tubuh manusia, diantaranya adalah cacing gelang, cacing pita, cacing kremi, cacing tambang, dll. Pada kasus yang terjadi di RS.Cibabat, anak tersebut terinfeksi oleh cacing gelang atau yang lebih dikenal dengan Ascaris lumbricoides. Dalam dunia kedokteran infeksi oleh cacing Ascaris lumbricoides disebut sebagai Ascariasis.

Cara Penularan
Ascariasis memang lebih sering menyerang anak-anak, terutama yang tinggal di daerah dengan sanitasi dan higienitas yang buruk. Cacing ini masuk ke dalam tubuh manusia setelah manusia memakan telur cacing Ascaris lumbricoides yang terdapat di tanah yang bercampur oleh tinja manusia yang mengandung telur cacing ini. Telur cacing ini tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Karena anak-anak sering bermain di tanah yang kotor, infeksi cacing ini dapat terjadi ketika tangan mereka yang kotor masuk ke dalam mulunya, membawa telur cacing ke dalam saluran cerna. Telur cacing juga dapat ditemukan di sayuran dan buah-buahan yang ditanam di tanah yang terkontaminasi.

Gejala
Setelah masuk ke dalam tubuh cacing ini akan menetas di dalam usus menghasilkan larva. Larva akan masuk ke dalam aliran darah dan sistem limfe menuju ke paru-paru dan menimbulkan gejala berupa batuk-batuk, sesak napas, dan wheezing (mengi). Setelah 6-10 hari berada di dalam paru, larva cacing akan berjalan ke tenggorokan dan tertelan kembali masuk ke dalam usus.

Di dalam usus, larva cacing akan berkembang menjadi dewasa dan berkembang biak. Cacing betina berukuran lebih besar daripada cacing jantan dengan ukuran yang dapat mencapai lebih dari 40 cm ketika sudah dewasa. Cacing betina yang hamil dapat menghasilkan 200.000 telur dalam sehari, dan telur ini akan dibawa keluar melalui feses.

Pada kasus yang sedang, adanya cacing ini di usus akan menimbulkan gejala berupa : sakit perut, mual, muntah, diare atau BAB berdarah. Namun infeksi oleh cacing yang lebih berat (jumlah yang banyak dan ukuran yang besar-besar) dapat menimbulkan keluhan berupa : sakit perut yang hebat, lemas, muntah, berat badan turun, adanya cacing di muntahan atau di tinjanya.

Komplikasi
Adanya cacing Ascaris lumbricoides di dalam tubuh yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menimbulkan komplikasi berupa :

  • Defisiensi zat gizi. Anak-anak yang menderita ascariasi akan kehilangan nafsu makannya dan dapat mengalami gangguan dalam proses pencernaan. Akibatnya, zat-zat gizi yang masuk melalui makanan menjadi berkurang dan anak akan kekurangan zat gizi
  • Menimbulkan hambatan (sumbatan) dalam usus yang selanjutnya dapat menimbulkan robekan usus (perforasi). Pada kasus yang sangat berat, kumpulan cacing akan menyumbat usus dan menimbulkan keluhan berupa sakit perut dan muntah. Hambatan usus yang berlangsung lama lebih lanjut mampu menimbulkan robekan (perforasi) pada dinding usus dan menimbulkan perdarahan.

Pengobatan
Pengobatan infeksi cacing Ascaris lumbricoides baru diberikan ketika cacing ini sudah menimbulkan gejala berupa sakit perut, diare atau muntah, segera periksakan ke dokter terdekat. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, antara lain pemeriksaan tinja, periksaan darah, USG atau foto rontgen untuk memastikan diagnosis ascariasis dan komplikasi-komplikasi yang mungkin telah terjadi. Setelah diagnosis ascariasi ditegakkan, dokter akan memberikan obat cacing berupa albendazole, ivermectine atau mebendazole yang bermanfaat untuk membunuh cacing dewasa di dalam usus.

Namun, pada kasus yang berat dan sudah menimbulkan komplikasi mungkin dibutuhkan tindakan operasi untuk memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan oleh cacing tersebut dalam usus, untuk membuang cacing dalam usus yang telah menyumbat usus dan lainnya.

Pencegahan
Penyakit ini sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah. Pencegahan dapat dilakukan antara lain dengan :
1.    jagalah kebersihan lingkungan bermain anak
2.    cucilah tangan sebelum makan dengan menggunakan sabun dan air mengalir
3.    cucilah buah-buahan dan sayur-sayuran dengan air mengalir
4.    makanlah makanan yang sudah matang.
5.    potong kuku anak secara teratur

Dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan diatas, anda dapat menyimpan dana yang perlu dikeluarkan untuk biaya pengobatan penyakit ascariasi pada kasus yang sudah berat. (DP)

    0 Komentar

    Belum ada komentar