Sukses

Kenali Makanan yang Cocok untuk Penderita Thalassemia

Penderita thalassemia harus pintar-pintar dalam memilih makanan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Lalu, makanan apa yang dianjurkan?

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan secara genetik. Kondisi ini terjadi akibat tubuh tidak dapat membentuk salah satu komponen hemoglobin (baik rantai α maupun rantai β). Akibatnya, hemoglobin tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup. Penderita pun jatuh dalam keadaan anemia.

Tak sekadar anemia biasa, penderita thalassemia punya nilai hemoglobin yang sangat rendah. Hal ini menyebabkan mereka harus menjalani transfusi darah secara rutin seumur hidupnya, khususnya penderita thalassemia jenis mayor (disebut juga thalassemia-β).

Penderita thalassemia minor (thalassemia-α) mungkin membutuhkan transfusi juga, tapi tidak rutin. Meskipun bisa tampak sehat seperti orang normal, penderita thalassemia minor bisa menurunkan penyakit ini pada anak-anaknya.

Kondisi kelainan darah ini cukup banyak ditemukan di Indonesia. Berdasarkan data dari Lembaga Eijkman, angka kejadian thalassemia-α di Indonesia berkisar 2,6-11%. Adapun angka thalassemia-β sekitar 3-10%.

Artikel lainnya: Waspada Thalassemia, Lakukan Pemeriksaan Sebelum Menikah!

Bagaimana seseorang bisa dicurigai menderita thalassemia? Berikut adalah gejalanya:

  • Anemia berulang
  • Tubuh mudah lelah, kurang bersemangat
  • Tubuh lemas
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kulit pucat hingga kekuningan (akibat banyaknya pemecahan sel darah merah)
  • Pertumbuhan terhambat
  • Struktur tulang wajah tampak tidak normal
  • Perut membuncit (akibat pembesaran organ limpa, yang berupaya memproduksi sel darah merah lebih banyak akibat kondisi anemia)
  • Urine terlihat gelap

Ketika terdapat gejala-gejala di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Sebab, semakin dini diketahui, kondisi ini dapat ditangani dengan baik sebelum terjadinya komplikasi.

Misalnya, mencegah berubahnya struktur tulang wajah menjadi menebal akibat thalassemia kronik. Penanganan dini juga bisa mencegah membuncitnya perut akibat membesarnya limpa.

Selain itu, penanganan dini tentunya bisa mencegah timbulnya komplikasi thalassemia. Komplikasi berat bisa muncul lebih cepat salah satunya akibat penumpukan zat besi di tubuh. Nah, untuk menghindarinya, beberapa pantangan harus dipahami penderita.

Artikel lainnya: Apakah Thalassemia Bisa Dicegah?

1 dari 2 halaman

Pantangan Penderita Thalassemia

Jelas, penderita thalassemia butuh asupan gizi yang cukup dan seimbang demi menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Sebab, thalassemia umum terdiagnosis saat penderita masih berusia kanak-kanak.

Agar anak penderita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, asupan gizi harus diutamakan. Anak sebaiknya mengonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang cukup.

Hanya saja, pastikan pantangan thalassemia juga diperhatikan. Penderita harus mewaspadai makanan yang mengandung kadar zat besi sangat tinggi. Dikhawatirkan, zat besi dari makanan tersebut dapat berkontribusi terhadap penumpukan zat besi lebih lanjut di tubuh penderita.

Salah satunya adalah hati dan daging merah. Dua bahan pangan hewani ini mengandung kadar zat besi yang sangat tinggi. Pantangan thalassemia ini juga berlaku pada produk olahannya, seperti sosis, bakso, dan daging hamburger.

Dalam menegakkan pantangan thalassemia ini, penderita dapat mengganti sumber proteinnya menjadi pangan yang lebih sedikit kandungan zat besi. Misalnya, ikan, ayam, udang, dan susu sapi.

Mungkin bayam sering digaungkan sebagai salah satu pantangan thalassemia akibat kandungan besinya yang tinggi. Namun, menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), ini hanyalah mitos.

Bayam dan sayuran hijau lain memang tinggi zat besi, tapi penyerapannya lebih sulit. Oleh karena itu, tidak semua zat besi yang terkandung di dalam sayuran bisa masuk ke tubuh.

Sebagai bantuan tambahan, penderita juga bisa mengonsumsi bahan pangan, seperti sereal dan teh. Keduanya mengandung fitat, yang dapat mencegah penyerapan zat besi dari makanan-makanan pantangan thalassemia.

Sebaliknya, makanan atau suplemen mengandung vitamin C justru bisa membantu peningkatan penyerapan zat besi. Jadi, ada baiknya juga pembatasan konsumsi makanan mengandung vitamin C.

Pantangan thalassemia penting untuk diperhatikan penderita. Jika mendapat transfusi darah secara rutin, mengonsumsi obat kelasi besi dan menegakkan pantangan thalassemia, kemungkinan penderita tumbuh kembang selayaknya orang normal akan semakin tinggi. Intip info lain soal kesehatan di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar