Sukses

Ketahui Jenis-Jenis eHealth dan Kegunaannya

Kini eHealth semakin menjamur dan bisa jadi Anda salah satu orang yang pernah menggunakan layanannya. Kenali lebih jauh soal eHealth di sini.

Tak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital merambah ke berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Tak terkecuali dunia kesehatan. Kurang lebih selama satu dekade terakhir, layanan kesehatan digital atau yang disebut eHealth ini semakin menjamur. Mari simak jenis-jenisnya di bawah ini.

Apa itu eHealth?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengartikan eHealth sebagai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pelayanan kesehatan. Misalnya untuk mengobati pasien, melakukan penelitian, memberikan pembelajaran, mengolah data kesehatan, serta memonitor suatu penyakit dan kesehatan masyarakat. eHealth yang didukung oleh sistem komunikasi dan proses elektronik ini memiliki 3 tujuan utama, yaitu (1) mempermudah akses terhadap pelayanan kesehatan, (2) meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan (3) mengurangi biaya kesehatan.

Apa saja jenis-jenis eHealth?

Berdasarkan tipe pengguna, eHealth dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Informatika konsumen (consumer informatics) yang ditujukan untuk masyarakat umum. Pada tipe ini, umumnya eHealth digunakan untuk memberikan informasi kesehatan kepada pasien dan masyarakat umum serta memfasilitasi komunikasi antara praktisi kesehatan dengan pasien di luar jam praktik. Contohnya adalah situs Klikdokter. Selain itu, terdapat juga aplikasi kesehatan berbasis mobile yang dapat disetel di perangkat seluler. Aplikasi-aplikasi ini ada yang hanya menyediakan informasi kesehatan, ada yang menyediakan layanan apotek online, hingga layanan konsultasi dokter 24 jam dan layanan gawat darurat.
  2. Informatika medis dan klinis (medical/clinical informatics) untuk institusi dan para praktisi kesehatan. Rekam medis elektronik (EMR) dan peresepan elektronik merupakan contoh besarnya. Di Indonesia, sebagian rumah sakit yang ada di kota-kota besar sudah mulai mengaplikasikannya. Bagi para dokter, eHealth membantu meningkatkan akurasi diagnosis dan terapi dalam bentuk telemedicine. Ini adalah konsultasi jarak jauh antardokter dan clinical decision-making tools (perangkat lunak untuk membantu diagnosis). Di samping itu, eHealth juga digunakan sebagai sarana pendidikan jarak jauh misalnya melalui webinar dan pembelajaran online.
  3. Bioinformatika (bioinformatics) untuk para akademisi dan peneliti. Pada tipe ini, aplikasi eHealth utamanya dimanfaatkan untuk manajemen, distribusi, dan pengolahan data kesehatan (misalnya data sebaran penyakit). Hasil olahan data tersebut umumnya dipakai sebagai dasar pembuatan kebijakan kesehatan maupun pengobatan untuk kepentingan masyarakat umum.

Di Indonesia, teknologi informasi dan eHealth memiliki potensi yang besar dalam memberikan informasi serta pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Namun, akurasi dan keamanan informasi masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar. Pemanfaatannya juga harus bijak agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar