Sukses

Mengenal Dampak Sabu-Sabu bagi Tubuh Lewat Aa Gatot

Aa Gatot dan Reza Artamevia ditangkap di sebuah hotel di Lombok saat sedang melakukan pesta narkoba jenis sabu-sabu di kamar hotelnya. Tahukah dampak buruk yang dapat ditimbulkan sabu-sabu bagi tubuh?

Anda pasti sudah mendengar berita mengenai penangkapan Aa Gatot dan Reza Artamevia? Penangkapan terjadi di sebuah hotel di Lombok. Saat penangkapan, kedua selebritas itu sedang melakukan pesta narkoba jenis sabu-sabu di kamar hotel.

Memang, narkoba jenis sabu-sabu merupakan yang paling banyak digunakan oleh pengguna narkoba di Indonesia. Selama bulan Januari 2016 saja, BNN (Badan Narkotika Nasional) berhasil menyita 840 kg sabu-sabu di Jakarta.  Tapi, tahukah Anda apa itu narkoba jenis sabu-sabu dan dampak buruk yang dapat ditimbulkannya?

Berkenalan dengan Sabu-sabu

Sabu-sabu adalah salah satu jenis narkoba golongan metamfetamin. Nama lain dari sabu-sabu adalah ice dan SS. Sabu-sabu merupakan jenis narkoba sintetis yang memiliki efek merangsang sistem saraf pusat manusia. Narkoba yang satu ini berbentuk bubuk dan biasanya dikonsumsi dengan cara dihirup menggunakan alat khusus bernama bong. Harganya tidak murah, satu gram sabu-sabu bisa mencapai 200 ribu rupiah atau lebih.

Sabu-sabu dapat menimbulkan efek psikis berupa rasa gembira, halusinasi, percaya diri, peningkatan konsentrasi, rasa bersemangat dan tidak mudah mengantuk. Bagaimana dengan efek fisik? Pada fisik, sabu-sabu menimbulkan efek hiperaktif, mulut kering, gemetar, berkeringat, dan peningkatan tekanan darah serta detak jantung. 

Sabu-sabu hanya memberikan kenikmatan semu dan sementara bagi penggunanya. Di sisi lain, ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh sabu-sabu bagi tubuh. Misalnya masalah psikologis –seperti depresi, mudah marah, dan suasana hati yang tidak stabil yang berhubungan erat dengan tindakan pencurian, pembunuhan, tidak taat peraturan, dan tindakan melanggar hukum lainnya. Tak hanya itu, sabu-sabu juga menimbulkan ketergantungan, gangguan saraf, serangan jantung, kerusakan hati dan paru-paru –yang dapat berujung pada kematian.

Mari jadikan kasus yang menimpa Aa Gatot dan kawan-kawan sebagai pembelajaran. Jangan sampai Anda jatuh ke perangkap narkoba, yang berujung penjara atau hilangnya nyawa.

(NB/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar