Sukses

Flu Babi, Virus yang Menginfeksi Ratusan Orang di Berbagai Negara

Flu babi merupakan istilah untuk salah satu jenis influenza yang disebabkan oleh virus H1N1. Seperti apa virus ini? Simak selengkapnya di sini.

Salah satu virus yang pernah menjadi masalah kesehatan dunia adalah virus influenza A-H1N1 atau dikenal dengan nama flu babi. Penyakit ini menjadi masalah global pada 2009 hingga ditetapkan statusnya menjadi pandemi.

Penyakit akibat infeksi virus influenza A-H1N1 ini pertama kali muncul di California, Amerika Serikat pada April 2009. Setelah mewabah di sana, virus ini menyebar dengan cepat hingga menyebabkan kematian pada lebih dari 17.000 orang di seluruh dunia.

Saat seseorang terinfeksi, gejala yang muncul mirip dengan gejala influenza pada umumnya seperti batuk, pilek, dan demam. Apa itu virus flu babi? Coba simak ulasannya di bawah ini.

 

1 dari 3 halaman

Bagaimana Virus Ini Berpindah ke Manusia?

Virus A-H1N1 mengandung materi genetik yang mirip dengan virus influenza unggas, babi, serta manusia. Penularan antar-hewan dapat terjadi melalui kontak lingkungan yang dekat, seperti peternakan.

Sementara itu, virus ini juga dapat menular pada manusia. Hipotesis yang diajukan, babi berperan sebagai mixing vessel atau tempat percampuran materi genetik virus influenza unggas, babi, serta manusia.

Virus dengan karakter baru pun dihasilkan. Mutasi virus tersebutlah yang tertular kepada manusia yang berada di sekitar babi. Orang yang bekerja dengan babi, terutama mereka yang terpajan secara intens, memiliki risiko terinfeksi virus influenza endemik pada hewan-hewan ini. 

Saat memasuki tubuh, virus A-H1N1 mengalami adaptasi di dalam sel-sel saluran pernapasan manusia sampai akhirnya dapat menular antar-manusia.

Artikel lainnya: Flu Babi Afrika, Penyakit Apa Ini?

Penularan virus flu babi dapat dengan cepat melalui batuk, bersin, ataupun berbicara dengan orang yang sedang sakit. Bila percikan ingus atau air liur pengidapnya menempel ke permukaan mata, mulut, atau hidung seseorang, dia bisa terpapar virus.

Tak hanya itu, terkadang seseorang bisa terinfeksi dengan menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi virus A-H1N1, kemudian menyentuh mulut atau hidung. Seperti influenza pada umumnya, virus flu babi menyerang sel-sel dalam dinding hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

2 dari 3 halaman

Apa yang Harus dilakukan Saat Virus Ini Masuk Indonesia?

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dan Badan Litbangkes Depkes, pada Juli 2009, Indonesia telah mencatat 28 kasus positif Influenza A H1N1.

Dari 28 kasus tersebut, lima orang yang dirawat di RS Sanglah dinyatakan sembuh dan pulang. Untuk menghindari semakin meluas dan bertambahnya orang yang terinfeksi, masyarakat diminta untuk:

  • menjaga kebersihan diri. Salah satunya dengan membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun.
  • Melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar.
  • Apabila sakit dengan gejala influenza, Anda diminta untuk mengenakan masker.
  • Tidak berdekatan dengan kelompok anggota masyarakat lainnya.
  • Menghindari bepergian apabila sedang sakit flu.
  • Saat merasakan gejala-gejala flu, segera hubungi petugas kesehatan.

Artikel lainnya: Cacar Monyet atau Flu Babi Afrika yang Lebih Berbahaya?

Pada sebagian besar kasus, flu babi dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika Anda mengalami gejala seperti batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan yang semakin memberat, segera memeriksakan diri ke dokter.

Itu karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti sesak napas, pneumonia, dan bahkan kematian.

Secara umum, flu babi dapat ditangani dengan pengobatan suportif. Pemberian asupan makanan yang bergizi, cairan yang cukup, dan obat demam dapat dilakukan. Pemberian obat untuk menurunkan gejala dapat dilakukan, seperti obat penurun demam dan sakit kepala.

Pemberian antivirus berupa oseltamivir dan zanamivir juga bisa diberikan pada hari pertama atau kedua penyakit untuk mengurangi derajat keparahan penyakit ini.

Jadi, Anda ingin terhindar dari infeksi flu babi? Pastikan Anda punya pola hidup sehat dan bersih. Selain itu, jaga imun tetap baik dengan banyak asupan buah dan sayur. Dapatkan informasi seputar kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar