Sukses

Telemedicine: Terobosan Layanan Kesehatan

Perkembangan pesat digitalisasi dunia kesehatan telah mengenal telemedicine. Apa itu telemedicine? Dan bagaimana perannya dalam menerobos layanan kesehatan tradisional?

Eric Topol, dalam bukunya yang berjudul The Patient Will See You Now, menulis tentang obsesi layanan kesehatan konservatif yang berpusat pada rumah sakit dalam wujud fisik. Eric memaparkan data bahwa satu dari enam kematian di Amerika adalah kematian di rumah sakit yang dapat dicegah. Tak heran jika banyak pengembang layanan kesehatan digital melirik industri telemedicine, yang memberikan layanan kesehatan jarak jauh melalui telekomunikasi dan teknologi informasi.

Umumnya, telemedicine merupakan kombinasi dari:

  • ‘Simpan-dan-teruskan’: data medis pasien dikumpulkan dan ditransmisikan ke tenaga medis untuk pemeriksaan.
  • Pengawasan jarak jauh: bermanfaat pada manajemen penyakit kronis dengan menghemat waktu dan biaya.
  • Komunikasi interaktif: konsultasi dan pemeriksaan oleh tenaga medis secara real time.

Telemedicine sebagai terobosan teknologi digital di bidang kesehatan juga dapat membantu keluarga merawat anggotanya yang berada dalam kondisi kritis. Beberapa pengembang layanan kesehatan digital mulai memformulasikan alat yang dapat mentransmisikan data medis pasien dan memberi sinyal waspada kepada rumah sakit atau sanak saudara yang ditunjuk. Tujuannya agar bantuan yang diperlukan dapat segera diberikan.

Layanan kesehatan di daerah terpencil juga dapat dibantu dengan telemedicine. Di Indonesia yang negaranya berbentuk kepulauan, masih terdapat kendala-kendala geografis dalam meratakan pembangunan kesehatan hingga ke pelosok. Telemedicine dapat hadir sebagai salah satu jembatan yang menghubungkan dokter dengan layanan kesehatan yang tersedia atau dengan pasien melalui media telekomunikasi, dan memberikan panduan medis sebelum dapat hadir secara langsung.

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar