Sukses

Derita Perokok Pasif

Tidak hanya perokok aktif yang berisiko terkena berbagai penyakit mematikan, perokok pasif pun turut terkena dampaknya.

Dalam dunia kesehatan, perokok dapat dikategorikan ke dalam jenis yang aktif dan pasif. Perokok aktif adalah orang yang terlibat langsung dalam aktivitas merokok. Sedangkan perokok pasif adalah mereka yang tidak merokok, tetapi tetap mendapatkan dampak buruk dari rokok, terutama melalui asap yang dihasilkan oleh perokok aktif. Perokok pasif menghisap dua jenis asap sekaligus, yaitu asap utama dan asap sampingan.

Asap utama adalah asap rokok yang dihembuskan oleh perokok, sementara asap sampingan berasal dari bagian ujung rokok. Asap sampingan sendiri ternyata memiliki efek negatif yang lebih berbahaya dibandingkan dengan asap utama. Selain kuantitas racun yang ditengarai lebih besar, asap sampingan ini juga memiliki partikel lebih kecil yang membuatnya lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Siapa yang Berisiko?

Semua orang yang berada di sekitar perokok aktif memiliki risiko untuk menjadi perokok pasif. Namun, anak-anak diyakini sebagai pihak yang paling rentan untuk masuk ke dalam kelompok ini. Mereka juga menerima dampak paling buruk sebagai perokok pasif, terutama jika orangtua mereka merokok di dalam rumah.

Menurut sejumlah penelitian, anak-anak dengan orangtua perokok memiliki kemungkinan untuk lebih sering terkena sakit. Mereka juga berisiko tinggi terjangkit radang atau infeksi saluran pernapasan dan paru, serta terkena infeksi telinga. Selain itu, perokok pasif anak juga akan mengidap asma kambuhan yang lebih sering –bahkan anak yang tidak memiliki bakat alergi pun dapat terjangkit oleh asma. Di samping itu, perokok pasif anak juga lebih rentan terkena kanker seperti limfoma, leukemia, kanker hati, dan kanker otak.

Orang dewasa yang menjadi perokok pasif juga berisiko untuk terkena berbagai macam penyakit yang lazimnya diidap oleh para perokok aktif, mulai dari penyakit kanker pada paru-paru, pita suara, tenggorokan, sinus, otak, lambung, payudara, kandung kemih, dan anus. Selain itu, perokok pasif dewasa juga berisiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Hindari Rokok

Untuk meminimalisir potensi menjadi perokok pasif, usahakan untuk menghindari rokok sekarang juga. Waspadai kemungkinan munculnya perokok aktif di sekitar Anda. Apabila ada anggota keluarga atau teman Anda yang merokok, jelaskan mengenai bahaya merokok yang bukan hanya dapat menimpa dirinya, namun juga orang lain –terutama anak-anak. Jika mereka telah mengambil langkah awal untuk berhenti, beri semangat dan ingatkan mereka mengenai  niat awal untuk berhenti merokok.

Semoga Anda sekeluarga senantiasa sehat dan bebas dari asap rokok!

(BO/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar