Sukses

Benarkah Vaksin Virus Zika Telah Ditemukan?

Penelitian mengenai vaksin virus Zika telah menunjukkan perkembangan yang positif.

Virus Zika tengah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Sekitar 4.000 bayi baru lahir dilaporkan mengalami mikrosefalia akibat Zika. Mikrosefalia merupakan suatu kondisi ketika lingkar kepala lebih kecil daripada ukuran rata-rata. Namun, saat ini dunia telah memiliki harapan dalam menghadapi Zika. Para ilmuwan mengklaim bahwa selangkah lagi mereka akan menemukan vaksin untuk penyakit ini.

Perjalanan Panjang Vaksin Virus Zika

Saat ini, vaksin virus Zika telah dikembangkan di beberapa negara. Namun Amerika Serikat adalah negara yang sangat serius dalam mengembangkan vaksin ini, lewat National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Setelah diuji pada hewan percobaan, sekarang vaksin telah sampai pada tahap percobaan kepada manusia. Hasil uji coba tersebut akan menghasilkan laporan awal pada akhir tahun 2016 ini.

Secara total, sebanyak 80 orang di Amerika Serikat dengan usia 18-35 tahun sudah mendapatkan vaksin eksperimental ini. Para relawan tersebut akan diikuti perkembangan kesehatannya, terutama kekebalan terhadap inveksi virus Zika selama beberapa bulan ke depan.

Penelitian ini bertujuan untuk menilai keamanan vaksin serta potensi perlindungan seseorang terhadap infeksi virus Zika. Jika pada percobaan tahap pertama vaksin dinilai aman dan menghasilkan respons imun yang baik terhadap virus, maka peneliti berencana untuk meningkatkan studi pada tahap yang jauh lebih besar. Menurut dr. Anthony Fauchi selaku direktur NIAID, uji coba tahap kedua ini direncanakan akan dimulai pada awal tahun 2017, dan bertempat di negara-negara yang menjadi endemis Zika.

Vaksin Zika mengandung bagian dari DNA yang disebut plasmid. Plasmid mengandung gen yang bertugas mengekspresikan kode protein virus Zika kepada sistem imun tubuh. Sesuai dengan teori pemberian vaksinasi, orang yang disuntik dengan vaksin akan membuat respons imun terhadap virus tersebut, sehingga mampu melindungi mereka dari infeksi di masa yang akan datang. Vaksin DNA ini tidak mengandung protein yang dapat menularkan penyakit, sehingga orang tidak akan mendapatkan infeksi Zika yang “sebenarnya” dari pemberian vaksin ini.

Jika vaksin virus Zika telah sempurna dan siap digunakan, timbul pertanyaan lain yang masih diteliti hingga saat ini: Siapakah yang pantas mendapatkan vaksin tersebut? Belum jelas siapa yang akan mendapatkan vaksinasi ini, apakah diberikan kepada populasi wanita usia subur atau diberikan kepada anak wanita sejak usia sedini mungkin. Seperti halnya rubela, seluruh vaksin yang penyakitnya berisiko menyebabkan cacat lahir diberikan pada anak sejak usia sedini mungkin.

Penelitian mengenai vaksin virus Zika telah menunjukkan perkembangan yang positif. Walaupun masih memerlukan beberapa waktu sebelum vaksin tersebut dinyatakan aman digunakan untuk manusia, penelitian ini memberikan harapan bahwa suatu saat nanti dunia akan terbebas dari inveksi virus tesebut. Mari berharap yang terbaik.

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar