Sukses

Penderita Penyakit Jantung Tak Boleh Minum Vitamin B?

Ada yang bilang bahwa penderita penyakit jantung tidak boleh mengonsumsi vitamin B, karena dapat memperburuk kondisi. Apakah medis setuju dengan anggapan ini?

Penyakit jantung adalah kondisi mematikan yang bisa terjadi pada siapa saja. Bagi orang yang mengalami penyakit tersebut, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah hal yang wajib dilakukan.

Bukan hanya itu, penderita penyakit jantung bahkan perlu memperhatikan pola makan yang dijalankan sehari-hari. Jika tidak dibenahi, bisa saja penyakit malah makin parah sehingga mengancam nyawa.

Terkait pola makan, ada anggapan yang menyebut bahwa penderita penyakit jantung harus menghindari makanan mengandung vitamin B karena dapat memperburuk kondisi. Namun, apakah medis setuju dengan hal ini?

Artikel lainnya: Awas, Kurang Vitamin Bisa Bikin Fungsi Otak Menurun

 

1 dari 3 halaman

Mengenal Fungsi Vitamin B bagi Tubuh

Tubuh manusia tidak bisa memproduksi vitamin sendiri, sehingga harus mengonsumsi makanan sehat untuk mendapatkannya. Salah satu vitamin yang penting untuk selalu didapatkan dalam jumlah seimbang adalah vitamin B.

Vitamin B itu sendiri merupakan kelompok vitamin yang terdiri dari beberapa jenis. Masing-masing jenis vitamin B memiliki fungsi yang berbeda-beda.

  • Vitamin B1 (Thiamin)

Thiamin dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme gula dan lemak, pembentukan hormon, serta memproduksi senyawa kimia di otak.

Kekurangan nutrien ini dapat menyebabkan gangguan memori, penurunan berat badan secara tidak sehat, dan gangguan saraf.

Artikel lainnya: Vitamin D3 dapat Mencegah Penyakit Kardiovaskular?

  • Vitamin B2 (Riboflavin)

Riboflavin dibutuhkan untuk pembentukan energi; membuat vitamin B3; serta membantu metabolisme lemak, hormon, dan beberapa jenis obat.

  • Vitamin B3 (Niasin)

Di dalam tubuh, niasin akan diubah menjadi zat kimia bernama koenzim yang berperan untuk mengaktifkan berbagai enzim.

Kekurangan niasin —atau secara medis disebut penyakit pelagra— akan menyebabkan kulit kecokelatan, lidah berwarna merah terang, gangguan pencernaan terutama diare, sakit kepala, dan mudah lelah.

  • Vitamin B5 (Asam Pantotenat)

Asam pantotenat dibutuhkan tubuh untuk membentuk koenzim, protein, dan lemak. Selain itu, nutrien ini juga akan beredar di aliran darah untuk membantu optimalnya proses metabolisme.

Artikel lainnya: Vitamin Neurotropik, Apa Itu?

Kekurangan asam pantotenat biasanya terjadi pada anak dan dewasa. yang mengalami malnutrisi berat. Gejalanya bisa berupa kesemutan atau baal pada tangan dan kaki, sakit kepala, gelisah, serta tidak nafsu makan.

  • Vitamin B6 (Piridoksin)

Piridoksin dibutuhkan untuk proses metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu, nutrien ini juga dibutuhkan untuk perkembangan otak dan mengoptimalkan sistem imunitas tubuh.

Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan mudah mengalami infeksi, anemia, depresi, serta bisa meningkatkan risiko beberapa penyakit autoimun.

  • Vitamin B7 (Biotin)

Biotin dibutuhkan untuk pengaturan DNA di dalam tubuh, serta untuk memecahkan lemak, protein, dan karbohidrat. Biotin sangat mudah dijumpai pada telur, daging sapi, dan ikan laut.

Kekurangan biotin dapat menyebabkan rambut menjadi lebih tipis, kuku menjadi rapuh, dan kulit wajah mudah mengelupas.

Artikel lainnya: Kenali Suplemen Vitamin yang Cocok untuk Tubuh Anda

  • Vitamin B9 (Folat)

Folat memegang peranan penting dalam pembetukan sel darah merah. Pada ibu hamil, nutrien ini dibutuhkan untuk mencegah penyakit spina bifida.

Kekurangan folat dapat menyebabkan anemia, sakit kepala, serta sariawan di mulut dan lidah. Pada ibu hamil, kekurangan nutrien ini bisa meningkatkan risiko cacat bawaan lahir.

  • Vitamin B12 (Kobalamin)

Kobalamin diperlukan untuk pembentukan DNA, pembentukan sel darah merah, metabolisme lemak dan protein, serta untuk mengoptimalkan fungsi saraf otak.

Kobalamin ditemukan pada produk hewani seperti ikan, daging, susu, dan yoghurt.

  • Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks merupakan suplemen vitamin yang terdiri dari thiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, pyridoxine, biotin, folat dan cobalamins dalam satu tablet.

Beberapa fungsi vitamin B kompleks yang bisa Anda rasakan jika mengonsumsinya sesuai anjuran dokter, misalnya meningkatkan energi, mengoptimalkan proses metabolisme, mencegah penuaan dini, dan lain sebagainya.

Artikel lainnya: Bahaya di Balik Konsumsi Suplemen Vitamin Kedaluwarsa

2 dari 3 halaman

Dampak Vitamin B bagi Penderita Sakit Jantung

Dahulu kala, vitamin B (khususnya folat) diyakini memiliki manfaat baik bagi penderita penyakit jantung. Hal ini karena folat dapat menurunkan kadar homosistein, yang merupakan salah satu jenis asam amino penyebab darah lebih kental.

Namun, penelitian yang dipublikasikan oleh American Heart Association (AHA) menemukan bahwa memberikan suplemen vitamin B tidak memberikan manfaat yang bermakna bagi penderita sakit jantung. Kecuali, jika penderita tersebut memang memiliki kadar homosistein yang berlebihan.

Itu artinya, penderita sakit jantung yang tidak mengalami gangguan homosistein tidak memerlukan suplemen vitamin B tambahan. Oleh karena itu, penderita sakit jantung sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan secara sepihak terkait konsumsi suplemen vitamin B.

Kendati demikian, penderita sakit jantung tetap perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B. Ingat, vitamin B dari makanan, bukan dari suplemen.

Jadi, makanan kaya vitamin B seperti tahu, tempe, sayuran hijau, dan telur tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah seimbang, mengingat banyaknya fungsi vitamin B bagi tubuh manusia.

Jika Anda penderita sakit jantung yang ingin mengonsumsi suplemen vitamin B, pastikan untuk terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi Anda benar-benar layak untuk mendapatkan vitamin B tambahan selain dari makanan.

Apabila Anda masih penasaran mengenai sakit jantung dan khasiat vitamin B, jangan sungkan untuk bertanya pada tim dokter dari KlikDokter melalui Live Chat 24 jam.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar