Sukses

Amankah Menghilangkan Aging dengan Operasi Bedah Estetik?

Anda terpikir melakukan perawatan anti-aging dengan bedah estetik? Kalau iya, kenali lebih dalam dulu soal keamanannya di artikel ini.

Fenomena mempercantik diri di zaman sekarang tak cuma milik wanita. Kaum Adam pun sekarang punya perawatan sendiri untuk memperindah diri. Salah satunya dengan operasi bedah estetik yang bisa menghilangkan tanda-tanda penuaan. Akan tetapi, apakah prosedur ini aman?

1 dari 3 halaman

Prosedur Operasi Bedah Plastik

Saat ini, ada beberapa tindakan operasi bedah estetik yang ditawarkan. Beberapa di antaranya yang cukup populer adalah blefaroplasti dan face lift. Berikut penjelasannya beserta prosedur yang dilakukan:

 

  • Blefaroplasti

Mata adalah fokus pertama manusia pada saat berinteraksi. Area ini sekaligus dijadikan tolok ukur dalam menilai proses penuaan seseorang. Nah, blefaroplasti adalah tindakan operasi bedah estetik untuk peremajaan daerah tengah wajah (midfacial).

Berikut beberapa tanda aging yang dapat dikoreksi dengan blefaroplasti:

  1. Kantong Mata

Masalah kantong mata banyak ditemukan pada orang yang sering bekerja hingga larut malam, banyak menatap layar komputer, serta berusia di atas 40 tahun.

Prosedur untuk menghilangkan kantong mata ini sering disebut lower blepharoplasty. Pada prosedur ini, dilakukan pengencangan otot kelopak mata bawah. Sementara, kulit yang berlebih/berkantung dihilangkan dengan dibuat sayatan pada area mata.

Artikel lainnya: Operasi Menghilangkan Kantong Mata, Amankah?

  1. Crows Feet

Crows feet merupakan kerutan yang terjadi pada sisi luar sudut mata, biasanya karena punya kebiasaan mengerutkan mata dan dahi. Kondisi ini dapat terjadi karena sering bekerja di luar ruangan, kerap bekerja dengan layar komputer/ TV, dan pertambahan usia.

Prosedur menghilangkannya adalah dengan kombinasi blefaroplasti atas dan bawah (upper dan lower blepharoplasty).

  1. Alis Mata yang Menurun

Alis mata yang menurun bisa disebabkan oleh kelemahan otot frontalis (otot di area dahi) atau karena genetik (keturunan).

Prosedur untuk menaikkan alis mata ini dinamakan brow lifting. Pada brow lifting, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti frontal resection, yakni pengencangan otot dahi.

Atau, bisa juga dilakukan dengan cara yang sedang populer saat ini, yakni endoscopic brow lift, yakni dengan membuat luka yang sangat kecil sehingga hasilnya akan lebih terlihat natural.

Artikel lainnya: Benarkah Faktor Genetik Sebabkan Gangguan Mata?

Pada prosedur blefaroplasti, sayatan yang dibuat biasanya pada kelopak mata atau di dalam kelopak mata bagian bawah. Sayatan akan dibuat mengikuti garis kelopak mata sehingga bekasnya akan samar.

  • Face Lift

Face lift atau rhytidectomy merupakan suatu tindakan operasi bedah estetik yang ditujukan untuk peremajaan area wajah. Prosedur ini dapat mengurangi lipatan berlebih dan kulit yang kendur pada wajah seiring dengan bertambahnya usia.

Pada prosedur face lift, dibuat sayatan di dekat garis rambut di dahi bagian samping. Sayatan yang dibuat dapat dimulai dari sisi depan telinga memanjang memutari daun telinga hingga ke kulit kepala bagian belakang.

Lemak dan kulit yang berlebih akan diambil serta jaringan otot yang terdapat di bawah kulit akan dikencangkan. Jika area kulit yang berlebih dan kendur tidak terlalu luas, dapat dilakukan prosedur mini face lift dengan sayatan yang lebih minimal.

Beberapa tanda aging yang dapat dikoreksi dengan face lift, antara lain:

  • Kulit pipi yang mengendur
  • Kulit berlebih pada rahang bagian bawah
  • Lipatan nasolabial (garis dari samping hidung hingga ke ujung mulut) yang dalam
  • Kulit dan lemak berlebih pada area leher

Artikel lainnya: Tips Sehat agar Lansia Tak Perlu Sedot Lemak

2 dari 3 halaman

Amankah Melakukan Operasi Bedah Plastik?

Kedua prosedur ini bukannya tanpa risiko. Beberapa risiko yang bisa terjadi pasca prosedur blefaroplasti, antara lain infeksi, perdarahan, mata kering atau iritasi, memar, bengkak, cedera pada otot mata, hingga mata menjadi kabur.

Sementara pada face lift, pasien dapat mengalami memar, bengkak, keloid, cedera saraf, dan hilangnya rambut permanen (pada area sayatan).

Meski punya efek samping, operasi bedah plastik pada dasarnya adalah aman, selama Anda dalam kondisi sehat. Kalau memiliki masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, depresi, diabetes, hipertensi, atau gangguan pendarahan, sebaiknya hindari tindakan ini.

Selain itu, cara terbaik untuk menurunkan risiko operasi plastik di atas adalah berhati-hati dalam memilih dokter. Pilihlah dokter spesialis bedah plastik yang kompeten dan klinik kecantikan yang terpercaya, memiliki izin, dan memiliki reputasi yang baik.

Tindakan operasi bedah estetik memang dapat membantu menghilangkan tanda-tanda penuaan. Tapi, prosedur ini tidak menghilangkan tanda penuaan secara permanen. Yuk, intip informasi kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar