Sukses

Waspada, Penularan Virus Zika Tak Hanya Lewat Nyamuk

Selain melalui gigitan nyamuk, virus Zika ternyata dapat ditularkan antar manusia. Coba simak dulu penjelasannya di sini.

Virus Zika sempat ramai diperbincangkan beberapa tahun ke belakang, hingga menyebabkan kekhawatiran di dunia. Tepatnya pada 2015, infeksi Zika ditemukan mewabah di Brasil. Dengan cepat, penyakit tersebut menyebar di Amerika, Afrika, dan berbagai daerah di dunia.

Tingginya angka penyebaran, membuat penularan Zika menjadi fokus perhatian. Salah satunya terkait media penyebaran. Seperti yang lazim diketahui, nyamuk Aedes, yakni yang berjenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus, adalah perantara utama penyebaran virus Zika.

Nyamuk yang juga jadi perantara penyebaran penyakit DBD ini, diketahui utamanya menggigit di siang hari. Selain itu, cara penularan virus Zika yang cukup tersembunyi ini dibarengi pula dengan gejalanya yang cenderung ringan, bahkan hingga tidak bergejala.

Adapun beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:

Yang lebih mengkhawatirkan, bukan hanya melalui nyamuk. Rupanya penularan virus Zika bisa melalui media lain. Apa sajakah itu?

Artikel lainnya: Jika Terkena Virus Zika, Tidak Boleh Hamil Lagi Selamanya?

1 dari 2 halaman

Selain Lewat Nyamuk, Ini Cara Penularan Virus Zika

Cara penularan virus Zika yang utama memang melalui vektor nyamuk. Namun, hingga saat ini ketahui bahwa virus tersebut bisa ditularkan dengan cara lain, yaitu dari ibu ke janin selama kehamilan, lewat kontak seksual, transfusi darah dan produk darah, serta transplantasi organ.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) telah mempublikasikan bahwa virus Zika ditemukan pada cairan tubuh manusia. Yaitu, pada air mani, cairan vagina, air seni, dan darah.

Artikel lainnya: Virus Zika Dapat Ditularkan Melalui Hubungan Seksual, Benarkah?

Di antara semua cairan tersebut, virus Zika bertahan paling lama pada air mani. Oleh karena itu, hubungan seksual–baik dengan cara oral, anal, vaginal, maupun menggunakan sex toys–dapat menjadi sarana penularan virus.

Atas fakta tersebut, beberapa cara pencegahan infeksi virus Zika yang dapat diandalkan adalah:

  1. Mencegah gigitan nyamuk, terutama pada wanita hamil, wanita usia subur, dan anak-anak. Langkah yang dapat dilakukan misalnya menggunakan losion antinyamuk, menggunakan obat semprot antinyamuk, tidur menggunakan kelambu, serta tidur menggunakan pakaian tertutup (lengan panjang dan celana panjang).
  1. Mencegah perkembangbiakan nyamuk. Perhatikan bahwa nyamuk Aedes bertelur di genangan air sekitar rumah, sekolah, dan tempat kerja. Jadi, eliminasi tempat-tempat bertelurnya nyamuk tersebut. Anda bisa menerapkan 3M, yakni menguras, mengubur, dan juga menutup.

Beberapa hal yang bisa dilakukan, misalnya, menutup kontainer penyimpanan air, mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air, dan menguras bak mandi atau tempat penampung air lainnya secara berkala. Menjaga kebersihkan lingkungan tempat tinggal sangat penting dalam hal ini.

Artikel lainnya: Sekilas tentang Virus Zika dan Nyamuk Aedes

  1. Mengingat virus ini dapat menular lewat hubungan seksual, WHO merekomendasikan penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual di daerah penularan virus Zika.

Ingat, komplikasi infeksi pada janin yang begitu berat. Oleh karena itu, wanita yang sedang hamil ataupun berencana hamil harus waspada.

  1. Orang-orang yang baru saja bepergian menuju daerah yang terdapat transmisi aktif virus Zika disarankan untuk abstinensia (menunda berhubungan seksual). Penundaan bisa dilakukan selama 6 bulan untuk pria, dan 2 bulan untuk wanita.

Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya infeksi virus Zika di dalam tubuh orang yang melakukan perjalanan tersebut.

Cara penularan virus Zika di atas penting untuk diketahui. Di samping itu, perhatikan juga langkah-langkah agar tidak tertular. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Simak informasi lain soal infeksi virus di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar