Sukses

Benarkah Ibu Hamil Dilarang Melihat Gerhana Matahari Cincin?

Banyak mitos beredar seputar gerhana matahari dan kehamilan. Apakah benar ibu hamil dilarang melihat gerhana matahari cincin?

Berbagai mitos seputar gerhana matahari dan kehamilan banyak beredar di tengah masyarakat. Menurut para tetua, ibu hamil dilarang keluar rumah saat gerhana matahari –apalagi untuk melihat gerhana matahari secara langsung. Apabila ibu hamil melanggar, dikhawatirkan bayi akan lahir dengan kelainan tertentu –seperti bibir sumbing atau tanda lahir yang besar dan mengganggu.

Tidak Hanya di Indonesia

Mitos-mitos tersebut ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Para ibu di Amerika Latin dan India juga memiliki mitos hampir serupa. Mitos dari Amerika Latin berawal dari bangsa Aztek. Nenek moyang bangsa Latin percaya bahwa gerhana matahari terjadi karena bulan ‘menggigit’ matahari. Oleh karena itu, jika ibu melihat gerhana matahari, mereka percaya bahwa bibir bayi yang dilahirkan juga akan ‘digigit’ sehingga menjadi sumbing. Karenanya, orang tua dari bangsa tersebut menganjurkan kepada ibu hamil untuk membawa benda logam dalam pakaian dalam mereka –mulai dari peniti, gunting, hingga pisau kecil.

Kepercayaan di India bahkan lebih kompleks. Para ibu hamil di India tidak dianjurkan untuk menggunakan benda-benda tajam –seperti; pisau, gunting, dan jarum selama gerhana matahari berlangsung. Mereka juga dilarang untuk makan dan minum selama gerhana. Sebaliknya, para ibu hamil dianjurkan untuk beristirahat sebanyak mungkin pada periode tersebut. Ibu hamil juga diharuskan untuk menutup semua pintu dan jendela agar tidak ada sinar gerhana matahari sedikit pun yang masuk ke dalam rumah. Setelah itu, mereka juga diharuskan untuk segera mandi setelah gerhana matahari berakhir.

Pendapat Medis

Dalam dunia medis, tidak ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bayi akan terlahir dengan kelainan bibir sumbing dan tanda lahir besar jika ibu hamil berada di luar rumah saat gerhana matahari berlangsung. Bibir sumbing dan tanda lahir yang besar tersebut terjadi semata-mata akibat kelainan bawaan (mutasi genetik) yang dapat berkolaborasi dengan faktor lingkungan, namun bukan gerhana matahari.

Tidak makan dan minum selama gerhana matahari juga tidak dapat dibuktikan secara ilmiah bermanfaat bagi ibu hamil. Sebaliknya, tidak makan minum dapat menyebabkan dehidrasi dan kurangnya nutrisi bagi janin.

Namun demikian, ada benarnya jika orang tua melarang ibu hamil melihat langsung gerhana matahari. Pasalnya, gerhana matahari dapat merusak retina mata secara permanen. Untuk itu, sikapilah setiap mitos yang beredar dengan lebih bijaksana, ya!

(NB/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar