Sukses

Mengenal Nyamuk Pembawa Virus Zika

Tidak semua gigitan nyamuk menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue atau Zika. Lalu seperti apa nyamuk yang bisa menularkan penyakit berbahaya tersebut? Yuk, cari tahu selengkapnya.

Nyamuk ada di mana-mana dan gigitannya sering kali tidak terhindari. Namun tidak semua gigitan nyamuk menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue atau Zika. Lalu, seperti apa nyamuk yang bisa menularkan penyakit berbahaya tersebut?

Virus Zika maupun dengue ditularkan oleh jenis nyamuk yang sama, yakni Aedes aegypti. Nama nyamuk ini memang terkesan unik. Namun di balik keunikan namanya, nyamuk ini merupakan spesies yang berbahaya, karena menjadi pembawa penyakit Dengue dan Zika.

Penampilan Aedes aegypti berbeda dengan nyamuk lainnya. Ia berwarna hitam gelap dengan garis putih yang nampak jelas pada tubuh dan kakinya. Nyamuk ini aktif sejak pagi hingga sore hari. Pada umumnya, nyamuk ini mulai aktif menggigit manusia sekitar 2 jam setelah matahari terbit. Pada malam hari, nyamuk Aedes aegypti lebih banyak beristirahat dan jarang menggigit manusia. 

Aedes aegypti menyukai tempat yang sejuk dan gelap. Oleh karena itu, nyamuk ini lebih banyak ditemukan di dalam rumah –terutama di antara tumpukan barang atau pakaian, dan di dekat tempat penampungan air. Nyamuk ini bertelur di tempat dengan air yang tenang –misalnya; kolam ikan, bak mandi, jamban, pot tanaman atau lubang di pohon yang terisi air, dan pada pipa air yang terbuka.

Nyamuk Aedes aegypti sering menggigit tengkuk, siku, dan mata kaki. Ini menyebabkan gigitan tidak terlalu terasa, sehingga nyamuk ini dapat menggigit berkali-kali tanpa disadari. Di samping itu, nyamuk Aedes aegypti juga memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Bila lingkungan sehari-harinya diganggu, ia dapat dengan mudah menyesuaikan diri untuk tetap bertahan hidup. Oleh karena itu, fogging atau semprotan obat nyamuk yang sama secara berulang-ulang umumnya tidak dapat memusnahkan nyamuk ini.

Sebenarnya, nyamuk Aedes aegypti memiliki jarak tempuh terbang yang rendah, yakni hanya sekitar 200-400 meter saja. Namun pertanyaannya, dengan jarak terbang yang rendah, mengapa penyebaran infeksi virus Zika dan Dengue melalui nyamuk ini bisa menyeberangi banyak negara, bahkan juga benua? Peneliti mengungkapkan bahwa penyebaran infeksi virus Zika dan Dengue terjadi karena nyamuk tersebut secara ‘kebetulan’ terbawa melalui perjalanan ke negara lain, kemudian berkembang biak dan menginfeksi ‘tempat tinggal’ barunya.

Jadi, daripada mencoba membunuh semua nyamuk Aedes aegypti, cara paling efektif untuk mencegah penularan virus Zika dan Dengue adalah dengan menghindari gigitan nyamuk dan membersihkan tempat nyamuk tersebut bertelur ataupun berkembang biak. (Baca: Hindari Virus Zika dengan Cara Ini)

Ayo, bersama kita berantas Aedes aegypti, penyebar virus Zika dan Dengue, di Indonesia!

(NB/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar