Sukses

Cara Tepat Merawat Gigi dan Mulut Bayi

Orang tua mesti merawat gigi bayi dengan cara yang tepat. Agar tak salah langkah, ini panduan cara membersihkan gigi bayi yang bisa Anda ikuti.

Perawatan gigi dan mulut adalah hal yang penting dilakukan sejak dini. Tindakan tersebut direkomendasikan dilakukan sejak bayi lahir, bahkan saat si kecil belum tumbuh gigi. Pasalnya, bayi mengonsumsi ASI yang mengandung gula alami. 

Meski bersifat alami, gula bisa tertinggal di dalam mulut dan mengundang kuman. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, gigi bayi yang masih di dalam gusi bisa berlubang ketika tumbuh nanti. 

Bayi juga berisiko mengalami kesulitan dalam mengunyah dan bicaranya menjadi kurang jelas. Merawat gigi sejak dini dapat membuat anak terbiasa dengan ritual kebersihan diri tersebut. 

Hal ini dimulai dari terbiasa dengan adanya suatu benda yang dimasukkan ke dalam mulutnya untuk membersihkan gigi dan lidahnya. Alhasil, bayi tidak merasa takut, mual, atau bahkan berontak ketika Anda mulai menyikat giginya dengan sikat gigi.

Untuk mendukung serta menjaga kesehatan gigi si kecil, berikut cara merawat gigi dan membersihkan gusi bayi di rumah.

Artikel Lainnya: Mengenal Kista Erupsi pada Gigi Bayi yang Baru Tumbuh

1 dari 9 halaman

1. Perawatan Gigi Bayi Usia 0-6 bulan

Pada tahap ini biasanya akan tumbuh dua gigi depan bagian bawah. Untuk merawatnya, berikut hal yang perlu dilakukan:

  • Ambil waslap atau kain kasa steril, lilitkan di jari telunjuk, dan celupkan ke air hangat
  • Cara membersihkan gusi bayi adalah dengan mengusapkannya ke gusi anak Anda setidaknya 2 kali sehari. Usap juga di bagian pipi dan lidah agar bersih dari sisa makanan atau ASI.
  • Bersihkan gusi bayi setelah minum ASI dan sebelum tidur. Hal ini dapat membantu membersihkan sisa-sisa ASI yang dapat menyebabkan gigi berlubang.
  • Saat gigi pertama mulai tumbuh, Anda dapat memberikan si kecil teether, melakukan pijat gusi, dan memberikan makanan atau mainan dingin (bukan beku).

Dengan cara merawat gigi bayi ini, putra atau putri Anda yang baru lahir pun akan mulai terbiasa dengan jari yang masuk untuk membersihkan lidah dan gusi-gusinya. 

2 dari 9 halaman

2. Perawatan Gigi Bayi di Usia 7-12 Bulan

Pada tahap ini, si kecil umumnya sudah memiliki empat gigi di bagian depan-atas dan depan-bawah. Pada saat ini, Journal of American Dental Association menyarankan Anda untuk mulai mengajak si kecil memeriksakan gigi ke dokter.

Untuk perawatan gigi di rumah, Anda bisa memulainya dengan menyikat gigi si kecil dengan sikat gigi khusus anak-anak.

Ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih sikat gigi untuk anak:

  • Pilih sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut, gagang yang besar untuk menggenggam, dan ujung kepala sikat yang mengecil.
  • Ganti sikat gigi anak setiap 3 bulan sekali atau setelah si kecil sembuh dari sakit.
  • Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak atau berubah bentuk.
  • Gunakan pasta gigi non-fluoride atau rendah fluoride, karena anak belum bisa meludah.

Artikel Lainnya: Biskuit Bayi Membantu Pertumbuhan Gigi Anak? Ini Faktanya

3 dari 9 halaman

3. Perawatan Gigi Bayi di Usia 13-24 bulan

Pada tahap ini akan tumbuh empat gigi taring atas dan bawah, serta empat gigi geraham pertama atas dan bawah.

Untuk meneruskan perawatan gigi di rumah, lakukan hal sebagai berikut:

  • Gunakan pasta gigi mengandung fluoride, dengan takaran sebesar biji beras untuk sekali sikat gigi.
  • Sikat gigi dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam sebelum tidur.
  • Kegiatan sikat gigi masih harus dibantu dan diawasi oleh orang tua, karena kemampuan motorik anak belum sempurna.
  • Sebisa mungkin mulai alihkan penggunaan botol susu ke gelas.
  • Jika si kecil punya kebiasaan mengisap ibu jari, pastikan ia bisa. menghentikannya sebelum genap berusia empat tahun
  • Jangan celupkan empeng ke dalam madu atau larutan manis lain.
4 dari 9 halaman

4. Memilih Jenis Makanan yang Tepat

Salah satu cara merawat gigi bayi adalah dengan memberikan jenis makanan yang tepat. Makanan yang dapat diberikan, di antaranya:

  • Buah dan sayur, seperti pir, melon, apel, dan lainnya paling baik untuk dijadikan camilan atau snack. Karena jenis makanan ini mengandung lebih banyak air dan serat.

  • Keju dapat menstimulasi air ludah yang berguna membilas gigi dari sisa makanan yang menempel.

  • Berikan anak makanan yang mengandung tinggi kalsium seperti, susu, brokoli dan yoghurt.

5 dari 9 halaman

5. Memilih Konsumsi Minuman yang Tepat

Selain makanan, pemilihan dan cara konsumsi minuman pun harus diperhatikan sebagai cara merawat gigi bayi. Berikut hal yang dapat orangtua lakukan:

  • Pastikan anak minum air putih setelah selesai minum jus, soda, ataupun susu.
  • Sebisa mungkin jangan berikan susu botol, susu formula, jus atau soda sebagai pengantar tidur anak.
  • Jika anak terbiasa minum susu sebagai pengantar tidur, usahakan susu sudah dihabiskan lebih dulu sebelum anak tertidur.
  • Upayakan untuk memilih makanan yang tidak mengandung pemanis buatan agar kesehatan mulut dan gigi anak senantiasa terjaga.
6 dari 9 halaman

6. Batasi Konsumsi Snack dan Makanan Manis

Guna mencegah bayi mengalami gigi berlubang, orang tua harus mengatur dan membatasi pemberian camilan. Berikut tipsnya:

  • Usahakan untuk memberikan buah sebagai camilan. 
  • Cemilan berupa biskuit bayi, wafer, bayi, harus dibatasi jumlahnya jangan lebih dari satu porsi sehari. 
  • Sebisa mungkin berikan camilan setelah anak makan besar, jangan di sela-sela waktu makan besar. Hal ini bertujuan agar gigi tidak terus menerus terpapar dengan yang manis-manis.

Artikel Lainnya: Jenis Cedera Gigi yang Rentan Dialami Bayi

7 dari 9 halaman

7. Lakukan Secara Rutin Dengan disiplin

Salah satu kunci keberhasilan merawat gigi bayi adalah disiplin dalam melakukannya sehari-hari. Tidak dimungkiri bahwa bayi cenderung menolak dan menangis saat Anda membersihkan lidah dan gusi-gusinya. 

Balita pun akan berontak saat giginya disikat. Namun, Anda tetap perlu disiplin untuk melakukannya. Bila perlu, ajak satu pendamping lagi untuk membantu Anda melakukan rutinitas merawat gigi bayi 

Dengan kedisiplinan dan konsistensi, diharapkan ketika menginjak usia 2 tahun, anak mulai terbiasa bahkan tertarik melakukan sikat gigi tanpa perlawanan. 

8 dari 9 halaman

8. Berikan Kesempatan Pada Anak untuk Menyikat Giginya Sendiri

Sikat gigi merupakan kegiatan yang menarik bagi beberapa anak. Bahkan, banyak anak yang ingin menyikat gigi sendiri. 

Jika anak merebut karena ingin menyikat giginya sendiri, berikan ia kesempatan untuk melakukan hal tersebut. 

Namun setelah itu, Anda harus menyelesaikannya dengan menyikat lagi seluruh gigi anak hingga bersih. Jangan lupa untuk selalu mendampingi anak saat menyikat gigi sampai usia tujuh tahun.

Sekarang Anda sudah tahu cara merawat mulut bayi, kan? Pastikan untuk melakukan yang terbaik agar kesehatan gigi dan mulut si kecil terus terjaga hingga dewasa. 

Untuk membaca artikel kesehatan gigi dan mulut lainnya, segera download aplikasi Klikdokter. Sedangkan untuk konsultasi langsung dengan dokter, Anda bisa menggunakan fitur Live Chat KlikDokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar