Sukses

Gula Jagung Baik untuk Penderita Diabetes?

Asupan gula berlebih tidak baik untuk pengidap diabetes. Tapi, benarkah gula jagung aman untuk Anda yang memiliki kencing manis?

Klikdokter.com, Jakarta Beragam jenis gula biasa Anda konsumsi setiap harinya. Sayangnya, gula masih menjadi musuh bagi pengidap diabetes. Namun, benarkah gula jagung baik dan aman atau justru fakta menunjukkan sebaliknya? 

Sebelum beralih ke gula jagung, Anda perlu mengetahui bahwa semua makanan yang dikonsumsi selama ini tak luput dari kandungan gula. Kandugan gula bisa berasal dari makanan itu sendiri. Misalnya, makanan yang kaya akan karbohidrat, seperti lontong, mie, roti, kentang, xn jagung. 

Bisa juga memang berasal dari gula yang digunakan untuk menamabah rasa di makanan. Ternyata, para pengidap diabetes mesti berhati-hati terhadap kandungan gula tersebut. Jangan sampai mengonsumsinya secara berlebihan.

Anda harus tahu mengonsumsi gula perlu tahu batasannya. Kementerian Kesehatan memberikan batasan bahwa konsumsi gula harian maksimal 50 gram atau 4 sendok makan. Akan tetapi, tentu saja Anda tidak bisa menghitung kadar gula di makanan tertentu. Misalnya, buah-buahan dan cokelat.

Oleh sebab itu, Anda sebenarnya dianjurkan untuk membatasi gula tambahan harian. Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, batasan konsumsi gula yang dimaksud ditujukan untuk konsumsi gula tambahan yang berasal dari berbagai makanan dan minuman olahan dan siap saji, maupun penggunaan pemanis. Misalnya gula pasir, gula merah, dan gula palem.

"Makanan dan minuman yang dimaksud, seperti kue, donat, biskuit, permen, minuman kemasan (baik yang bersoda maupun tidak), kopi atau teh manis yang kerap dijual di pasaran. Anda juga harus menghindari berbagai makanan pencuci mulut," ujar dr. Fiona.

Anjuran konsumsi gula tambahan harian menurut WHO adalah 25 gram per hari baik untuk pria maupun wanita. Hal itu perlu dibatasi karena sudah menjadi pengetahuan umum dalam masyarakat bahwa mengonsumsi gula yang berlebihan dapat menimbulkan obesitas (kegemukan) dan memicu terjadinya diabetes.

"Mengonsumsi gula tambahan sebenarnya tidak memberi manfaat kesehatan selain tambahan asupan kalori. Di sisi lain, tubuh sebenarnya bisa mendapatkan asupan gula alami yang cukup dari makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Misalnya, buah-buahan, sayuran, dan roti," ungkap dr. Fiona.

Benarkah gula jagung aman dikonsumsi pengidap diabetes?

Gula jagung (fruktosa) sebenarnya tidak terlalu terkenal seperti gula biasa (sukrosa). Akan tetapi, jenis gula ini memang ada dan beberapa orang memakainya dengan alasan lebih sehat di tubuh.

Sayangnya, dalam beberapa penelitian, gula jagung justru tidak baik untuk pendidap diabetes. Dalam sebuah penelitian medis, terdapat percobaan memberikan larutan fruktosa dan larutan sukrosa terhadap tikus.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tikus yang mendapatkan larutan fruktosa ternyata lebih cepat mengalami obesitas. Ini dibandingkan dengan tikus yang mendapatkan larutan sukrosa. 

Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa konsumsi gula fruktosa dalam jumlah besar dapat menekan rasa kenyang. Selain itu, juga memicu hati untuk memproduksi trigliserida sehingga dapat menyebabkan terjadinya obesitas. 

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi fruktosa juga dapat memicu terjadinya resistensi insulin. Inilah  yang merupakan awal penyebab terjadinya diabetes atau kencing manis.

Pernyataan tersebut didukung pula oleh hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Kim-Anne le dan rekan peneliti lainnya pada 2009. 

Dalam sebuah jurnal, Anne Le dan kawan-kawan menyatakan bahwa konsumsi fruktosa dalam jumlah tinggi selama 7 hari sudah mampu untuk memicu terjadinya dislipidemia. Ini merupakan deposisi lemak di hati dan menurunkan sensitivitas insulin pada tubuh.

Dari hasil penelitian-penelitian tersebut, disimpulkan bahwa tidak ada satupun jenis gula yang lebih baik dibandingkan dengan gula lainnya. Gula rendah kalori jika dikonsumsi secara berlebihan tetap akan memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh. 

Namun, bukan berarti bahwa pengidap diabetes dan orang dengan obesitas tidak boleh mengonsumsi gula sama sekali. Cobalah untuk selalu mengontrol jumlah gula yang Anda konsumsi setiap harinya tergantung dengan kebutuhan kalori Anda. 

Jika kebutuhan kalori Anda sejumlah 1800, sebaiknya dibatasi untuk mengonsumsi hanya 5 sendok teh gula setiap harinya. Jika kebutuhan kalori Anda 2000 kalori maka batasi konsumsi gula hanya sebanyak 8 sendok teh setiap harinya. 

Hingga saat ini belum ada penelitian yang berhasil membuktikan bahwa gula jagung aman bagi pengidap diabetes.Tdak ada satu pun jenis gula yang aman bagi pengidap kencing manis kalau konsumsinya berlebihan. Ini juga termasuk untuk orang-orang yang aman dari diabetes.

[FR/AYU]

2 Komentar