Sukses

Benarkah Merokok Dapat Tingkatkan Risiko Stroke?

Sudah banyak penelitian yang menjelaskan kaitan antara stroke dengan rokok. Apa yang menyebabkan rokok dapat meningkatkan risiko stroke? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4.000 jenis bahan kimia yang terbagi menjadi bahan padat dan komponen gas. Tiga dari bahan kimia tersebut sangat berbahaya, yaitu nikotin, tar, dan karbon monoksida.

Nikotin merupakan zat kimia yang sifatnya adiktif dan memengaruhi saraf serta peredaran darah. Nikotin dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih menyempit dan mengeras, serta meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Pennyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke.

Sementara itu, zat karbon monoksida di dalam rokok dapat mengurangi pasokan oksigen yang dibawa di aliran darah. Karbon monoksida juga dapat menyebabkan sumbatan lemak di dalam arteri. Kondisi tersebut dapat membuat pembuluh darah pecah secara tiba-tiba, serta menimbulkan perdarahan dalam otak yang dikenal dengan stroke hemoragik.

Karbon monoksida juga dapat menurunkan kadar lemak baik (HDL) di dalam tubuh, sehingga kadar lemak jahat (LDL) akan meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat di pembuluh darah, sehingga dapat menaikkan risiko terjadinya stroke. Terdapat pula penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi rokok lebih dari 20 batang dalam sehari memiliki risiko terkena stroke 2.5 kali tinggi dibandingkan dengan bukan perokok. Mengerikan, bukan?

Mulai sekarang, cobalah untuk meninggalkan kebiasaan merokok dan ubah perilaku hidup Anda ke arah yang lebih sehat!

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar