Sukses

Mengenal Teknik Bedah Laparoskopi

Pernahkah Anda mendengar tentang teknik bedah laparoskopi? Yuk, kenalan dengan manfaat dan efek samping prosedur bedah yang satu ini!

Terdapat ragam prosedur bedah yang ada di dunia medis. Salah satu yang mungkin pernah dengar adalah bedah laparoskopi. Jenis bedah ini paling sering ditujukan untuk pasien yang mengalami gangguan di dalam perut dan panggul.

Nah, agar Anda tidak salah kaprah mengenai apa itu laparoskopi, yuk kenali lebih dekat metode bedah yang satu ini!

Apa Itu Bedah Laparoskopi?

Bedah laparoskopi adalah semua tindakan bedah pada tubuh bagian perut dan panggul, yang tidak membutuhkan sayatan lebar. Prosedur bedah ini melibatkan alat bantu kamera, monitor dan instrumen-instrumen khusus lainnya untuk memantau kondisi perut pasien.

Artikel lainnya: Kondisi Perut Menunjukkan Kesehatan Anda

Bedah laparoskopi juga dikenal sebagai bedah invasif minimal atau keyhole surgery. Karena, ‘lubang’ bedah yang dibutuhkan amatlah kecil sehingga lebih nyaman untuk pasien karena beberapa alasan.

Sejak pertama kali diperkenalkan, teknik bedah laparoskopi memerlihatkan keunggulannya dibandingkan dengan bedah konvensional. Tidak heran, teknik bedah yang satu ini berkembang sangat pesat hingga saat ini.

1 dari 3 halaman

Bagaimana Prosedur dari Teknik Laparoskopi?

Bedah minimal invasif dilakukan di bawah pembiusan umum, sehingga pasien tidak akan mengalami nyeri saat prosedur dilakukan. Sayatan besar —yang umumnya dilakukan pada bedah konvensional— dapat dihindari karena dokter menggunakan instrumen yang disebut dengan laparoskop.

Laparoskop adalah suatu tabung kecil yang memiliki kamera dan cahaya, sehingga dapat menangkap dan menyalurkan pencitraan yang terdapat di dalam perut maupun panggul pasien ke layar monitor.

Artikel lainnya: 7 Tips Menjaga Kesehatan Mental Sebelum Operasi

Dengan adanya laparoskop, dokter dapat terbantu menegakkan diagnosis akan berbagai macam kondisi penyakit yang berkembang di dalam rongga perut maupun panggul.

Berbagai operasi pun dapat dilakukan, seperti mengambil organ yang rusak atau digerogoti penyakit, maupun untuk mengambil sampel jaringan organ untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (biopsi).

Teknik bedah laparoskopi umumnya digunakan dalam bidang:

  • Ginekologi. Ini adalah ilmu dan penanganan kondisi yang memengaruhi sistem reproduksi wanita
  • Gastroenterologi. Ini adalah ilmu dan penanganan kondisi yang memengaruhi sistem pencernaan
  • Urologi. Ini adalah ilmu dan penanganan kondisi yang memengaruhi sistem saluran kemih

Artikel lainnya: Naik Pesawat setelah Operasi, Boleh atau Tidak?

2 dari 3 halaman

Keuntungan dan Efek Samping Operasi Laparoskopi

Bedah laparoskopi memiliki banyak keuntungan. Meski demikian, ada juga efek samping laparoskopi yang bisa dirasakan oleh pasien.

Dari segi keuntungan, beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari teknik bedah laparoskopi meliputi:

  • Luka operasi yang kecil berkisar antara 2-10 milimeter sehingga rasa sakit setelah pembedahan jauh berkurang.
  • Secara kosmetika, bekas luka operasi sangat berbeda dibandingkan dengan luka bekas operasi konvensional.
  • Karena nyeri setelah pembedahan minimal dan tidak banyak manipulasi pada organ usus, maka masa pulih setelah pembedahan jauh lebih cepat. Pasien juga akan memiliki masa rawat di rumah sakit yang lebih pendek.
  • Dengan alat yang kecil, segala manuver dan eksplorasi jadi semakin luas.
  • Bekas luka operasi pada organ dalam lebih minimal.

Artikel lainnya: Ketahui Efek Samping dan Risiko Bius Umum

Lantas, bagaimana dengan kerugian atau efek samping bedah laparoskopi? Hal pertama yang menjadi kerugian dari teknik bedah laparoskopi adalah masih mahalnya alat-alat, seperti beberapa bagian yang hanya dapat sekali pakai.

Ada pula 1 atau 2 pasien dalam 100 kasus bedah minimal invasif yang mengalami infeksi, perdarahan minimal dan lebam di area penyayatan, serta merasa mual dan muntah setelah dilakukan operasi.

Selain itu, beda laparoskopi juga bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Diperkirakan hal ini terjadi pada 1 pasien dalam 1000 kasus. Berapa komplikasi serius yang dimaksud, meliputi:

  • Kerusakan terhadap organ, seperti kandung kemih dan usus besar, yang dapat memicu hilangnya fungsi organ tersebut.
  • Kerusakan terhadap pembuluh arteri besar, yang dapat memicu perdarahan masif.
  • Reaksi alergi terhadap obat yang digunakan saat pembiusan umum.
  • Gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah vena, umumnya di tungkai bawah (trombosis vena dalam) yang dapat lepas dan menyumbat aliran darah dalam salah satu pembuluh darah di paru-paru (emboli paru)

Untuk menangani beberapa komplikasi serius tersebut, pasien perlu melakukan operasi lebih lanjut jika memang benar-benar dibutuhkan.

Bedah laparoskopi lebih banyak membawa keuntungan dibandingkan dengan kerugiannya. Oleh karena itu, teknik bedah minimal invasif ini dapat dijadikan pilihan bagi Anda yang punya masalah di daerah perut dan pinggul. Sebelum itu, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter, ya!

Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut mengenai teknik bedah laparoskopi atau tindakan serupa lainnya, jangan sungkan untuk bertanya pada tim dokter dari KlikDokter melalui Live Chat 24 jam.

(NB/RPA)

2 Komentar